YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dunia saat ini benar-benar dalam kondisi yang superkompleks. Bungai rampai yang mengemuka di permukaan seperti krisis ekonomi. “Ini sudah terasa,” kata Afnan Hadikusumo.
Lebih-lebih yang paling menyesakan dada, ihwal krisis kepemimpinan. Dikemukakan Afnan, banyak pemimpin saat ini telah tercerabut dari raganya dimensi akhlaknya.
“Krisis akhlak, ya. Akhlak kepemimpinan,” ucap Afnan, Ahad (15/3) saat Pengajian Berbuka Puasa PCPM dan PCNA Jetis Yogyakarta di Masjid Noor Pakuningratan Yogyakarta.
Mencontohkan soal korupsi. Yang saat ini makin menggurita dan tak terbendung lagi. Banyak pemimpin yang telah hilang integritasnya hatta melakukan tindakan busuk itu.
“Bahwa yang seperti itu (korupsi) tidak boleh, dilarang,” tegas Dewan Pakar Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.
Maka hal itu penting menjadi atensi bagaimana perilaku nista itu tidak sampai mencemari kader-kader Persyarikatan. Di sini Afnan sangat serius mengomentari persoalan pelik tersebut.
Karena itu, di tengah cengkeraman dekadensi moral nan akut ini, Afnan meminta kepada kader Muhammadiyah untuk senantiasa menjaga jangkar integritas. "Ini yang paling penting kawan-kawan," tekannya.
Di samping, perlu bersyukur dengan segala hal yang telah disemai oleh Allah di muka bumi. Bila hidup selalu bersyukur, singkap Afnan, niscaya nikmat itu akan ditambah lagi oleh Allah. “Akan selalu menambah kesyukuran kita,” ujarnya.
Sebaliknya, kalau mengingkari nikmat yang disemai Allah, dan lebih-lebih tidak mau bersyukur, Allah akan menimpakan azab-Nya yang amat pedih.
“Di tengah kesulitan kita tetap harus bersyukur karena sekali lagi, Allah akan menambah syukur kita,” terang Afnan.
Dengan penuh harap, seluruh kungkungan persoalan tersebut, bisa segera tereleminisasi dari tubuh bangsa. “Mudah-mudahan, aman terus. Ekonominya aman, dan situasi sosialnya juga aman,” tandasnya. (Cris)
