Baitul Arqam Pimpinan AUM Pekalongan, Perkuat Spirit Bermuhammadiyah

Suara Muhammadiyah

26 January 2026

678
Baitul Arqam dan Capacity Building Pimpinan AUM se-Kabupaten Pekalongan (24/1)

Baitul Arqam dan Capacity Building Pimpinan AUM se-Kabupaten Pekalongan (24/1)

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kabupaten Pekalongan mengikuti kegiatan Baitul Arqam dan Capacity Building yang berlangsung pada 24–25 Januari 2026 di SM Tower Malioboro, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ikhtiar penguatan ideologi, kepemimpinan, serta etos gerakan bagi pimpinan AUM agar semakin solid dalam menggerakkan Persyarikatan.

Salah satu narasumber utama, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan atau yang akrab disapa Gus Bach, menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang spirit kunci bermuhammadiyah sebagai fondasi dalam mengelola dan mengembangkan amal usaha.

Menurut Bachtiar, terdapat lima spirit utama yang harus terus dirawat oleh kader dan pimpinan AUM. Pertama adalah kesungguhan, yaitu komitmen total dalam berkhidmat tanpa setengah-setengah. Kedua, keikhlasan, sebagai ruh gerakan yang membebaskan Muhammadiyah dari kepentingan pribadi dan orientasi duniawi semata.

“Kesungguhan dan keikhlasan ini harus berjalan seiring. Amal usaha bukan sekadar institusi profesional, tetapi juga ladang dakwah dan pengabdian,” tegasnya.

Spirit ketiga yang tak kalah penting adalah kolaborasi. Bachtiar menegaskan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut Muhammadiyah untuk memperkuat kerja kolektif, lintas struktur, dan lintas bidang. Tidak ada lagi ruang bagi ego sektoral dalam mengelola AUM.

Selanjutnya, ia menyoroti kesabaran sebagai sikap mental yang harus dimiliki pimpinan. Mengelola amal usaha, menurutnya, adalah proses panjang yang penuh dinamika, sehingga membutuhkan ketahanan, ketelatenan, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai ujian.

Menariknya, Bachtiar juga menekankan kegembiraan sebagai spirit yang sering terlupakan. “Bermuhammadiyah itu harus bahagia. Jika dijalani dengan gembira, maka dakwah dan pengabdian akan terasa ringan dan penuh makna,” ujarnya.

Kegiatan Baitul Arqam dan Capacity Building ini diharapkan mampu melahirkan pimpinan AUM yang tidak hanya kompeten secara manajerial, tetapi juga kokoh secara ideologis dan spiritual. Dengan demikian, amal usaha Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan dapat terus tumbuh sebagai pilar dakwah, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan umat yang berkemajuan. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SUMATERA BARAT, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah adalah organisasi yang mengintegrasikan anta....

Suara Muhammadiyah

4 November 2023

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Tim Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema Pengabdian Kepada Masy....

Suara Muhammadiyah

8 October 2023

Berita

JAKARTA,Suara Muhammadiyah- Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mendampingi pelaku Usaha Mi....

Suara Muhammadiyah

7 September 2024

Berita

GRESIK, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar acara Yudisium Pa....

Suara Muhammadiyah

1 February 2025

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah – Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan (HW) Lamongan telah sukse....

Suara Muhammadiyah

14 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah