Menteri Kehutanan RI Sebut Sekolah Kehidupan Itu Bernama IPM

Publish

23 July 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

1
686
Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni

Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Baginya, IPM adalah sekolah. Tapi bukan sekolah dalam pengertian yang dipahami secara umum, formal, berjenjang, dan penuh dengan mata pelajaran. Sekolah yang ia maksud merupakan ruang yang mengajarkan keterampilan hidup (life skill). Hal ini disampaikan Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan RI pada resepsi Milad ke-64 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Aula Lantai 6 PP Muhammadiyah Jakarta (22/7). 

Fakta ini menjadi bukti bahwa pengalamannya di IPM telah membawanya ke puncak pengkhitmatan kepada bangsa, negara, serta rakyat Indonesia. 

“Perlu saya akui di sini, kalau pada hari ini saya bisa mencapai titik amanah dalam karir menjadi Menteri Kehutanan, saya kira kontribusi terbesar adalah, ketika saya pernah dididik di sekolah bernama Ikatan Pelajar Muhammadiyah,” ujarnya. 

Banyak hal ia pelajari di IPM. Mulai dari bagaimana cara memegang palu sidang, berdebat, memimpin rapat, membangun tradisi organisasi yang baik, hingga melakukan praktik demokrasi di tubuh organisasi, yang dalamnya ada transparansi dan akuntabilitas. Semua itu telah ia serap sebagai bekal menghadapi kehidupan yang akan datang sejak memimpin IPM pada tingkat ranting di Garut, Jawa Barat. Hingga menjadi pimpinan pucuk di IPM pada 2000-2002 silam. 

“Pendek kata kita belajar berdemokrasi, berdebat, dikritik dan diberikan saran. Ini sangat luar biasa,” ucapnya. 

Dalam konteks tersebut, Raja Juli ingin memberikan motivasi kepada seluruh kader, bahwa berproses di IPM akan memberikan cakrawala baru untuk membuka kesempatan seluas-luasnya. 

“Ini tentu menjadi tradisi yang baik untuk melakukan rekonsoliasi,” tegasnya. 

Dalam perjalanan waktu 64 tahun, IPM memiliki tradisi baik untuk terus belajar, berkembang, berproses menjadi pemimpin sejak dini. Membiasakan diri banyak bekerja dan sedikit bicara. Meskipun dalam lanskap perpolitikan Indonesia, setiap pemimpin diharuskan untuk banyak bekerja dan bicara secara simultan. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTAENG, Suara Muhammadiyah - Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM Sulsel bersama Pimpinan Daerah Muh....

Suara Muhammadiyah

31 October 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 388 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) me....

Suara Muhammadiyah

19 April 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Dosen Program Studi Bioteknologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung....

Suara Muhammadiyah

27 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bertempat di Lahan Laboratorium integrated Farming UNISA, Majelis P....

Suara Muhammadiyah

31 December 2025

Berita

KUPANG, Suara Muhammadiyah – Di sela-sela pelaksanaan Tanwir dan Milad Muhammadiyah ke-112 di ....

Suara Muhammadiyah

5 December 2024