Amanah Tak Cukup Manis di Bibir, Mesti Sejalan antara Kata dan Tindakan

Suara Muhammadiyah

10 August 2026

443
Prof Dr Dadang Kahmad, MSi

Prof Dr Dadang Kahmad, MSi

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Menjaga amanah bukan soalan mudah. Terbilang mudah, karena hanya diucapkan, tapi kalau mempraktikkannya di lapangan, sungguh merupakan pekerjaan yang begitu amat berat.

“Amanah ialah sesuatu yang diberikan kepada kita oleh Allah untuk digunakan sebaik-baiknya dan akan dimintai pertanggungjawaban nanti di akhirat,” terang Dadang Kahmad.

Demikian jua kehidupan. “Ini amanah juga,” ucap Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu. Keluarga, anak, isteri, dan cucu, merupakan amanah dari Allah. Termasuk, yang paling krusial ialah menyangkut material dan jabatan.

“Jadi apa pun itu adalah amanah dari Allah SwT,” tutur Dadang, menambahkan dalam bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa, juga bagian integral amanah dari Allah.

“Dan semuanya dipertanggungjawaban nanti di akhirat kelak,” imbuhnya.

Dalam konteks yang seperti itu, Allah telah menyeru secara kentara berbuat sebagaimana yang dimaksudkan. Inilah aksentuasi dari Qs an-Nisa ayat 58. “Ini perintah Allah,” ujar Dadang. Tapi, realitanya saat ini menampakkan hal yang jauh panggang dari api.

“Sekarang ini kita tidak menjaga amanah. Ketika diberi umur, umur kita disia-siakan,” terangnya, Jumat (31/7) saat Khutbah Jumat di Masjid At-Tanwir Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya, Kota Jakarta Pusat.

Hal paling mencolok di era sekarang implikasi amanah itu terhadap pangkat jabatan. Bagi Dadang, ini akan menjadi beban bilamana tidak menunaikan amanah sebaik-baiknya.

“Dia tidak pergunakan sebagus-bagusnya, tidak dia pergunakan sebagaimana semestinya. Bahkan dikasih amanah untuk memegang sesuatu dia gunakan untuk menguasai sesuatu yang tidak ada haknya bagi dia,” tegasnya.

Bahkan, dalam konteks bekerja, ketika bekerja tidak ditunaikan dengan sebaik-baiknya—kendati menerima gaji, sebut Dadang, juga melanggar amanah. “Tidak hifzul amanah, menjaga amanah,” bebernya.

Sehingga, ditekankan bekerja itu harus ikhlas. Bahwa semua pekerjaan yang dikerjakan itu mesti disokong dengan rasa ikhlas dan diniatkan untuk beribadah.

“Makanya dalam Islam itu harus dimulai dengan atas nama Allah; Bismillahirrahmanirrahim. Semua pekerjaan apa pun yang dimulai bismillah menjadi ibadah,” jelasnya.

Pada saat yang sama, mesti menampilkan ihsan. Cakupan makna yang lebih luas yakni melakukan pekerjaan sebaik-baiknya, sebagus-bagusnya—di samping hadis riwayat Muslim yang mengetengahkan, ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya. Jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau.

“Itu yang dikehendaki oleh Islam, oleh Allah SwT. Berbuat baiklah engkau, Allah itu mencintai orang yang melakukan pekerjaan sebaik-baiknya,” terang Dadang.

Dengan kata lain, menjaga amanah begitu esensial. Yang demikian itu berlaku secara universal dalam kehidupan; bekerja, beribadah, dan segalanya. “Jagalah amanah yang diberikan pada kita semua kalau kita ingin selamat di dunia maupun di akhirat kelak,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - SEAMEO STEM-ED dan SEAMOLEC melaksanakan open classroom pertama di Indo....

Suara Muhammadiyah

21 August 2024

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah wilayah Kali....

Suara Muhammadiyah

24 December 2025

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - TIM Kreativitas Mahasiswa Kewairausahaan (PKM-K) Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

28 September 2023

Berita

KUPANG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universit....

Suara Muhammadiyah

8 July 2025

Berita

METRO, Suara Muhammadiyah – Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Muhammadiyah Me....

Suara Muhammadiyah

11 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah