Apakah Semua Tumor Itu Adalah Kanker?
Penulis : dr. Fitri Nur Handriyani, Sp.PA. (Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Riau)
Ketika seseorang mendengar dokter mengatakan, "Hasil pemeriksaannya menunjukkan suatu tumor", berbagai pikiran dapat muncul secara bersamaan. Takut, bingung, sedih, marah, bahkan tidak percaya. Sebagian orang langsung membayangkan tumor itu adalah kanker dan menyebabkan kematian. Sebagian lainnya bertanya-tanya, "Mengapa saya?", "Apakah penyakit ini bisa disembuhkan?" atau "Apa yang harus saya lakukan sekarang?"
Masih ada beberapa orang menganggap istilah tumor dan kanker sebagai penyakit yang sama dan selalu berbahaya. Padahal, tumor dan kanker memiliki pengertian yang berbeda. Memahami perbedaanya menjadi langkah penting agar masyarakat tidak mudah panik sekaligus lebih peduli terhadap kesehatan. Mari kita kenali lebih jauh tentang istilah tumor dan kanker.
Secara terminologi, tumor berasal dari bahasa Latin tumere, yang berarti pembengkakan atau swelling. Dalam konteks kedokteran, istilah tumor sering digunakan untuk menyebut massa atau pembesaran jaringan yang abnormal. Namun, secara terminologi patologi, istilah tumor tidak selalu identik dengan kanker. Tubuh manusia tersusun atas sel-sel yang terus tumbuh, membelah dan mati secara teratur.
Dalam kondisi normal, proses tersebut dikendalikan oleh sistem tubuh. Namun, terkadang terjadi perubahan pada sel yang menyebabkan pertumbuhan dan pembelahan berlangsung secara tidak terkendali yang disebut neoplasma. Neoplasma adalah istilah yang lebih spesifik daripada "tumor". Tidak semua pembengkakan atau massa merupakan neoplasma—misalnya pembengkakan akibat peradangan atau edema bukanlah tumor dalam arti neoplastik.
Neoplasma terbagi menjadi neoplasma jinak atau neoplasma ganas. Neoplasma ganas sendiri adalah neoplasma yang memiliki sifat-sifat ganas; inilah yang secara umum disebut tumor ganas atau “kanker”. Untuk membedakan neoplasma itu bersifat jinak atau ganas, kita dapat mengenali masing-masing karateristiknya seperti pada tabel dibawah ini.
|
Karakteristik |
Neoplasma Jinak |
Neoplasma Ganas/Kanker |
|
Pertumbuhan |
Umumnya lebih lambat |
Sering lebih cepat, tetapi bervariasi |
|
Invasi jaringan sekitar |
Tidak menginvasi |
Dapat menginvasi |
|
Potensi penyebaran (Metastasis) |
Tidak bermetastasis |
Dapat bermetastasis |
|
Batas |
Sering lebih tegas |
Sering tidak tegas/infiltratif |
|
Diferensiasi sel |
Umumnya menyerupai jaringan asal |
Dapat menunjukkan berbagai derajat diferensiasi |
Kanker dapat terjadi karena berbagai faktor (multifaktorial), salah satunya akibat perubahan atau mutasi genetik yang mengganggu mekanisme pertumbuhan sel. Faktor risiko kanker antara lain kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, pola makan yang kurang sehat, paparan zat tertentu, radiasi dan infeksi oleh beberapa virus tertentu. Jika seseorang memiliki faktor risiko, bukan berarti seseorang tersebut pasti akan terkena kanker.
Sebaliknya, seseorang tanpa faktor risiko yang jelas pun tetap dapat menderita kanker. Sehingga, menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan berkala sesuai kebutuhan sangat penting bagi setiap orang. Pemeriksaan skrining berkala yang sesuai dengan usia, jenis kelamin dan faktor risiko dapat membantu menemukan beberapa jenis kanker sebelum menimbulkan gejala atau ketika penyakit masih berada pada tahap awal.
Adapun beberapa tanda dan gejala yang perlu diperhatikan terkait tumor yang kita curigai mengarah ke ganas adalah apabila munculnya benjolan yang tidak biasa (benjolan cepat membesar dalam kurun waktu singkat), penurunan berat badan yang signifikan tanpa sebab yang jelas, kelelahan berkepanjangan, perubahan pada kulit atau tahi lalat, perdarahan yang abnormal, batuk berdarah atau suara serak yang menetap dan perubahan kebiasaan buang air kecil atau buang air besar. Diagnosis kanker tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan gejala di atas, tetapi dibutuhkan pemeriksaan fisik bahkan modalitas komprehensif dari pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan radiologi, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan patologi anatomi untuk penegakan diagnosis yang akurat dan tepat.
Tumor dan kanker bukanlah sesuatu yang seharusnya hanya dibicarakan ketika seseorang tersebut sudah sakit. Pengetahuan dan kebiasaan baik perlu menjadi bagian dari kesadaran hidup sehat yang dapat mengurangi risiko dan meningkatkan peluang untuk menemukan penyakit dalam keadaan lebih awal (deteksi dini).
Penatalaksaan kanker kini telah mengalami perkembangan dimana menghadirkan berbagai pilihan penanganan yang disesuaikan dengan jenis kanker, stadium, kondisi pasien serta berbagai faktor medis lainnya. Sehingga dari uraian di atas, maka secara sederhana dapat disimpulkan bahwa tidak semua tumor merupakan kanker, karena kanker adalah neoplasma ganas (malignant neoplasm) atau tumor ganas. Sel kanker ini memiliki kemampuan untuk tumbuh tidak terkendali dan invasif, dapat menginvasi jaringan sekitar serta berpotensi menyebar (metastasis) ke organ lain.

