BANYUMAS, Suara Muhammadiyah – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Banyumas pada 2026 membuat sejumlah sumur warga mengering. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami kekurangan pasokan air bersih.
Di tengah situasi tersebut, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banyumas bersama Yayasan Gerakan Beramal Baik bergerak cepat. Distribusi air bersih dilakukan secara berkelanjutan ke sejumlah desa yang terdampak kekeringan.
Program Bantuan Air Bersih Banyumas 2026 dengan tagar #GerakanBeramalBaik resmi berjalan, Selasa (25/8). Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 28.222 jiwa terdampak kondisi tersebut.
Ketua PDPM Banyumas, Subhan Purno Aji, memastikan distribusi dilakukan secara bergilir agar bantuan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan.
“Kami pastikan air terus mengalir. Sistemnya rolling. Hari ini Sumpiuh, kemarin dua lalu Ajibarang dan Gumelar. Semua mendapat giliran,” ujarnya.
Gerakan Muhammadiyah Banyumas memprioritaskan wilayah yang mengalami dampak kekeringan cukup parah. Salah satunya Kecamatan Sumpiuh.
Di wilayah tersebut, bantuan disalurkan ke Desa Karanggedang, Kebokura, Kemiri, Kradenan, dan Nusadadi. Sumber air berasal dari mata air milik Tuniyem, kader Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Sumpiuh di Desa Lebeng. Mata air tersebut menjadi salah satu penopang kebutuhan warga selama kemarau.
Relawan MDMC Sumpiuh, Gustono, bertugas mengatur distribusi agar bantuan dapat diterima warga secara merata.
“Air ini bukan hanya untuk minum. Warga menggunakannya untuk mandi, memasak, dan anak-anak berangkat sekolah. Makanya kami jaga agar tidak terlambat didrop,” katanya.
Sebelumnya, LAZISMU Banyumas juga mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah di Kecamatan Ajibarang dan Gumelar.
Di Kecamatan Ajibarang, distribusi menyasar Desa Jingkang, Grumbul Kalisari, dan Grumbul Karangnangka. Sementara di Kecamatan Gumelar, bantuan dikirim ke Desa Samudera, Samudera Kulon, dan Telaga. Sebanyak 1.000 liter air diserahkan melalui Camat Gumelar untuk selanjutnya dibagikan kepada warga.
Bagi masyarakat terdampak, kehadiran tangki air bersih memberikan manfaat langsung. Badriyah, 62 tahun, warga Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut.
“Alhamdulillah ada bantuan. Cucu saya kelas 3 SD bisa mandi dan mencuci seragam. Kalau tidak ada tangki ini, kami harus berjalan jauh mencari air,” ujarnya.
Subhan menegaskan, Muhammadiyah Banyumas bersama Gerakan Beramal Baik berkomitmen untuk terus mendistribusikan air bersih selama masyarakat masih membutuhkan.
“Selama hujan belum turun dan sumur warga belum kembali, kami akan terus mendistribusikan air. Ini komitmen kemanusiaan kami,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat dan para donatur untuk terus mendukung #GerakanBeramalBaik agar jangkauan bantuan dapat diperluas dan semakin banyak warga terdampak yang memperoleh akses air bersih. (Tarqum)

