Berkemajuan, Muhammadiyah Banyuwangi Terapkan Absensi Digital

Suara Muhammadiyah

4 July 2024

1499
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah – Ditiang dan meja sebelum pintu masuk masjid yang menjadi ruang pertemuan terpampang tulisan absensi disini dan scan barcode. Satu-satu peserta yang hadir menyodorkan handphone masing-masing ke petugas. Petugas yang memandu kemudian melakukan scan barcode dan HP diserahkan kembali ke peserta.

Suasana berbeda ini merupakan cara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi, Jawa Timur untuk lebih berkemajuan dengan menerapkan absensi digital. Hal ini dilakukan pada Pertemuan Antar Cabang (Ancab) PDM dan PCM Se-Banyuwangi di SMK Muhammadiyah 4 Glenmore, Ahad (30/06/2024).

“Iya, peserta dan undangan pertemuan ancab dipermudah dengan absensi scan barcode dari HP nya masing-masing. Semua langkah ini memastikan efisiensi, transparansi, dan akurasi dalam mencatat kehadiran peserta kegiatan,” ujar Mufti Syafi’I, Sekretaris PDM Banyuwangi.

Upaya ini juga menindaklanjuti seruan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur guna meminimalisir penggunaan kertas. Absensi digital ini juga merupakan pembiasaan Muhammadiyah Banyuwangi untuk mencatat kehadiran peserta secara elektronik.

“Memang awal kita mulai dari yang sederhana seperti presensi ini, meski ada yang canggung namun jika sudah biasa akan praktis dan semakin mudah. Pernah kita pakai cara kirim google form ke setiap PCM sebelum hari H pelaksanaan, tapi tidak maksimal karena banyak yang absensi manual,” pungkasnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Fani Yustiadi, Sekretaris PCM Glenmore, ada dua petugas absensi yang ditempatkan dari guru SMK Muhammadiyah 4 Glenmore. Mereka akan memandu peserta yang datang untuk melakukan pemindaian QR code yang disediakan di meja.

Setelah HP dari masing-masing peserta bisa masuk ke akses barcode, peserta boleh masuk untuk kemudian melanjutkan informasi isian form seperti nama, asal cabang, utusan struktur atau majelis. Dan ini semua akan diverifikasi serta data kehadiran langsung tercatat dalam sistem.

“Sesuai arahan sekretaris PDM untuk menggunakan absen scan barcode, maka kita siapkan formatnya. Harusnya tadi setelah scan barcode peserta masuk dan duduk sambil isi form yang terlampir, karena belum terbiasa jadinya sempat ada antrian,” ucap Fani yang juga guru SMK Muhammadiyah 4 Glenmore ini.

PDM Banyuwangi berharap sistem yang diterapkan ini akan mengarah pada digitalisasi disemua lini organisasi, semua data kegiatan Muhammadiyah akan tersistem dalam data. Tidak hanya itu, Pimpinan Daerah mengajak semua elemen di Muhammadiyah Banyuwangi untuk membiasakan diri dalam penerapan digitalisasi data baik hingga ditingkatan ranting. (Rizkie Andri)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah guru ....

Suara Muhammadiyah

26 January 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Momentum dibulan kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pimpinan Dae....

Suara Muhammadiyah

9 August 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Guna memperkuat pemahanan dan pencerahan Matan, Keyakinan, dan C....

Suara Muhammadiyah

5 February 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di era digital yang berkembang pesat, kemampuan memahami dan m....

Suara Muhammadiyah

19 October 2025

Berita

AMBON, Suara Muhammadiyah - Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ah....

Suara Muhammadiyah

8 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah