SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tiada henti menyemai benih maslahat untuk masyarakat. "Itulah Muhammadiyah," tegas Abdul Mu'ti, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Mu'ti mengemukakan itu saat Pengajian Hari Bermuhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta, Ahad (31/5) di Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Surakarta, Teuku Umar, Keprabon, Surakarta, Jawa Tengah.
Demikian Muhammadiyah. Mu'ti mengaku terkesima dengan organisasi cetusan Kiai Dahlan yang lahir sejak tahun 1912 itu.
"Muhammadiyah itu ternyata lebih hebat dari yang saya bayangkan," bebernya.
Lebih-lebih, ketika Mu'ti bertandang ke Bumi Papua. Ia dibuat terperana melihat kehadiran Muhammadiyah nun jauh di sana yang telah bermunculan amal usahanya.
"Saya ke Kabupaten Sorong. Itu ada Unimuda (Universitas Pendidikan Muhammadiyah)," kata Mu'ti.
Menariknya, mahasiswa UNIMUDA Sorong mayoritas sebanyak 70% merupakan non-muslim dan para putra – putri asli Papua. Mereka bangga menjadi bagian dari UNIMUDA Sorong dan Muhammadiyah.
Selain itu, juga punya rumah sakit: RS PKU Muhammadiyah UNIMUDA Sorong. Groundbreaking RS ini kala itu dilakukan oleh Presiden Joko Widodo sekaligus memberikan bantuan dana sekitar 200 miliar.
"Tinggal nunggu isinya saja. Gedungnya sudah selesai," bongkarnya.
Bersambung ekspedisi Mu'ti di Bumi Cenderawasih, yakni ke Pulau Arar, Papua Barat Daya. Di pulau itu, sudah ada sekolah Muhammadiyah; SMP Unimuda Sorong.
Demikian pula di Pulau Bintuni, Muhammadiyah dirikan Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU) dan SMA Muhammadiyah Bintuni.
"Itulah Muhammadiyah itu. Hadirnya itu bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Dan pilihannya selalu pendidikan," tegas Mu'ti.
Kerja dakwah Muhammadiyah di bidang pendidikan itu terus dilakukan sampai sekarang. Bahkan, Mu'ti singkap, kualitas pendidikannya diakui masyarakat secara luas.
"Setelah saya keliling itu lebih besar dari yang saya bayangkan dan kepercayaan masyarakat kepada Muhammadiyah itu luar biasa," bongkarnya. (Cris)

