YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus memperkuat komitmennya sebagai kampus hijau berkelanjutan melalui berbagai langkah nyata yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Salah satu inisiatif yang kini dijalankan adalah program donasi pohon dan tanaman, yang terbuka bagi civitas academica maupun masyarakat umum sebagai bentuk partangan kolektif dalam mendukung agenda green campus.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dyah Mutiarin, menjelaskan bahwa program donasi tanaman tersebut menjadi bagian dari indikator kinerja utama universitas sekaligus selaras dengan visi kepemimpinan UMY dalam mengawal agenda keberlanjutan (sustainability).
“UMY mendukung penuh upaya menjadi green campus. Salah satu bentuk konkretnya adalah program donasi tanaman, yang dapat berasal dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga masyarakat di luar UMY,” ujar Dyah Mutiarin saat ditemui di Ruang Rektorat Gedung AR A, Rabu (7/1).
Program donasi tanaman ini telah berjalan aktif dan mendapatkan respons positif dari berbagai pihak. Sejumlah dosen dan civitas academica secara sukarela menyumbangkan beragam jenis bibit tanaman, mulai dari tanaman buah hingga tanaman produktif lainnya. Beberapa jenis bibit yang telah diterima antara lain matoa, kepel, alpukat, nanas, kelengkeng, kedondong, berbagai varietas mangga, hingga anggur.
Partisipasi tidak hanya datang dari internal kampus. Masyarakat luar UMY yang mengetahui program tersebut juga turut berdonasi. Bahkan, pihak universitas secara proaktif menjemput tanaman donasi untuk selanjutnya ditanam di area kampus yang telah dipetakan.
Untuk lokasi penanaman, UMY memprioritaskan ruang-ruang terbuka yang memiliki pencahayaan memadai. Sejumlah titik strategis telah dimanfaatkan sebagai area penghijauan, seperti kawasan sekitar kolam di belakang Masjid Ahmad Dahlan, area pintu gerbang selatan Sportorium, sepanjang jalur menuju greenhouse, serta di sekitar kantong parkir dan pusat aktivitas kampus.
“Sementara ini fokus penanaman masih di lingkungan kampus. Hal ini penting karena keberagaman jenis pohon menjadi salah satu indikator utama dalam mewujudkan green campus yang berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih dari sekadar penghijauan, program ini juga diharapkan membawa dampak sosial dan psikologis bagi civitas academica. Dyah Mutiarin menuturkan bahwa keberadaan tanaman produktif di lingkungan kampus dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman, sehat, dan ramah bagi mahasiswa maupun pegawai.
“Kami ingin menambah rasa kebahagiaan civitas academica. Nantinya mahasiswa dapat ikut merasakan manfaatnya, termasuk memanen buah bersama, sekaligus berkontribusi dalam upaya pengurangan emisi karbon,” ungkapnya.
Lingkungan kampus yang hijau, lanjutnya, diharapkan mampu menghadirkan suasana yang lebih homy sehingga mahasiswa merasa UMY sebagai rumah kedua. Program donasi tanaman ini pun bersifat terbuka tanpa batas waktu.
“Program donasi ini sifatnya timeless. Siapa pun dipersilakan berdonasi kapan saja. Selama lahan masih memungkinkan untuk ditanami, UMY akan terus membuka ruang partisipasi,” pungkas Dyah Mutiarin. (Jeed)

