Cinta dan Do’a
Oleh: Alif Sarifudin Ahmad (ASA), PDM Kota Tegal
Lahir dengan doa
Tumbuh dengan cinta
Berjuang dengan Ilmu
Bersinar dengan Bahagia
Jumat, 1 Rabiul Awwal 1448 H.
14 Agustus 2026 M.
Goresan pena untuk generasi milenial yang sudah beranjak dewasa
Jika Allah mengambil sesuatu darimu, Allah pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik. Percayalah dengan rencana Allah. Karena Allah sebaik-baik perencana.
Matahari terbit diiringi nyanyian pagi
Desiran angin membisikkan kata cinta
Burung keluar dari peraduan tempat sunyi
Dedaunan menyalami selamat pagi bahagia
Dunia orang tua dengan generasi milenial itu berbeda. Ada beberapa tantangan yang menjadi prinsip. Dulu akses info orang tua terbatas. Misalnya hanya melalui Surat Kabar, TV, buku, dan guru atau Ustaz. Sekarang sangat berlebihan dan penuh tantangan. Tantangan anak sekarang 24 jam dari HP, TikTok, YouTube, sampai AI, sehingga akan mengalami kesusahan dalam mencari informasi yang valid, susah memilih mana yang benar dan mana yang baik.
Tantangan orang tua adalah kecapaian fisik, sedangakan tantangan anak sekarang adalah kecapaian batin karena dibombardir informasi dan perbandingan. Musuh terbesar anak sekarang adalah kecepatan dan kebisingan , sedangkan orang tua kurang info. Sekarang mereka para milenial tenggelam dengan info. Mereka butuh "filter" bukan "larangan". Kesimpulannya, anak-anak zaman sekarang yang dibutuhkan dari orang tua adalah ruang aman yang diwujudkan dalam cinta yang berujung pada keteladanan dan doa.
Anak zaman sekarang yang dibutuhkan bukan ceramah, tetapi tempat pulang yang nyaman saat dunia digitalnya berisik. Kebijakan sebagai orang tua jadilah pendengar dulu, baru penasihat yang sebenarnya dan inilah yang sangat dirindukan anak zaman sekarang. Mereka butuh ruang yang nyaman dan aman.
Di usia yang semakin dewasa, saat ujian datang silih berganti mengelilingi perjalanan anak milenilal, tentu banyak hikmah yang didapat. Kekuatan utama bagi orang yang beriman saat datangnya ujian adalah Sabar, semangat, tetap berdoa dan berdzikir, dan ikhlas dengan takdir. Jarang orang dapat melakukan ini termasuk orang tua apalagi Ketika dialai oleh anak zaman sekarang. Tapi semua it, bisa teratasi dengan membekali agar mereka mempunyai kadar keimanan yang kuat di hati. Hati itu bagaikan raja yang bisa mengatur semuanya. Apabila hati itu baik maka semua akan menjadi baik. Sebaliknyaa, apaila hati itu buruk yang ada adalah negatif.
Melalui tulisan ini, penulis ingin mengajak kepada semua untuk mengutamakan cinta dan doa dengan Sabar. Sabar ketika mendapat musibah atau ujian yang menimpa. Sabar ketika melihat gemerlap dunia, sabar ketika banyak maksiat di sekelilingnya, dan sabar dalam taat atau ibadah.
Apabila kita mampu meletakkan sabar dengan baik. Maka cinta Allah kepada hambaNya, berujung pada pahala yang tak terhingga, sebagaimana terdapat dalam Surat Az-Zumar ayat 10
قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌۗ وَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌۗ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ ١٠
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan.
Pertama, Sabar ketika kita menghadapi musibah atau ujian yang datang. Dengan sabar ini, Allah akan menempatkan kita dalam golongan orang-orang yang mendapat predikat “Ahli Ridho”. Musibah itu akan membawa luka, sedih, derita, bahkan putus asa. Tetapi Ketika musibah dianggap sebagai ujian yang harus dihadapi bukan lari, maka kita sebagai manusia mampu menempatkan dalam kepasrahan muncullah kenikmatan yang tidak bisa ditulis dengan kata-kata.
Kedua, Sabar saat menghadapi gemerlap dunia yang ada di sekeliling kita. Apabila kita mampu menghadapi dengan arif, tidak rakus, tidak serakah dengan kemewahan dunia, maka Allah akan menempatkan kita dalam golongan Ahli Zuhud. Sesuai hurufnya, Zuhud ada 3 huruf, yakni Za, Ha, dan Dal yang mempunyai makna sebagaimaa disebutkan dalam kitab Nashaihul-Ibad, Bab 3 makalah yang ke-33, diartikan oleh Ibnu Abbas Radhiayallohu Anhu, berarti ikhtiar untuk menguatkan Perbekalan untuk kembali kepada Allah atau Zadun Lil Ma’ad, mencari petunjuk atau Hudan Lid-diin, dan taat kepada Allah secara terus menerus atau Dawamun ala Thaat.
Ketiga, Sabar dalam menghadapi maksiat yang semakin masif di mana-mana dengan berjuang untuk tidak memperturutkan hawa nafsu, maka Allah akan menempatkan kita dalam tempat yang mulia atau Ahli Taqwa.
Keempat, Sabar untuk terus cinta dan doa dalam taat. Perjuangan untuk terus mendekat Allah dengan taat, maka Allah akan mengangkat kita dalam tempat yang agung yakni Ahli Istikamah.
Akhirnya melalui tulisan sederhana ini kado spesial di hari keberkahan
"Untuk Malaikat Kecilku"
Hari ini kau tambah satu tahun lagi,
Tawa dan doa mengiringi.
Anakku, cahaya di rumah ini semakin sepi,
Saat kau tak di rumah pergi mencari arti
Semoga Allah jaga langkahmu setiap hari
Tumbuhlah jadi anak sholeh,
Berbakti, cerdas, dan penuh berkah.
Pelukku, doaku, dan cintaku
Selalu untukmu, sepanjang waktu
Dulu kau sekecil genggaman,
Kini sudah besar dan berkata aman
Setiap tawamu obat lelah
Harapan bisa berbagi cerah
Mabruk fii Umrik
Jadilah bintang yang selalu terang
Jadilah matahari yang selalu menyinari
Mimpi-mimpimu akan terus terjaga
Sampai semua jadi nyata
Selama ayahmu masih ada
Bahagia adalah cinta
Doa tak pernah sirna
Sepanjang masa
Doakan ibumu, kakak, dan adikmu dengan cinta
Jadilah manfaat untuk semua

