Bermuhammadiyah, Jalan Menuju Hidup Gembira dan Penuh Berkah

Suara Muhammadiyah

3 August 2026

183
Drs Wijayanto, MA

Drs Wijayanto, MA

PONOROGO, Suara Muhammadiyah – Gembira merupakan bentuk ekspresi bahagia dan senang. Kata Wijayanto, maujud orang gembira itu selamat dalam beragama (salamatan fiddin).

Dan sinilah relevansi kehadiran Muhammadiyah. “Gerakan Muhammadiyah adalah gerakan untuk penyelamatan bangsa,” kata Da’i Nasional itu, Ahad (2/8) saat Hari Bermuhammadiyah Gembira di Expotorium Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Yang dilakukan meluruskan keimanan. “Itu hal yang sangat penting,” tuturnya. Dalam implementasinya, sebut Wijayanto, agama melekat dalam kehidupan. Lebih-lebih, dari sisi budaya. “Budaya harus diatur agama supaya tidak sesat,” ujarnya.

Dari tampilan kehidupan sehari-hari terlihat dari menghormati orang, misalnya. “Itu ajaran agama,” sebutnya. Tentu di dalamnya ada sistematisasinya, tidak boleh serampangan.

“Itu harus sesuai dengan budaya,” ucapnya. Yang tetap memadukan basis nilai-nilai agama. “Agama bisa berkolaborasi dengan budaya,” bebernya.

 Selain itu, kesehatan badan (afiyatan fil-jasadi). Wijayanto menggarisbawahi kesehatan di sini berpokok pangkal pada kesehatan jiwa. “Yang sehat belum tentu ‘afiat,” katanya. Mencontohkan para koruptor, memiliki badan yang sehat.

“Kalau sakit, tidak bisa maling. Makanya orang yang sakit dibenci setan,” katanya. Banyak orang sehat, tapi dari tinjauan jiwanya, sarat masalah. “Maka yang diminta ‘afiat,” ucapnya.

Lebih fundamentalnya, orang gembira itu mendapat pasokan tambahan ilmu (waziaadatan fil'ilmi). Bukan sekadar ilmu pengetahuan universal, tapi ilmu agama yang menyeluruh.

“Ini ilmu yang kepakai. Ilmu bagaimana menghormati orang tua,” ujar Wijayanto, sebagai percontohan.

Dan itulah yang diajarkan secara komprehensif di pendidikan Muhammadiyah. Diakuinya, pendidikan Muhammadiyah memuat pengajaran integral dari seluruh dimensi kehidupan.

 “Orang itu tidak pernah shalat, tidak pernah puasa, ujian di kampus tetap lulus, asal bisa mengerjakan. Tapi di Muhammadiyah tidak, ada Kemuhammadiyahan. Ini yang dikerjakan di Muhammadiyah,” tegas Wijayanto.

Pendidikan dikerjakan begitu rupanya oleh Muhammadiyah. Demikian pula dengan kesehatan, sama-sama difokuskan untuk membangun peradaban yang berkemajuan.

“Tidak ada organisasi Islam yang punya rumah sakit sebanyak Muhammadiyah. Mana ada rumah sakit yang dimiliki oleh selain Muhammadiyah yang lebih banyak,” ungkapnya.

Hal yang dilakukan itu merepresentasikan praktik nyata Qs an-Nisa ayat 9. Galibnya, dipahami jangan sampai warga Muhammadiyah meninggalkan keturunan yang lemah.

“Lemah di situ adalah lemah keimanan, keberagamaan, karakternya,” ucapnya.

Jika itu dilakukan, derivasi berikutanya, keberkahan pada rezeki (wabarakatan firrizqi). Kenapa hidup perlu berkah? “Rezeki yang diminta bukan banyaknya (nominal), tapi berkahnya,” tekan Wijayanto. “Inilah gembira kalau kita sudah dapat berkah,” sambungnya.

Kegembiraan mendapat berkah semakin komplet ketika orientasi ibadah jadi nomor wahid dalam kehidupan. “Hidup ini yang penting ibadah kepada Allah. Tugasnya hanya ibadah. Jangan ada syirik,” tekannya.

Selain itu, berbuat baik kepada orang tua (birrul walida’in), karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnusabil, serta hamba sahaya.

“Ini yang membawa berkah. hidup ini yang dicari yang penting berkah.  Dan inilah bermuhammadiyah bergembira,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pulau Payung, Kepulauan Seribu, menjadi tempat pelaksanaan Rapat Kerja....

Suara Muhammadiyah

12 January 2025

Berita

GUNUNG KIDUL, Suara Muhammadiyah - Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah D.I.....

Suara Muhammadiyah

27 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Panitia Ramadhan di Kampus (RDK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kem....

Suara Muhammadiyah

22 March 2025

Berita

TUBAN, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menjaga kualitas pendidikan yang selalu relevan dengan tunt....

Suara Muhammadiyah

9 September 2023

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Nasyiatul 'Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Brebes dan Politek....

Suara Muhammadiyah

31 May 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah