Bermuhammadiyah, Jalan Menuju Hidup Gembira dan Penuh Berkah

Suara Muhammadiyah

3 August 2026

127
Drs Wijayanto, MA

Drs Wijayanto, MA

PONOROGO, Suara Muhammadiyah – Gembira merupakan bentuk ekspresi bahagia dan senang. Kata Wijayanto, maujud orang gembira itu selamat dalam beragama (salamatan fiddin).

Dan sinilah relevansi kehadiran Muhammadiyah. “Gerakan Muhammadiyah adalah gerakan untuk penyelamatan bangsa,” kata Da’i Nasional itu, Ahad (2/8) saat Hari Bermuhammadiyah Gembira di Expotorium Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Yang dilakukan meluruskan keimanan. “Itu hal yang sangat penting,” tuturnya. Dalam implementasinya, sebut Wijayanto, agama melekat dalam kehidupan. Lebih-lebih, dari sisi budaya. “Budaya harus diatur agama supaya tidak sesat,” ujarnya.

Dari tampilan kehidupan sehari-hari terlihat dari menghormati orang, misalnya. “Itu ajaran agama,” sebutnya. Tentu di dalamnya ada sistematisasinya, tidak boleh serampangan.

“Itu harus sesuai dengan budaya,” ucapnya. Yang tetap memadukan basis nilai-nilai agama. “Agama bisa berkolaborasi dengan budaya,” bebernya.

 Selain itu, kesehatan badan (afiyatan fil-jasadi). Wijayanto menggarisbawahi kesehatan di sini berpokok pangkal pada kesehatan jiwa. “Yang sehat belum tentu ‘afiat,” katanya. Mencontohkan para koruptor, memiliki badan yang sehat.

“Kalau sakit, tidak bisa maling. Makanya orang yang sakit dibenci setan,” katanya. Banyak orang sehat, tapi dari tinjauan jiwanya, sarat masalah. “Maka yang diminta ‘afiat,” ucapnya.

Lebih fundamentalnya, orang gembira itu mendapat pasokan tambahan ilmu (waziaadatan fil'ilmi). Bukan sekadar ilmu pengetahuan universal, tapi ilmu agama yang menyeluruh.

“Ini ilmu yang kepakai. Ilmu bagaimana menghormati orang tua,” ujar Wijayanto, sebagai percontohan.

Dan itulah yang diajarkan secara komprehensif di pendidikan Muhammadiyah. Diakuinya, pendidikan Muhammadiyah memuat pengajaran integral dari seluruh dimensi kehidupan.

 “Orang itu tidak pernah shalat, tidak pernah puasa, ujian di kampus tetap lulus, asal bisa mengerjakan. Tapi di Muhammadiyah tidak, ada Kemuhammadiyahan. Ini yang dikerjakan di Muhammadiyah,” tegas Wijayanto.

Pendidikan dikerjakan begitu rupanya oleh Muhammadiyah. Demikian pula dengan kesehatan, sama-sama difokuskan untuk membangun peradaban yang berkemajuan.

“Tidak ada organisasi Islam yang punya rumah sakit sebanyak Muhammadiyah. Mana ada rumah sakit yang dimiliki oleh selain Muhammadiyah yang lebih banyak,” ungkapnya.

Hal yang dilakukan itu merepresentasikan praktik nyata Qs an-Nisa ayat 9. Galibnya, dipahami jangan sampai warga Muhammadiyah meninggalkan keturunan yang lemah.

“Lemah di situ adalah lemah keimanan, keberagamaan, karakternya,” ucapnya.

Jika itu dilakukan, derivasi berikutanya, keberkahan pada rezeki (wabarakatan firrizqi). Kenapa hidup perlu berkah? “Rezeki yang diminta bukan banyaknya (nominal), tapi berkahnya,” tekan Wijayanto. “Inilah gembira kalau kita sudah dapat berkah,” sambungnya.

Kegembiraan mendapat berkah semakin komplet ketika orientasi ibadah jadi nomor wahid dalam kehidupan. “Hidup ini yang penting ibadah kepada Allah. Tugasnya hanya ibadah. Jangan ada syirik,” tekannya.

Selain itu, berbuat baik kepada orang tua (birrul walida’in), karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnusabil, serta hamba sahaya.

“Ini yang membawa berkah. hidup ini yang dicari yang penting berkah.  Dan inilah bermuhammadiyah bergembira,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TUBABA, Suara Muhammadiyah - Komitmen untuk berbagi dan meringankan beban sesama terus ditunjuk....

Suara Muhammadiyah

14 March 2026

Berita

Momentum 1 Muharram 1448 H, Menjadi Manusia Berakhlak Wujudkan Pelayanan Prima  PALANGKARAYA, ....

Suara Muhammadiyah

15 June 2026

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Ribuan warga Muhammadiyah Pekajangan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Te....

Suara Muhammadiyah

19 April 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Pimpinan wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Prof Dr ....

Suara Muhammadiyah

26 April 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Penanganan diabetes tidak dapat disamaratakan, termasuk pada kasus ....

Suara Muhammadiyah

26 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah