Diklat Jurnalistik, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Tegal Dorong Gerakan Guru Menulis

Suara Muhammadiyah

2 July 2025

1086
Foto Istimewa

Foto Istimewa

TEGAL, Suara Muhammadiyah – Suasana penuh semangat dan kegembiraan mewarnai pelaksanaan Diklat Jurnalistik dan Sastra bagi para guru Muhammadiyah se-Kota Tegal. Bertempat di Hotel Riez Tegal, kegiatan yang digelar Majelis Dikdasmen PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tegal ini berlangsung pada Sabtu, 28 Juni 2025, bertepatan dengan 1 Muharram 1447 H.

Diklat ini menjadi langkah strategis untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi para guru dan kepala sekolah Muhammadiyah dalam meningkatkan kapasitas menulis, baik dalam bentuk karya jurnalistik maupun karya sastra. Harapannya, para guru tidak hanya produktif menulis untuk diri mereka sendiri, tetapi juga mampu membimbing peserta didik menekuni dunia literasi secara serius.

“Ini bagian dari upaya kita menjadikan Tegal sebagai kota literasi yang membanggakan,” ungkap Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Tegal, Purnomo Hadi, M.Pd.

Sebanyak 125 peserta yang berasal dari TK, SD, SMP, SMA/SMK, serta perwakilan dari 5 PCM se-Kota Tegal, mendapatkan materi mendalam dan praktik langsung dari dua narasumber nasional: Suyanto, M.Pd (penggiat literasi dari Banyuwangi) dan Mustofa W. Hasyim (sastrawan nasional, anggota Dewan Redaksi Suara Muhammadiyah Yogyakarta).

Ketua PDM Kota Tegal, Wahyu Heru Triono, dalam sambutannya menekankan pentingnya keterampilan menulis bagi guru. “Ilmu jurnalistik dan sastra yang didapat hari ini harus ditularkan kepada para siswa. Ini adalah langkah nyata dalam membangun budaya literasi di sekolah,” ujarnya.

Ketua panitia pelaksana, Masfuad Edi Santoso, menambahkan bahwa pelatihan ini mengusung tema Membangun Kreativitas dalam Menulis dan Berkomunikasi yang Baik. Ia meyakini para peserta mampu menyerap ilmu dengan baik dan menerapkannya di lingkungan sekolah masing-masing.

Usai pelatihan, para peserta tidak dibiarkan berjalan sendiri. Mereka dihimpun dalam grup komunikasi yang memungkinkan mereka terus berkonsultasi dengan para narasumber. Bahkan, karya-karya terbaik akan direkomendasikan untuk dimuat di media massa atau dibukukan.

“Ini bukan sekadar pelatihan sehari dua hari, tapi bagian dari gerakan literasi jangka panjang. Karya-karya guru harus hadir dan berbicara di ruang publik,” ungkap Suyanto yang telah melatih ribuan guru di berbagai wilayah Indonesia. (tof)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY menerima kunjungan pa....

Suara Muhammadiyah

15 July 2026

Berita

BALIKPAPAN, Suara Muhammadiyah – Pertanyaan tentang bagaimana membangun gerakan yang mampu mem....

Suara Muhammadiyah

31 May 2026

Berita

ACEH TAMIANG, Suara Muhammadiyah - Banjir yang melanda Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang....

Suara Muhammadiyah

26 December 2025

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Kegiatan kurban di kampus melibatkan mahasiswa yang tergabung IMM dan ....

Suara Muhammadiyah

9 June 2025

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas mengadakan acara sil....

Suara Muhammadiyah

14 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah