SERANG, Suara Muhammadiyah – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Dai Komunitas Muhammadiyah se-Banten secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (1/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas dai dalam menghadapi tantangan dakwah di era digital sekaligus memperluas jangkauan dakwah komunitas di tengah masyarakat yang terus berubah.
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk menjadi dai yang mampu hadir tidak hanya di mimbar-mimbar masjid, tetapi juga di mimbar virtual yang kini menjadi ruang interaksi utama masyarakat.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola komunikasi dan cara masyarakat memperoleh pengetahuan agama. Karena itu, para dai harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar pesan-pesan Islam tetap relevan dan menjangkau masyarakat secara luas.
“Dai hari ini bukan hanya mereka yang mampu berbicara di hadapan jamaah di masjid, tetapi juga mereka yang mampu menyampaikan nilai-nilai Islam di ruang digital. Mimbar dakwah kini tidak hanya berada di masjid, tetapi juga hadir di media sosial, platform digital, dan berbagai ruang virtual yang setiap hari diakses masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran dai di ruang digital menjadi kebutuhan mendesak. Jika ruang-ruang tersebut tidak diisi oleh pesan-pesan keislaman yang mencerahkan, maka akan dipenuhi oleh berbagai informasi yang belum tentu membawa manfaat bagi umat.
Selain menekankan pentingnya dakwah digital, Arifin juga mengingatkan pentingnya dakwah komunitas sebagai pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, dakwah komunitas bukan sekadar menyampaikan ceramah, tetapi menghadirkan solusi, pendampingan, dan pemberdayaan bagi kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.
“Dakwah komunitas mengajarkan kita untuk hadir bersama masyarakat, memahami persoalan mereka, dan membantu menghadirkan jalan keluar. Dakwah tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang membawa manfaat dan perubahan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penguatan kompetensi dai. Materi Islam Berkemajuan disampaikan oleh Suhardin yang menegaskan pentingnya pemahaman Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman namun tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah.
Selanjutnya, Tohirin Sanmiharja menyampaikan materi Strategi Dakwah Komunitas, yang membahas berbagai pendekatan dakwah berbasis kebutuhan masyarakat dan pentingnya membangun kedekatan dengan komunitas sasaran.
Sementara itu, materi Ibadah Sesuai Rasulullah disampaikan oleh Mufid Habib Musthofa sebagai penguatan pemahaman keagamaan dan praktik ibadah yang sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.
Pada sesi pengarahan, Kamarul Zaman memberikan pembekalan mengenai pentingnya penguasaan media digital sebagai sarana dakwah masa kini, sehingga para dai mampu memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan pesan Islam yang mencerahkan dan menggembirakan.
Melalui kegiatan ini, LDK PP Muhammadiyah berharap lahir dai-dai komunitas yang memiliki kompetensi keislaman yang kuat, memahami dinamika masyarakat, serta mampu berdakwah secara efektif baik di ruang nyata maupun ruang digital.

