Berpandangan Moderat: Jalan Pembeda antara Muhammadiyah dengan Ormas Islam Garis Keras

Suara Muhammadiyah

20 January 2024

1932
Upgrading PWM, BPH, Pimpinan PTM Provinsi Lampung  bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir pada Sabtu (20/1) di SM Tower.

Upgrading PWM, BPH, Pimpinan PTM Provinsi Lampung bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir pada Sabtu (20/1) di SM Tower.

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di ruangan berpendingin. Meja dan kursi tersusun melingkar di tengah. Menyisakan space agak luas di bagian kanan dan kiri. Di sana tampak rombongan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung sedang menyimak paparan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir di SM Tower (20/1). 

Di hadapan pimpinan Persyarikatan tingkat wilayah itu Haedar berpesan agar selalu menjaga pandangan moderat yang selama ini telah menjadi jalan hidup warga Muhammadiyah. Memahami serta mendalami cara pandang keagamaan yang dimiliki Muhammadiyah. Dan yang tak kalah penting, tidak memandang realitas secara hitam-putih atau tekstual. Hal inilah yang membedakan antara Muhammadiyah dengan kelompok Islam lain yang juga mengusung semangat kembali kepada Al-Qur’an dan Sunah. 

Guru Besar Sosiologi UMY tersebut memastikan bahwa pemikiran yang dijalankan Muhammadiyah memiliki sanad keilmuan yang sampai kepada KH Ahmad Dahlan. Makai a menyarankan warga Muhammadiyah yang ingin mendalami pemikiran Muhammadiyah supaya membaca Manhaj Tarjih, PHIWM, dan ayat-ayat yang pernah diajarkan KH Ahmad Dahlan. Teksnya dikaji secara mendalam yang luas, konteksnya juga dipahami secara mendalam dan meluas,” ujar Haedar. 

Sebagaimana yang pernah dijelaskan di dalam Manhaj Tarjih, Muhammadiyah memahami wahyu melalui tiga pendekatan, yaitu teks, konteks, dan intuisi. Di dunia akademis ketiga pendekatan ini umum disebut bayani, burhani, dan irfani. 

“Jika dilihat dari sisi ini, maka akan ditemukan perbedaan yang mendasar antara Muhammadiyah dengan salafi yang lebih tekstual dalam memahami wahyu,” ujarnya. 

Haedar meyakini jika warga Muhammadiyah memahami Manhaj Tarjih dan pemikiran-pemikiran Muhammadiyah secara komprehensif. Tidak akan ada pemahaman yang keras soal agama di tubuh organisasi modern Islam terbesar ini. Oleh karena itu pandangan tengahan yang sesuai dengan Manhaj Tarjih harus mengakar kuat di lingkungan Muhammadiyah. (diko/ppm)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KUANTAN SINGINGI, Suara Muhammadiyah - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kuanta....

Suara Muhammadiyah

29 October 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

24 February 2026

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Melalui Workshop Pengembangan Koperasi Kabupaten Bantul, Baitul Ma....

Suara Muhammadiyah

15 May 2024

Berita

KOTAWARIGIN BARAT, Suara Muhammadiyah - Khabib Musthofa, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muha....

Suara Muhammadiyah

6 September 2024

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWPM) Aceh Bekerjasama Badan Pengelo....

Suara Muhammadiyah

7 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah