BEKASI, Suara Muhammadiyah -Enam mahasiswa Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) menjadi bagian penting di balik keberhasilan tim bola voli Jakarta LavAni meraih Juara 1 Proliga 2026, bahkan salah satunya dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) dalam kompetisi kasta tertinggi bola voli Indonesia.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) tersebut kembali mencatatkan prestasi gemilang di level nasional. Enam mahasiswa yang tergabung dalam tim juara tersebut adalah Prasojo, Musabikhan, Banin Rahastyo, Boy Arnez Arabi, Nanda Waliyu, dan Hendra Kurniawan.
Prestasi ini menegaskan bahwa mahasiswa UM Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi nyata di level profesional nasional. Kontribusi mereka tidak sekadar melengkapi tim. Boy Arnez Arabi tampil impresif hingga meraih penghargaan Best Outside Hitter sekaligus Most Valuable Player (MVP), sementara Hendra Kurniawan menunjukkan performa solid sebagai Middle Blocker. Keberhasilan ini semakin menegaskan kualitas pembinaan atlet di lingkungan PJKR UM Indonesia.
Seluruh mahasiswa tersebut merupakan penerima beasiswa penuh (Fullbright), yang menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun olahraga prestasi. Sistem pembinaan yang terintegrasi ini menjadi salah satu kunci lahirnya atlet-atlet kompetitif di level nasional.
Dukungan kampus terhadap prestasi mahasiswa juga ditunjukkan dengan kehadiran langsung jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Indonesia saat laga final. Wakil Rektor III, pimpinan Program Studi PJKR, dosen, serta Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DIKA) turut hadir memberikan dukungan langsung.
Wakil Rektor III UM Indonesia Prof Sri Atmaja Putra Jatining Nugraha Nasir Rosyidi menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa tersebut.
“Kami mengucapkan selamat kepada mahasiswa PJKR yang telah meraih prestasi bersama LavAni. Kami turut bangga mahasiswa PJKR UM Indonesia mampu membawa tim LavAni meraih Juara 1 Proliga 2026. Ini adalah bukti nyata bahwa pembinaan prestasi di kampus berjalan optimal dan berdampak di tingkat nasional,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kemenangan, capaian ini juga mencerminkan pendekatan pendidikan yang adaptif di UM Indonesia. Melalui kebijakan yang tertuang dalam Surat Keputusan Dekan FKIP, mahasiswa yang meraih prestasi olahraga di tingkat internasional multievent dapat menjadikan capaian tersebut sebagai bentuk penyelesaian tugas akhir, tanpa harus menempuh skripsi konvensional.
Kebijakan ini membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkembang sesuai potensi dan jalur prestasinya, tanpa mengesampingkan kualitas akademik. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya didorong untuk lulus, tetapi juga untuk berprestasi secara nyata.
Ke depan, kolaborasi antara PJKR UM Indonesia dan LavAni diharapkan terus berlanjut dan berkembang, tidak hanya dalam bidang kompetisi olahraga, tetapi juga dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkembang, berprestasi, dan membawa nama UM Indonesia semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

