Irwan Akib Tegaskan Pentingnya Sosialisasi Deep Learning

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
440
Prof Irwan Akib, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Prof Irwan Akib, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di tengah perubahan yang sangat cepat, bagi Irwan Akib, sosialisasi terkait Deep Learning yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI menjadi sangat penting untuk menghadirikan paradigma baru pembelajaran di Indonesia.

"Jika kebijakan ini hanya mengendap di Jakarta, tentu tidak akan memberikan manfaat bagi sekolah, guru, siswa, dan masyarakat," ucap Irwan.

Melihat hal itu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi pendidikan tersebut mengapresiasi atas terselenggaranya sosialisasi kerjasama antara Kemendikdasmen RI dengan Suara Muhammadiyah (29/8). 

Meski status sebagai guru menjadi profesi yang menurutnya gampang-gampang susah, karena harus mengikuti berbagai kebijakan pendidikan yang terus berkembang.

Irwan berpesan agar menjadi profesi guru sebagai panggilan nurani. Selalu melakukan refleksi untuk melakukan evaluasi diri dalam melakukan pembelajaran di kelas. 

"Ketika kita mampu memahami karakteristik anak-anak, tentu kita akan bisa menyampaikan pembelajaran dengan baik," tegasnya. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Di tengah gegap gempita perkembangan teknologi global, Universi....

Suara Muhammadiyah

26 March 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Pusat Studi Kebencanaan dan Ikatan Keluarga Donor Darah Sukarela....

Suara Muhammadiyah

20 January 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah Sulawesi Selatan men....

Suara Muhammadiyah

28 June 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Program Studi dan Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (Humani....

Suara Muhammadiyah

25 December 2025

Berita

PRINGSEWU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) kembali menunjukkan komit....

Suara Muhammadiyah

6 August 2025