Belajar dari Al-Falah Sragen, PCM Galur Wujudkan Manajemen Masjid Modern dan Berdaya

Suara Muhammadiyah

18 July 2026

689
Foto Istimewa

Foto Istimewa

​SRAGEN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Galur mengambil langkah progresif dalam memodernisasi tata kelola tempat ibadah. Pada Sabtu (18/7), PCM Galur memboyong puluhan pengurus takmir masjid di wilayahnya untuk melakukan studi tiru ke Masjid Al-Falah, Sragen, Jawa Tengah.

Kunjungan ke masjid yang dikenal luas sebagai salah satu kiblat manajemen tempat ibadah mandiri di Indonesia ini diharapkan dapat membawa pulang formula sukses untuk diterapkan di tingkat lokal.

​Ketua PCM Galur Ismail Taufik, menegaskan, agenda ini dirancang untuk membuka cakrawala baru bagi para pengurus takmir.

“Melalui studi tiru ini, para takmir diharapkan mendapatkan wawasan segar mengenai pengelolaan masjid yang lebih mandiri, profesional, dan berdaya bagi kesejahteraan umat,” ujarnya.

​Imam Masjid Al-Falah, Muhammad Lutfil, mengaku sangat tersanjung karena tempatnya dijadikan sebagai sasaran referensi utama. Menariknya, ia mengingatkan kembali tentang nilai historis keilmuan yang saling bertautan.

“Dahulu Masjid Al-Falah justru banyak belajar dan mengambil inspirasi awal dari Yogyakarta,” ungkapnya.

​Dalam pemaparannya, Lutfil membagikan kunci keberhasilan pengelolaan Masjid Al-Falah, salah satunya terletak pada keberanian melakukan regenerasi kepengurusan.

“Saat ini, pengelolaan harian masjid didominasi oleh anak-anak muda yang berusia di bawah 40 tahun,” terangnya. Lebih-lebih, struktur kelembagaannya didorong untuk terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Didukung oleh skema pendanaan kreatif dari berbagai sumber sehingga tidak hanya bertumpu pada kotak infak konvensional,” tambahnya.

​Lutfil menekankan, pentingnya memakmurkan pelayanan dan jamaah terlebih dahulu sebelum melangkah pada inovasi pengembangan fisik.

“Ketika sebuah masjid secara totalitas melayani kebutuhan jamaah dengan transparan dan tulus, maka kepercayaan publik akan tumbuh subur dengan sendirinya,” ulasnya.

​Melalui studi tiru ini, PCM Galur berharap para pengurus takmir dapat membawa pulang spirit dan formula sukses tersebut untuk diimplementasikan di masjid-masjid lokal Galur. Langkah nyata ini diharapkan mampu memicu gelombang baru di mana masjid tidak sekadar menjadi tempat bersujud, melainkan juga generator kesejahteraan sosial, ekonomi, dan spiritual yang adaptif terhadap zaman.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) ....

Suara Muhammadiyah

15 July 2026

Berita

ACEH, Suara Muhammadiyah – Di tengah keberkahan bulan suci Ramadhan, Lembaga Amil Zakat, Infaq....

Suara Muhammadiyah

7 March 2026

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Keji, Cabang Muntilan kabupaten M....

Suara Muhammadiyah

24 August 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. H....

Suara Muhammadiyah

19 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas....

Suara Muhammadiyah

25 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah