JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Setiap perjalanan besar berawal dari sebuah niat. Bagi ParagonCorp, Program Umrah Paragonian lahir dari keinginan sederhana Ibu Nurhayati Subakat, Founder ParagonCorp, untuk memberikan kesempatan kepada sebanyak-banyaknya Paragonian agar dapat menginjakkan kaki di Tanah Suci.
Berlandaskan nilai Ketuhanan sebagai salah satu nilai utama perusahaan, ParagonCorp meyakini bahwa pertumbuhan manusia tidak hanya dibangun melalui pengembangan kompetensi profesional, tetapi juga melalui pengalaman yang memperkuat karakter, refleksi diri, dan nilai-nilai kebaikan.
“Memberangkatkan haji memiliki proses dan waktu tunggu tersendiri. Jadi ingin memberangkatkan Paragonian ke Tanah Suci sebanyak-banyaknya melalui umrah dulu,” ujar Nurhayati Subakat, Founder ParagonCorp.
Niat tersebut kemudian diwujudkan melalui Program Umrah ParagonCorp yang mulai berjalan sejak 2017. Program ini diberikan kepada karyawan yang telah memiliki masa kerja minimal tujuh tahun sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan perjalanan mereka bersama perusahaan.
Pemilihan masa kerja tujuh tahun bukan tanpa alasan. Pada awal perancangan program, ParagonCorp melakukan pemetaan masa kerja karyawan untuk menemukan titik yang memungkinkan kesempatan tersebut diberikan kepada lebih banyak Paragonian.
“Waktu itu Ibu Nur menyebut angka tujuh tahun. Setelah dilakukan pemetaan masa kerja oleh tim HR, ternyata pas, tujuh tahun menjadi titik terbanyak masa kerja Paragonian saat itu,” ujar Ibu Astri Wahyuni, Director of Corporate Affairs ParagonCorp.
Melalui pendekatan tersebut, Program Umrah ParagonCorp dirancang sebagai bentuk apresiasi yang inklusif, tanpa membedakan jabatan maupun fungsi pekerjaan. Kesempatan diberikan kepada berbagai lini Paragonian, mulai dari Beauty Advisor, operator produksi, tenaga pendukung operasional, staf kantor, hingga jajaran manajemen.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2017, Program Umrah ParagonCorp telah memberikan kesempatan kepada lebih dari 5.000 peserta untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Paragonian.
Bagi ParagonCorp, perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar bentuk apresiasi atas masa kerja, tetapi juga menjadi pengalaman bermakna yang dapat membawa nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan setiap Paragonian.
Melalui pengalaman spiritual tersebut, perusahaan berharap setiap peserta dapat kembali dengan semangat yang semakin kuat, karakter yang semakin matang, serta dorongan untuk terus memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
“Di ParagonCorp, kami percaya bahwa pertumbuhan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan setiap individu di dalamnya. Program Umrah menjadi salah satu cara perusahaan memberikan ruang bagi Paragonian untuk bertumbuh secara utuh, tidak hanya dalam perjalanan karier, tetapi juga dalam perjalanan personal dan spiritualnya,” ujar Astri Wahyuni, Director of Corporate Affairs ParagonCorp.

ParagonCorp memberangkatkan 135 karyawan untuk menunaikan ibadah umrah dalam seremoni pelepasan yang digelar di Palmeera Lounge, Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (13/7). Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf, M.Si., yang memberikan apresiasi terhadap komitmen perusahaan dalam menghadirkan ruang pertumbuhan bagi karyawan, termasuk melalui perjalanan spiritual.
Keberangkatan ini merupakan bagian dari Program Umrah ParagonCorp, sebuah inisiatif apresiasi perusahaan yang telah berjalan sejak 2017 sebagai bentuk penghargaan bagi karyawan dengan masa kerja minimal tujuh tahun. Hingga saat ini, lebih dari 5.000 peserta telah memperoleh kesempatan menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci melalui program tersebut.
Bagi ParagonCorp, keberhasilan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kontribusi dan dedikasi setiap Paragonian. Karena itu, perusahaan berkomitmen untuk menghadirkan berbagai bentuk program yang mendukung pertumbuhan individu secara menyeluruh, baik dalam aspek profesional, personal, maupun spiritual.
Program Umrah ParagonCorp diperuntukkan bagi karyawan yang telah memiliki masa kerja minimal tujuh tahun tanpa membedakan jenjang jabatan maupun fungsi pekerjaan. Peserta berasal dari berbagai lini, mulai dari Beauty Advisor, operator produksi, tenaga pendukung operasional, staf kantor, hingga jajaran manajemen.
Kesempatan yang setara ini menjadi wujud keyakinan ParagonCorp bahwa setiap individu memiliki kontribusi penting dalam perjalanan perusahaan. Melalui program ini, ParagonCorp ingin memberikan ruang bagi Paragonian untuk menjalani pengalaman spiritual yang bermakna sekaligus menjadi bagian dari perjalanan pengembangan diri.
“Di ParagonCorp, kami percaya bahwa pertumbuhan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan setiap individu di dalamnya. Karena itu, kami ingin menghadirkan lingkungan kerja yang tidak hanya mendukung pengembangan profesional, tetapi juga memberikan ruang bagi pertumbuhan karakter dan spiritual. Program Umrah menjadi salah satu bentuk apresiasi kami kepada Paragonian yang telah mendedikasikan karya dan kontribusinya selama bertahun-tahun,” ujar Astri Wahyuni, Director of Corporate Affairs ParagonCorp.
Salah satu peserta keberangkatan tahun ini adalah Laras Anindya Putri, Beauty Advisor ParagonCorp asal Yogyakarta, yang mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah umrah setelah tujuh tahun berkarya bersama ParagonCorp.
“Saya sangat bersyukur Allah memberikan jalan melalui ParagonCorp untuk dapat menunaikan ibadah umrah. Kesempatan ini menjadi anugerah yang sangat berarti bagi saya dan keluarga. Semoga perjalanan ini menjadi awal untuk terus memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan membawa lebih banyak manfaat bagi orang-orang di sekitar saya,” ungkap Laras.
Mengapresiasi pelaksanaan Program Umrah ParagonCorp, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf, M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap langkah perusahaan dalam memberikan fasilitas perjalanan spiritual bagi karyawan.
“Ini menjadi pertama kalinya saya menghadiri sekaligus melepas keberangkatan peserta umrah dari sebuah perusahaan. Saya sangat mengapresiasi ParagonCorp yang mampu memberangkatkan karyawannya dalam jumlah yang cukup besar. Pada keberangkatan kali ini ada 135 karyawan yang berangkat, dan secara keseluruhan program ini telah memberangkatkan lebih dari 4.500 karyawan ke Tanah Suci,” ujar Gus Irfan Yusuf.

