Bulan Miladiah dan Menjelang Muktamar Tapak Suci

Suara Muhammadiyah

7 July 2026

91
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Bulan Miladiah dan Menjelang Muktamar Tapak Suci: Momentum Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah Menatap Lima Tahun ke Depan, Sebuah Opini

Oleh: Dr. Ir. H. Muhammad Wafid Agung Novianto, M.Sc., PBU., P.Ua., Ketua Dewan Pendekar Pimpinan Wilayah VII Jawa Barat

Pencak silat sebagai bagian dari warisan dan budaya bangsa bukanlah sekadar teknik beladiri dan  ilmu pertahanan fisik. Ia merupakan kristalisasi dari nilai spiritual, mentalitas, estetika, dan  falsafah hidup bangsa Indonesia yang telah diakui oleh badan dunia, UNESCO, sebagai Warisan  Budaya Takbenda Dunia untuk Indonesia. Di tengah arus globalisasi, eksistensi seni bela diri  tradisional menghadapi tantangan ganda yakni risiko penyederhanaan makna yang hanya sekedar menjadi komoditas olahraga semata jika dilihat dari sisi implementasi modernitas olahraga fisik,  serta ancaman sinkretisme yang mengikis kemurnian ajaran tauhid. Dalam konteks ini, Perguruan  Seni Bela Diri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah hadir sebagai sintesis ideal yang  mempertemukan keluhuran tradisi termasuk budaya dan filosofisnya dengan rasionalitas modern 
tapi tetap mempertahankan nilai religious “ketauhidan”nya.

Kita coba simak kembali perjalanan sejarah lahirnya Tapak Suci hingga menjadi organisasi otonom  dari Persyarikatan Muhammadiyah. Bahwa akar keilmuan Tapak Suci bermula dari pencak silat  yang diajarkan oleh KH. Busyro Syuhada di Banjarnegara, yang kemudian berkembang pesat di  Kauman, Yogyakarta. Melalui para muridnya seperti A. Dimyati dan M. Wahib, yang kemudian  lahirlah tiga perguruan sealiran di Kauman, yaitu Cikauman, Seranoman, dan Kasegu.

Atas desakan para murid dan inisiatif dari Pendekar Moh. Barrie Irsyad, ketiga perguruan ini dilebur  menjadi satu wadah yang lebih besar dan terorganisir. Maka secara resmi pada tanggal 10 Rabiul Awal 1383 H atau 31 Juli 1963, Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci didirikan di  Kauman, Yogyakarta. Melalui Sidang Tanwir Muhammadiyah tahun 1967, Tapak Suci secara  resmi ditetapkan sebagai Organisasi Otonom (Ortom) ke-11 di bawah naungan Persyarikatan  Muhammadiyah, mengemban misi dakwah amar ma'ruf nahi munkar yang bersih dari syirik,  bid'ah, dan khurafat.

Kelahirannya merupakan jawaban atas kebutuhan dakwah kultural Muhammadiyah yang inklusif  namun tetap memegang teguh prinsip purifikasi akidah. Landasan operasional ini selaras dengan spirit Surat Al-Anfal Ayat 60, yang memerintahkan umat Islam untuk mempersiapkan kekuatan  fisik dan mental guna menggentarkan musuh-musuh kemanusiaan dan menegakkan keadilan. Saat ini, Tapak Suci telah bertransformasi menjadi organisasi otonom dengan jutaan anggota di  seluruh penjuru dunia. Berdirinya PerWil (Perwakilan Wilayah) Tapak Suci di berbagai negara  seperti Mesir, Belanda, Jerman, dan Austria, bahkan di negara sumber beladiri seperti di China  Taipeh dan juga Jepang yang melengkapi Kehadiran Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di luar negeri, menjadi bukti nyata bahwa pencak silat dapat diterima oleh masyarakat  global sekaligus membuktikan bahwa Tapak Suci menjadi amplifikasi da’wah Persyarikatan Muhammadiyah.

