Alam Jangan Dirusak dan Dibiarkan, Harus Dibangun secara Holistik

Suara Muhammadiyah

1 March 2026

691
Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Abyan

Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Abyan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Persoalan ekologis menjadi pokok pembahasan yang sangat fundamental. Lebih-lebih dunia saat ini dicengkeram oleh perubahan iklim yang sedemikian rupa.

"Bicara soal ekologi itu bicara bagian dari berbagai atau seluruh persoalan hidup kita," kata Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dan ini, sambung Haedar, bukan satu-satunya. Mengapa demikian? "Supaya kita meletakkan secara holistik atau bagian dalam keseluruhan," jelasnya.

Haedar juga memaparkan, pelbagai persoalan ekologis yang kini mengemuka di ruang publik seperti kerusakan lingkungan, deforestasi, dan perubahan iklim tidak muncul secara sekonyong-konyong. Tapi, hal itu merupakan hasil dari proses panjang dalam sistem pembangunan dan modernisme yang kuat dipengaruhi oleh kapitalisme.

"Itu dalam satu proses yang panjang dalam sistem membangun maupun juga proses modernisme yang kekuatannya ada di bandul kapitalisme," jelas Haedar dalam Pengajian Ramadhan 1447 H PWM DIY, Ahad (1/3).

Menurutnya, kapitalisme dapat terus bertahan karena memiliki kemampuan beradaptasi dengan hasrat dasar manusia.

"Boleh kita sebut hasrat yang asli atau primitif: suka harta, suka jabatan, suka hal-hal yang duniawi," terangnya.

Di sisi lain, Islam tidak berupaya mematikan hasrat duniawi manusia, melainkan mengarahkan dan menyalurkannya secara proporsional. Dalam pandangan Islam, pembangunan peradaban tetap berorientasi pada kehidupan dunia, tetapi terintegrasi dengan tujuan ukhrawi.

"Peradaban itu berorientasi pada duniawi, tetapi duniawi untuk ukhrawi, atau satu paket dengan ukhrawi. Jasad dan rohani, pikiran, semua di-cover oleh pembangunan Islam," bebernya.

Haedar menekankan, bahwa kehadiran Islam mendorong kepada umatnya untuk merawat bumi. Juga secara universal, mencakup seluruh ciptaan Allah dan jagat semesta raya.

"Jangan biarkan itu. Jangan dirusak tapi juga jangan dibiarkan," tegas Haedar.

Di sinilah titik temu urgensinya dari pembangunan. Yang demikian itu, Muhammadiyah telah meresponsnya dengan melahirkan dokumen Risalah Islam Berkemajuan, sebagai hasil keputusan Muktamar ke-48 di Surakarta, Jawa Tengah.

"Islam Berkemajuan itu memandang bahwa Islam hadir untuk membangun peradaban. Berarti meletakkan ekologi, lingkungan, dan seluruh bagian dari kesemestaan kita," tegas Haedar sekali lagi. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (SPs UMJ) melulu....

Suara Muhammadiyah

30 July 2024

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Sukoharjo, Ninin Karlina, m....

Suara Muhammadiyah

25 April 2025

Berita

TULANG BAWANG BARAT, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Kabupaten Tulang....

Suara Muhammadiyah

29 March 2025

Berita

Dosen UAD Berikan Pelatihan Pemasaran Produk bagi Pelaku Disabilitas UMKM di Kabupaten Sorong SORON....

Suara Muhammadiyah

30 August 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkunjung ke Kantor Pi....

Suara Muhammadiyah

21 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah