KLATEN, Suara Muhammadiyah – ‘Aisyi Tower Klaten menjadi hotel ketiga bisnis yang diejawantahkan oleh Suara Muhammadiyah. Yulianto Prasojo mengerucutkan dua di antaranya SM Tower Malioboro Yogyakarta dan SM Tower Berau Kalimantan Timur.
“Dan ini masih ada beberapa daerah yang meminta kami untuk mendirikan SM Tower,” tutur Ketua Panitia tersebut saat conference pers, Kamis (11/6) di Ruang Darwis ‘Aisyi Tower Klaten.
Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Klaten Sri Mulyani Rahayuningsih mengaku sangat bangga dengan hadirnya ‘Aisyi Tower di Klaten.
"Ini adalah suatu manifestasi yang nyata dari dakwah kultural dari dakwah ekonomi yang berkemajuan,” terangnya.
Menurut Ning, jika selama ini bisnis perhotelan diidentikkan dengan tempat menginap atau urusan komersial semata, tetapi perempuan Muhammadiyah mendobrak stigma itu semua.
“Dengan mendirikan ‘Aisyi Tower ini,” yang disebutnya konsepnya sebagai hotel literasi. Kenapa? Karena literasi sebagai wahyu pertama yang diturunkan oleh Allah (Qs al-Alaq ayat 1-5).
“Ini merupakan akar peradaban. Melalui hotel literasi ini kita ingin mengubah setiap sudut ruang menjadi media dakwah yang mencerdaskan,” tuturnya.

Pertanyaan yang segera muncul di permukaan, kenapa harus berbentuk hotel? Karena kata Deni Asy’ari, inisiasi pendirian hotel ini ingin menunjukkan kalau perempuan Muhammadiyah juga mampu menjalankan bisnis secara profesional—selain pendidikan dan kesehatan.
“Ini wajah baru bisnis yang dikelola oleh perempuan Muhammadiyah. Bahwa sebagai Perempuan pun sesungguhnya bisa untuk mengurus bisnis secara profesional, bisnis secara terbuka,” beber Direktur Utama Suara Muhammadiyah tersebut.

Ditekankan Deni, ‘Aisyi Tower Klaten sebagai perwujudan bisnis berbasis kemandirian. Kenapa begitu? “Ini murni secara finansial bersumber dari internal,” tuturnya.
Bahkan, menariknya, sampai sekarang, seluruh proses pembangunan tidak tergantung dengan perbankan.
“Tidak tergantung utang piutang dengan perbankan dalam aspek pembangunan,” bongkar Deni.
Di situlah eksistensi ‘Aisyi Tower Klaten. Bukan sekadar mencari keuntungan, benefit, tetapi lebih jauh lagi, ingin hadir sebagai ekosistem kemandirian bisnis.
“Kita bisa sesungguhnya secara mandiri (jamaah) membangun bisnis perhotelan,” ujarnya, yang bukti konkretnya adalah berdirinya ‘Aisyi Tower klaten tersebut.

Ditambahkan Deni, kehadiran ‘Aisyi Tower Klaten niscaya terdapat diferensiasi dengan hotel-hotel yang lainnya. “Fondasinya adalah dari media,” ucapnya.
Sehingga, konstruksi dari hotel ini berbasis literasi. Kata Deni, ada tiga makna literasi di sini. Yaitu berbasis mencerahkan, memperkaya wawasan, dan memberdayakan masyarakat.
“Kami ingin kehadiran ‘Aisyi Tower ini memiliki tiga aspek ini. Artinya orang hadir di sini tidak sekadar menginap, tapi dia mendapat pencerahan baru, dapat wawasan baru, ini yang kita inginkan,” ulasnya.
Sisi lain, Ana Fitriana, Direktur Keuangan, Bisnis, dan IT PT SCM/SM menyingkap, dalam rangka soft opening pada bulan Juni, ‘Aisyi Tower Klaten memberikan diskon sebesar 35%.
“Untuk seluruh fasilitas yang ada,” ujarnya, seraya menyebut harga ‘Aisyi Tower Klaten ini dipatok mulai dari 400 ribu-an. “Sangat terjangkau,” ucapnya.
Sebagai informasi, ‘Aisyi Tower Klaten memiliki dua lantai dengan total 28 kamar yang terdiri atas delapan kamar tipe dormitory berkapasitas delapan bed, 12 kamar Deluxe King, enam kamar Deluxe Twin, serta dua kamar President Suite yang dirancang eksklusif untuk tamu VIP dan keluarga.
Hotel ini juga dilengkapi ballroom berkapasitas hingga 300 orang yang dapat digunakan untuk seminar, pertemuan, resepsi, maupun berbagai agenda Persyarikatan dan komunitas.
Terdapat pula dua meeting room dengan kapasitas masing-masing sekitar 50 orang untuk mendukung kebutuhan rapat dan kegiatan bisnis.
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, Aisyi Tower Hotel menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti kolam renang, gym center, perpustakaan anak, taman bermain anak, café dan resto, area parkir yang luas, hingga ruang promosi produk UMKM. Direncanakan, soft opening dilaksanakan Selasa (16/6) mendatang. (Cris)