Namun, ekspansi internasional ini memerlukan kerangka metodologis yang  mapan. Upaya ini harus sejalan dengan konsep Islam Berkemajuan agar Tapak Suci tidak  kehilangan identitas aslinya (istiqomah) di tengah pluralisme budaya dunia sekaligus menjadi  ujung tombak dari implementasi MKCH Muhammadiyah yang berkemajuan dan mendunia. Momentum Milad Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang  berdekatan dengan agenda Muktamar bukan sekadar rutinitas kegiatan organisasi. Ini adalah titik  balik strategis. Dua peristiwa besar yang teragendakan di tahun ini harus dijadikan pijakan untuk  mengevaluasi capaian dan merumuskan arah gerakan perguruan seni beladiri ini untuk kiprahnya  di kancah nasional, regional, dan Internasional di lima tahun ke depan.

Sebagai salah satu pilar dakwah kultural Muhammadiyah, Tapak Suci menghadapi tantangan  zaman yang semakin kompleks. Dengan pekerjaan rumah yang masih banyak, banyak perbaikan  dan penyempurnaan untuk menjadi Perguruan Seni Beladiri dibawah Muhammadiyah yang  berkemajuan yang modern dengan tetap mempertahankan nilai Keilmuan Beladiri Pencak Silat  Warisan Budaya bangsa, perlu kita apresiasi bahwa kepengurusan periode saat ini telah berhasil  meletakkan cetak biru (blueprint) yang cukup kokoh melalui tiga warisan besar, yakni:  penyelesaian kurikulum keilmuan, modernisasi infrastruktur, dan digitalisasi data organisasi.

1. Refleksi Milad: Mengakar pada Tradisi, Bertumbuh dengan Kurikulum Baru

Milad adalah momentum refleksi untuk merawat jati diri perguruan yang tertuang dalam semboyan  "Dengan Iman dan Akhlak saya menjadi kuat, tanpa Iman dan Akhlak saya menjadi lemah". Jati  diri ini kini memiliki panduan yang lebih kokoh.

Ilmu Seni Beladiri Tapak Suci sebenarnya merupakan gabungan dari beberapa ilmu bahkan aliran  beladiri yang dibawa oleh para Pendekar dari seluruh pelosok Nusantara, yang dipersatukan oleh nilai nilai dan karakteristik Muhammadiyah yakni: Ketauhidan menghindari kesyirikan, khurofat,  bid’ah dan tahayul; Bersandar ajaran murni Qur’an dan Sunnah; Ijtihad dan Tajdid; bersifat  Moderat; dan rohmatan lil ‘aalamiin. Dari akar ilmu pencak Banjaran yang berkembang pesat di  Kauman hingga berkembang menjadi ilmu gabungan saat ini merupakan bukti dinamikanya  perkembangan keilmuan Seni Beladiri Tapak Suci.  

Apresiasi tinggi harus diberikan kepada pengurus periode saat ini yang telah berhasil  menyelesaikan kodifikasi dan penyempurnaan kurikulum keilmuan Tapak Suci tidak saja untuk  keilmuan ragawi akan tetapi juga tentang materi Al Islam dan Kemuhammadiyahan juga keorganisasian dan ke-Tapak Sucian. Langkah ini sangat krusial. Kurikulum yang seragam,  adaptif, dan terdokumentasi dengan baik memastikan bahwa kemurnian teknik bela diri serta nilai nilai ideologi keislaman tetap terjaga secara standar dari tingkat pusat hingga ke cabang-cabang  internasional, tanpa kehilangan ruh asli warisan para pendiri khususnya tetap menjaga prinsipnya  yang mengacu pada Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM). terselesaikannya Kurikulum Tapak Suci menjadi bukti transformasi dari model tradisionilnya ilmu  pencak silat menjadi pola ilmu yang modern dan terstruktur dengan baik.

2. Muktamar dan Warisan Infrastruktur Modern

Muktamar XVI kali ini tidak berangkat dari nol Pengurus periode ini telah memberikan modal  berharga lewat ground breaking pembangunan Padepokan Tapak Suci yang modern. Proyek  monumental senilai miliaran ini dirancang dengan konsep Arsitektur Unggul Berkemajuan.  Fasilitas ini bukan sekadar bangunan fisik tapi padepokan ini akan menjadi pusat pelatihan terpadu  sekaligus laboratorium karakter. Padepokan modern ini adalah simbol harga diri organisasi  sekaligus pusat keunggulan (center of excellence) Perguruan Seni Beladiri Tapak Suci masa depan.

