Cetak Agen Perubahan Menuju Universitas Muhammadiyah Cilacap
CILACAP, Suara Muhammadiyah – Sejumlah 73 mahasiswa STIE Muhammadiyah Cilacap mengadakan wisuda ke-XXIII Ahli Madya dan Sarjana di Sekar Ageng Ballroom Hotel Aston Inn Cilacap pada Sabtu (31/10/2026).
Ketua STIE Muhammadiyah Cilacap, Warsono, berharap wisuda kali ini sebagai titik awal untuk pola pikir besar menuju transformasi Universitas Muhammadiyah (UM).
"Berharap kepada teman-teman wisudawan dan wisudawati untuk menyadari dirinya menjadi duta pertama yang harus membawakan diri di luar sana, betul-betul menjadi agen perubahan," harapnya.
Branding STIE Muhammadiyah Cilacap menjadi tanggung jawab alumni. Alumni juga memiliki tanggung jawab keilmuan sehingga harus meningkatkan keterampilan yang dipunyai dan memperbarui keilmuannya.
"Alumni selalu kekinian, sehingga bisa masuk ke ranah dunia industri yang dari waktu ke waktu," ujarnya.
Berkaitan dengan Universitas Muhammadiyah, manajemen strategis rencana di tahun 2029–2030 diharapkan sudah bisa menjadi UM.
"Makanya sekarang kita gaungkan pertama, 2027 akan ada follow up, harapan semua sudah bersiaga untuk melangkah menuju UM," harapnya.
Kondisi arah di lapangan, ada upgrade dalam bidang fisik, lingkungan kampus. Harapan kepercayaan tumbuh, student body bertambah.
"Tujuan agar masyarakat, kepercayaan terbangun bahwa STIE Muhammadiyah Cilacap bisa bertransformasi menjadi UM," tandasnya.
Meminta bantuan kepada seluruh stakeholder dan mitra kerja untuk bersama-sama mendukung.
"Memastikan pendidikan di Cilacap betul-betul naik. Kita ingin membantu, Cilacap bisa memastikan bahwa generasi muda Cilacap semua bisa menikmati pendidikan tinggi tanpa kecuali. Insyaallah kita akomodatif dengan kondisi kita," tandasnya.
Bendahara Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (DIKTILITBANG) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Andi Dwi Bayu Bawono, menyampaikan selamat atas wisuda ke-XXIII STIE Muhammadiyah Cilacap yang berjalan lancar, juga selamat kepada wisudawan dan wisudawati yang telah diwisuda. "Gali terus potensi dan wujudkan cita-cita Anda," ucapnya.
Tantangan menjadi peluang. Dari 73 yang diwisuda, tentunya ada beberapa yang sudah bekerja. Secara tantangan meningkatkan karier dan profesi supaya lebih baik lagi. "Bagi yang belum atau mencari kerja maka tantangan era globalisasi yaitu pemasaran online dengan teknologi," jelasnya.
Sarjana sebagai kunci pembuka gerbang, kompetensi itu penting dipelajari dan diperkuat sambil berjalan. "Kompetensi kejujuran, sopan, baik dan memiliki jiwa kepemimpinan serta jiwa kerja sama juga bisa kerja dengan baik," tandasnya.
Jaga nama baik almamater dan diri Anda. Punya bekal dan misi untuk wadah Al-Islam Kemuhammadiyahan.
"Kembangkan banyak skill Anda, dan peluang wirausaha. Untuk mempermudah kerjaan gunakan seluruh teknologi untuk membangun pekerjaan," sarannya.
Transformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Cilacap, ini yang ditunggu. "Harusnya prodi yang gabungan, misalnya Fakultas Teknik, Integrity Engineering," jelasnya.
IPK tertinggi 3,97 dari Program Studi S1 Akuntansi, Khamidatul Aulia, mengucapkan bersyukur bisa mencapai IPK tertinggi.
"Alhamdulillah, rasanya bahagia, bangga, dan juga puas," ucapnya.
Dari semester 1, selalu berusaha mendapat nilai A di setiap mata kuliah, konsisten belajar, rajin latihan soal, mengerjakan tugas tepat waktu, aktif di kelas, dan selalu hadir di setiap mata kuliah.
"Saya percaya, semua hal itu bisa diasah. Jadi saya punya semangat untuk bertumbuh, semangat untuk berkembang," ujarnya.
Atas saran dosen untuk rajin mengerjakan latihan soal, di situ turning point untuk bisa terus berkembang di perkuliahan.
"Saya bersyukur dosen dan lingkungan STIE Muhammadiyah Cilacap sangat mendukung mahasiswa yang ingin menjadi lebih baik lagi," ungkapnya.
Harapan saya, semoga titik ini tidak menjadikan saya tinggi hati, justru semakin memacu semangat untuk terus berkembang dan mengamalkan ilmu yang dapat dipraktikkan secara nyata.
"Saya berharap, dengan IPK saya, saya bisa berkontribusi dan berdampak secara maksimal dan positif. IPK tinggi bukan hal yang sulit bagi mereka yang konsisten bahwa menuntut ilmu adalah tentang berproses, bukan kepraktisan, perlu diasah dan dilatih," paparnya.
Sambutan Plt. Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya yang dibacakan oleh Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Bintang Dwi Cahyono, mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati.
"Semoga keberhasilan ini menjadi awal untuk terus berkarya, meraih masa depan lebih baik, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," harapnya.
Wisuda merupakan awal untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat. "Di tengah perkembangan teknologi dan persaingan dunia kerja, dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, mampu beradaptasi, serta menjunjung tinggi integritas dan tanggung jawab," pesannya.
Dengan bekal ilmu yang diperoleh, berharap wisudawan dan wisudawati mampu menciptakan peluang dan membuka lapangan kerja. Jadilah generasi kreatif, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Terus belajar dan kembangkan potensi diri, manfaatkan ilmu yang dimiliki untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
"Memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Cilacap," pungkasnya. (Wasis)