ITESA Muhammadiyah Semarang Serahkan Mahasiswa Magang untuk Program Desa Cantik BPS Kendal 2026
KENDAL, Suara Muhammadiyah – Program Studi D3 Statistika Institut Teknologi Statistika dan Bisnis Muhammadiyah (ITESA) Semarang secara resmi melaksanakan penyerahan mahasiswa magang kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal dalam rangka pelaksanaan Program Pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026, pada Senin, 13 April 2026.
Kegiatan penyerahan yang berlangsung di Aula BPS Kabupaten Kendal ini dihadiri oleh jajaran pimpinan serta perwakilan dari kedua institusi. Momentum ini menjadi bagian penting dari implementasi kerja sama antara ITESA Muhammadiyah Semarang dan BPS Kabupaten Kendal dalam mendukung penguatan literasi statistik di tingkat desa.
Sebanyak 10 mahasiswa Program Studi D3 Statistika ITESA Muhammadiyah Semarang diterjunkan dalam program magang ini. Kegiatan magang telah dimulai sejak 6 April hingga 31 Juli 2026, dengan fokus pada pendampingan desa dalam pengelolaan data statistik.
Selama pelaksanaan magang, mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan, seperti pengumpulan data desa, pengolahan dan analisis data, penyusunan informasi statistik, serta pendampingan administrasi data desa. Keterlibatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan.
Program Desa Cantik sendiri merupakan inisiatif strategis dari BPS untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data di tingkat desa, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis di lapangan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan berbasis data. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang statistika terapan.
ITESA Muhammadiyah Semarang berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi semua pihak, khususnya dalam menciptakan ekosistem desa yang sadar data (data-driven village) serta mendukung pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran. (Hapsari)