Langkah strategis ini memperoleh apresiasi luar biasa di tingkat nasional dimana Ketua Umum PB  IPSI, Bapak Sugiono, memberikan dukungan penuh secara langsung dalam sambutan dan  peletakan batu pertama. Sebagai komitmen konkret, PB IPSI mengucurkan bantuan dana hibah  untuk mempercepat proses pembangunan fasilitas multifungsi tersebut.  
Tempat ini akan menjadi kawah candradimuka untuk standarisasi pelatih, pemusatan latihan atlet,  serta pusat kajian keilmuan pencak silat. Tugas kepengurusan lima tahun ke depan adalah  mengawal pembangunan padepokan Tapak Suci ini hingga tuntas dan mengoptimalkan fungsinya  secara profesional.

3. Proyeksi 5 Tahun ke Depan: Menuju Organisasi Berbasis Data

Satu lagi lompatan besar dan warisan yang sudah dimulai oleh kepengurusan saat ini adalah  dimulainya penyempurnaan sistem database organisasi. Langkah digitalisasi ini harus menjadi  agenda prioritas yang dituntaskan dalam lima tahun ke depan melalui tiga pilar strategis:

• Integrasi Data Masif: Menuntaskan migrasi data keanggotaan manual ke sistem digital  yang terintegrasi dari tingkat Pimpinan Pusat, Wilayah, Daerah, hingga Pimpinan Cabang  di luar negeri untuk mempermudah pemetaan potensi kader, pelatih, dan wasit-juri.

• Peta Jalan Prestasi Berbasis Sport Science: Memanfaatkan database performa atlet secara  berkelanjutan untuk mendukung pembinaan usia dini yang lebih presisi demi menjaga  dominasi Tapak Suci di panggung nasional dan internasional dan salah satu yang ingin  diberikan adalah kontribusi Tapak Suci ikut mensukseskan keinginan Indonesia agar  Pencak Silat masuk dalam even Olimpiade.

• Kemandirian Ekonomi Perguruan: Mengkapitalisasi sistem data anggota untuk  membangun ekosistem bisnis resmi, seperti penyediaan seragam (sakral) dan atribut resmi  secara mandiri dan transparan.

Milad mengajarkan kita dari mana kita berasal, sementara Muktamar menentukan ke mana kita  akan melangkah. Capaian pengurus periode ini, mulai dari kurikulum keilmuan yang tuntas,  fondasi padepokan modern, hingga sistem database yang mulai tertata, adalah modal utama untuk  melompat lebih tinggi dan mendunia. Sinergi antara nilai spiritual dan manajemen organisasi  modern akan memastikan Tapak Suci tetap tegak berdiri sebagai pencetak pesilat berprestasi  sekaligus kader berintegritas pembela agama dan bangsa.

Dirgahayu yang ke-63 dan Selamat Melaksanakan Muktamar Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah ke XVI tahun 2026 di Semarang.

“Dengan Iman dan Akhlak Saya Menjadi Kuat 
Tanpa Iman dan Akhlak Saya Menjadi Lemah

Laahaula Walaa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil ‘Adziim”


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Anakku, Hormatilah Gurumu Oleh: Dr Husamah, SPd, MPd, Wakil Dekan I FKIP Universitas Muhammadiyah M....

Suara Muhammadiyah

12 November 2025

Wawasan

Tapak Suci Paket Lengkap Pembiasaan Anak Indonesia Hebat Oleh : Yudha Kurniawan, ASN Kemdikdasmen b....

Suara Muhammadiyah

3 March 2025

Wawasan

Revisi Tata Tertib DPR Merusak Sistem Bernegara Oleh: Sobirin Malian, Dosen Fakultas Hukum Universi....

Suara Muhammadiyah

8 February 2025

Wawasan

Profetik dalam Ramadhan Penulis: Ichsan Y. Nuansa Putra, M.Pd., Gr., Guru SMA Muhammadiyah 1 Yogyak....

Suara Muhammadiyah

25 February 2026

Wawasan

Oleh: Izza RohmanKetua Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah New South Wales Australia Alhamdulill....

Suara Muhammadiyah

4 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah