TANGSEL, Suara Muhammadiyah —Menjelang kelulusan, sebanyak 229 siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang mengikuti kegiatan Baitul Arqam sebagai pembekalan penguatan akidah, kepemimpinan, dan ideologi Muhammadiyah, Jumat (27/02/2026).
Kegiatan yang digelar di lingkungan sekolah ini berlangsung selama satu hari satu malam, mulai Jumat siang hingga Sabtu pagi. Para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari penguatan akidah dan ibadah, kepemimpinan, hingga pemahaman ideologi Muhammadiyah, khususnya terkait konsep dan strategi dakwah sosial dalam konteks kemasyarakatan.
Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang, Dr. Hartono, MA., mengatakan kegiatan Baitul Arqam menjadi momentum penting bagi murid kelas XII sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang bagi para murid di sekolah ini untuk semakin mencintai Muhammadiyah sekaligus memperkuat nilai-nilai kekaderan dalam diri mereka,” ujarnya.
Wakil Kepala Sekolah bidang ISMUBA dan Sarana Prasarana, Musanif, S.Sos., M.Pd., menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan penyegaran sekaligus penguatan ideologi bagi para murid sebagai calon kader Muhammadiyah di masa depan.
Menurutnya, murid kelas XII ini merupakan generasi yang telah dibina selama hampir tiga tahun di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah. Karena itu, mereka diharapkan memiliki kesadaran untuk terus melanjutkan semangat dakwah Muhammadiyah setelah menjadi alumni.
“Para murid perlu diingatkan bahwa sebagai lulusan sekolah Muhammadiyah, mereka memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi dalam gerakan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Ketua Pelaksana kegiatan, Izhar Tawakal Chaniago, S.Pd., menjelaskan bahwa Baitul Arqam menjadi sarana mempersiapkan para siswa menghadapi dunia perkuliahan yang lebih beragam secara pemikiran.
“Mereka akan bertemu dengan berbagai corak pemikiran Islam di perguruan tinggi. Karena itu, kegiatan ini menjadi bekal dasar untuk memperkuat akidah, intelektualitas, dan kematangan emosional mereka,” jelasnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan refleksi diri. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak untuk mengevaluasi perjalanan belajar selama tiga tahun sekaligus merancang langkah dan peran mereka di masa depan, khususnya dalam bidang dakwah.

