Cegah Kekerasan Pelajar, Penguatan Karakter Sejak Dini sebagai Keniscayaan

Publish

6 December 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
461
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Gejolak kekerasan di lingkungan sekolah sebagai hal mendesak yang perlu dicegah dan ditangani dengan tepat. Peristiwa ini kian masif meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

"Maka, kekerasan menjadi hal yang urgent, yang mendesak untuk dicegah dan ditangani dengan tepat. Artinya, perlu ada pengaturan dan strategi apabila kekerasan ada di sekolah, khususnya," papar Shara di forum Pelajar Bicara Kemanusiaan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di SM Tower Malioboro Yogyakarta, Sabtu (6/12).

Shara menjelaskan, Puspeka secara khusus menangani kekerasan yang terjadi di sekolah atau satuan pendidikan formal karena berada di bawah naungan Kemendikdasmen.

"Kami di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, konteks yang diatur adalah yang terkait kekerasan yang terjadi di sekolah atau satuan pendidikan. Ada beberapa kebijakan prioritas yang menjadi strategi pencegahan maupun penanganan kekerasan di satuan pendidikan," jelasnya.

Shara juga menjelaskan, program-program Puspeka diturunkan dari asta cita atau visi-misi dari Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. "Dari sini turunlah program-program yang digabungkan dengan kajian-kajian kemudian kasus ataupun fenomena yang terjadi di lapangan," tuturnya.

Di samping itu, Puspeka juga mengampu tiga isu yaitu penguatan pendidikan karakter melalui pembiasaan di satuan pendidikan, budaya sekolah aman dan nyaman, dan terakhir inklusivitas dan kebhinekaan.

"Secara garis besar ada tiga isu yang diampu Pusat Penguatan Karakter, yaitu terkait penguatan pendidikan karakter melalui pembiasaan di satuan pendidikan," terangnya.

Termasuk, Tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat masuk ke dalam program tersebut. Kata Shara, mencakup bangun pagi, beribadah, olahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Menurutnya, pembiasaan tujuh kebiasaan ini akan menciptakan peradaban yang positif.

"Tujuh kebiasaan ini kalau dilakukan akan membangun peradaban. Karena dari pembiasaan akan menjadi kebiasaan, kemudian menjadi kepribadian-kepribadian positif, lalu menjadi peradaban. Kebiasaan bukan hanya kebiasaan, sebab sesuatu yang besar dimulai dari hal kecil," katanya.

Konsistensi merupakan kunci dalam pembangunan peradaban ini, ungkap Shara. "Apabila tujuh kebiasaan ini dilakukan secara konsisten dan bersama-sama, maka akan merubah hal yang tadinya kecil, yang menurut kita kelihatannya kecil, menjadi hal yang besar. Hal-hal positif ini secara tidak langsung akan mengurangi, bahkan meminimalisir kekerasan tersebut," tukasnya. (hanan)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau menyerahkan bantuan kem....

Suara Muhammadiyah

14 December 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Univers....

Suara Muhammadiyah

20 January 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tidak bisa dinafikan, realitas kehidupan saat ini menampakkan ma....

Suara Muhammadiyah

25 February 2026

Berita

Orang Berpuasa Di Bulan Ramadhan Dirindukan Surga PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Empat golongan....

Suara Muhammadiyah

24 February 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uha....

Suara Muhammadiyah

4 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah