Dorong Transparansi DPR, Mahasiswa FH Uhamka Gugat Ketentuan Sidang Tertutup MKD

Suara Muhammadiyah

23 June 2026

328
Dokumentasi Humas Uhamka

Dokumentasi Humas Uhamka

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka), Riswan Zain Fanath, Rafli Akbar Ferdiansyah, dan Haris Akbar A. Fatah, bersama sejumlah pemohon lainnya mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 132 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3).

Riswan Zain Fanath selaku pemohon dari Mahasiswa prodi Hukum Bisnis Uhamka mengatakan, permohonan tersebut mempersoalkan ketentuan yang mengatur bahwa sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) bersifat tertutup serta mewajibkan seluruh informasi persidangan dirahasiakan. Menurutnya, para pemohon menilai aturan tersebut bertentangan dengan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi sebagaimana dijamin dalam UUD 1945.

“Kami memandang proses penegakan etik terhadap anggota DPR tidak seharusnya tertutup secara absolut. Transparansi justru diperlukan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap DPR dan lembaga penegak etiknya,” ujar Riswan Zain Fanath.

Para pemohon meminta Mahkamah Konstitusi menafsirkan bahwa sidang MKD pada prinsipnya terbuka untuk umum, sementara kerahasiaan hanya diberlakukan terhadap informasi tertentu yang memang perlu dilindungi, seperti identitas saksi, korban, pelapor, atau kepentingan hukum yang sah.

Menurut Rafli Akbar Ferdiansyah, sebagai lembaga yang memperoleh mandat langsung dari rakyat, DPR harus membuka ruang pengawasan publik terhadap proses pemeriksaan dugaan pelanggaran etik anggotanya.

Para pemohon juga menyoroti praktik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang selama ini menyelenggarakan sidang etik secara terbuka. Menurut mereka, keterbukaan tersebut terbukti tidak mengurangi independensi lembaga, bahkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap hasil pemeriksaan dan putusan yang diambil.

Melalui permohonan ini, mereka berharap Mahkamah Konstitusi memperkuat prinsip keterbukaan informasi dan akuntabilitas lembaga negara, sehingga mekanisme penegakan etik anggota DPR dapat diawasi publik secara lebih transparan dan dipercaya masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa Fakultas Hukum Bisnis Uhamka dalam pengajuan judicial review ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Upaya mendorong keterbukaan informasi, akuntabilitas, dan transparansi dalam proses penegakan etik lembaga negara merupakan bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, menjamin akses publik terhadap informasi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi demokrasi.

Buat kamu yang penasaran dengan keunggulan fasilitas-fasilitas Uhamka dan program-program studinya sudah terakreditasi Unggul, Kampus dengan taraf kurikulum Internasional yaitu Kurikulum Outcome Based Education (OBE), dan penawaran beasiswa serta potongan biaya kuliah menarik hingga 45%, kamu bisa cek dan daftarkan dirimu secara langsung di link https://pmb.uhamka.ac.id/ dan kamu bisa kuliah mulai dari harga 680 ribu per bulan dan total dana beasiswa yang ditawarkan Uhamka sebesar 40 miliar.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Guna menyambut tahun 2024, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Su....

Suara Muhammadiyah

30 December 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Suasana Lapangan Mini Soccer Satria 81, Sungguminasa, Gowa, tam....

Suara Muhammadiyah

15 March 2026

Berita

LONDON, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Ir....

Suara Muhammadiyah

23 September 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DIY bersama....

Suara Muhammadiyah

20 March 2025

Berita

BOJONEGORO, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Saad Ibrahim menuk....

Suara Muhammadiyah

15 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah