Dakwah Inklusif, LDK PWM Sulsel dan BAZNAS Rangkul Masyarakat Rentan Lewat Pesantren Jalan Cahaya

Suara Muhammadiyah

7 March 2026

529
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan resmi menggelar kegiatan Pesantren "Jalan Cahaya". Bertempat di Mushalla Mappakabaji, Kampung Matoa, Makassar, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad, 7-8 Maret 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program menyambut Ramadan 1447 H yang dilaksanakan secara serentak di 20 titik di seluruh Indonesia. Program ini secara khusus menyasar kelompok masyarakat marjinal dan rentan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pembinaan keagamaan formal.

Sentuhan Dakwah untuk Masyarakat Rentan
Ketua Panitia Pelaksana, Tauhid S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa program ini adalah wujud kolaborasi nyata antara BAZNAS RI dan LDK PWM Sulsel dalam merangkul lapisan masyarakat yang sering terlupakan. "Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari anak jalanan dan pemulung di wilayah Makassar," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua LDK PWM Sulsel, Prof. Dr. Nurhidayat M. Said, M.Ag., menegaskan komitmen lembaga yang dipimpinnya dalam mengawal dakwah di akar rumput.

"LDK berkomitmen penuh untuk membina masyarakat marjinal dan rentan. Kami ingin memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang status sosialnya, mendapatkan hak yang sama dalam pembinaan spiritual," tegas Prof. Nurhidayat.


Ketua BAZNAS Sulsel, Dr. dr. H. Muh. Khidri Alwi, M.Kes., M.A., menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiasi program ini. Menurutnya, menghadirkan pengajaran Islam dan baca Al-Qur'an di tengah masyarakat marjinal adalah langkah yang sangat mulia.

"Kami sangat bersyukur atas kegiatan inovatif ini. Masyarakat sangat membutuhkan bimbingan untuk mempelajari Islam dan bacaan Qur'an dengan cara yang menyentuh. Kami berharap kedepannya dapat berkolaborasi kembali untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya demi memberi manfaat yang lebih luas lagi," ungkap Dr. Khidri.

Pesantren "Jalan Cahaya" tidak berhenti pada pembinaan spiritual semata. Program ini dirancang sebagai pintu masuk (entry point) bagi pembinaan berkelanjutan melalui pendekatan Zakat Community Development (ZCD). Kedepannya, penguatan spiritual yang telah dibangun akan diintegrasikan dengan program pemberdayaan ekonomi dan sosial guna mengangkat harkat hidup para peserta.

Melalui kolaborasi ini, BAZNAS RI dan LDK PWM Sulsel menegaskan posisi mereka dalam menghadirkan dakwah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat rentan, khususnya di Sulawesi Selatan dan Kota Makassar.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Keberadaan media sosial yang ada di mana-mana menawarkan saluran....

Suara Muhammadiyah

15 November 2023

Berita

PADANGPANJANG, Suara Muhammadiyah -- Rumah produksi Kauman Entertainmen secara resmi memperkenalkan ....

Suara Muhammadiyah

28 May 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. H....

Suara Muhammadiyah

4 September 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Membuka Masa Taaruf (MATAF) 2026 bagi mahasiswa baru Universi....

Suara Muhammadiyah

10 September 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menerima penghargaan dari Majel....

Suara Muhammadiyah

17 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah