YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di tengah perubahan yang sangat cepat, bagi Irwan Akib, sosialisasi terkait Deep Learning yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI menjadi sangat penting untuk menghadirikan paradigma baru pembelajaran di Indonesia.
"Jika kebijakan ini hanya mengendap di Jakarta, tentu tidak akan memberikan manfaat bagi sekolah, guru, siswa, dan masyarakat," ucap Irwan.
Melihat hal itu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi pendidikan tersebut mengapresiasi atas terselenggaranya sosialisasi kerjasama antara Kemendikdasmen RI dengan Suara Muhammadiyah (29/8).
Meski status sebagai guru menjadi profesi yang menurutnya gampang-gampang susah, karena harus mengikuti berbagai kebijakan pendidikan yang terus berkembang.
Irwan berpesan agar menjadi profesi guru sebagai panggilan nurani. Selalu melakukan refleksi untuk melakukan evaluasi diri dalam melakukan pembelajaran di kelas.
"Ketika kita mampu memahami karakteristik anak-anak, tentu kita akan bisa menyampaikan pembelajaran dengan baik," tegasnya. (diko)