Dakwah Muhammadiyah Berjuang Memerdekakan Umat dari Belenggu Akidah yang Menyimpang

Suara Muhammadiyah

26 August 2026

94
Dr Bachtiar Dwi Kurniawan, SFilI., MPA

Dr Bachtiar Dwi Kurniawan, SFilI., MPA

DEPOK, Suara Muhammadiyah – Misi dakwah Muhammadiyah amat substansial dalam kehidupan. Selain mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, kata Bachtiar Dwi Kurniawan, terselip misi lain, yakni dakwah untuk memerdekakan.

“Memerdekakan umat dari belenggu akidah yang belum lurus, akidah yang belum bersih, akidah yang masih tercampur-campur, akidah yang belok-belok,” tegasnya.

Kemerdekaan secara akida berimplikasi pada seruan Allah. “Menjadi umat Islam yang sesungguhnya,” tekannya lagi. Dengan demikian, wujud dari konkretisasi dakwah Muhammadiyah mengerucut pada upaya menghadirkan Islam yang murni.

“Jadi kalau ikut Muhammadiyah, semua diajari, dibina, diberikan perhatian supaya tidak seperti masyarakat Jazirah Arab ketika itu yang mengakui Tuhan sebagai sang pencipta, tapi tidak mau menyembah, sembahnya yang lain,” bebernya.

Bachtiar mengajak kepada warga Persyarikatan melalui Muhammadiyah dijadikan sebagai medium untuk memurnikan akidah. Dengan output seperti apa?

“Benar-benar merdeka untuk menghapus, menghilangkan, menyingkirkan tuhan-tuhan selain Allah,” jelasnya saat Pengajian Hari Bermuhammadiyah ke-10 Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Depok, Selasa (25/8) di Masjid At-Tanwir Bojongsari, Rukun IV, Kav Pertamina Blok S, Curug, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.

Di situlah peran vital dakwah Muhammadiyah bertungkus lumus untuk memurnikan akidah seperti Nabi Muhammad Saw. “Memurnikan akidah masyarakat Quraisy di Arab ketika itu,” kata Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Dakwah yang seperti itu, sebut Bachtiar tidak ringan. “Perjuangan berdakwah memang berat. Yang ringan itu istirahat, gelundang-gelundung kayak semangka di rumah,” selorohnya. Tapi, garisbawah dari dakwah itu tidaklah ringan dan mudah bak membalikkan kedua telapak tangan.

“Berdakwah mau amar makruf, mau nahi mungkar, semuanya berat. Semua dakwah itu berat. Kalau dakwah itu ringan, Nabi Muhammad tidak perlu berjuang segitunya,” terangnya.

Karena itu, perjuangan memurnikan akidah menjadi bagian dari detak jantung dakwah Muhammadiyah. Melalui dakwah tersebut, Muhammadiyah berupaya menghadirkan umat yang tidak hanya memahami Islam, tetapi merdeka secara akidah dan sepenuhnya mengesakan Allah.

“Dalam rangka menegakkan dan memurnikan akidah Islam supaya menjadi umat-umat yang merdeka secara akidah,” singkapnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Ratusan mahasiswa dan jamaah Masjid Darul Muslimin Pimpinan Cabang Muh....

Suara Muhammadiyah

26 August 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Lazismu Sedayu melaksanakan Bakti Sosial Dropping Air Bersih di Dusun P....

Suara Muhammadiyah

4 November 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhmamadiyah – Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung ke....

Suara Muhammadiyah

14 July 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Bahwa cita-cita menjadi bangsa yang maju sebagai keniscayaan,....

Suara Muhammadiyah

30 December 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingny....

Suara Muhammadiyah

27 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah