Dorong Transparansi DPR, Mahasiswa FH Uhamka Gugat Ketentuan Sidang Tertutup MKD

Suara Muhammadiyah

23 June 2026

200
Dokumentasi Humas Uhamka

Dokumentasi Humas Uhamka

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka), Riswan Zain Fanath, Rafli Akbar Ferdiansyah, dan Haris Akbar A. Fatah, bersama sejumlah pemohon lainnya mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 132 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3).

Riswan Zain Fanath selaku pemohon dari Mahasiswa prodi Hukum Bisnis Uhamka mengatakan, permohonan tersebut mempersoalkan ketentuan yang mengatur bahwa sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) bersifat tertutup serta mewajibkan seluruh informasi persidangan dirahasiakan. Menurutnya, para pemohon menilai aturan tersebut bertentangan dengan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi sebagaimana dijamin dalam UUD 1945.

“Kami memandang proses penegakan etik terhadap anggota DPR tidak seharusnya tertutup secara absolut. Transparansi justru diperlukan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap DPR dan lembaga penegak etiknya,” ujar Riswan Zain Fanath.

Para pemohon meminta Mahkamah Konstitusi menafsirkan bahwa sidang MKD pada prinsipnya terbuka untuk umum, sementara kerahasiaan hanya diberlakukan terhadap informasi tertentu yang memang perlu dilindungi, seperti identitas saksi, korban, pelapor, atau kepentingan hukum yang sah.

Menurut Rafli Akbar Ferdiansyah, sebagai lembaga yang memperoleh mandat langsung dari rakyat, DPR harus membuka ruang pengawasan publik terhadap proses pemeriksaan dugaan pelanggaran etik anggotanya.

Para pemohon juga menyoroti praktik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang selama ini menyelenggarakan sidang etik secara terbuka. Menurut mereka, keterbukaan tersebut terbukti tidak mengurangi independensi lembaga, bahkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap hasil pemeriksaan dan putusan yang diambil.

Melalui permohonan ini, mereka berharap Mahkamah Konstitusi memperkuat prinsip keterbukaan informasi dan akuntabilitas lembaga negara, sehingga mekanisme penegakan etik anggota DPR dapat diawasi publik secara lebih transparan dan dipercaya masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa Fakultas Hukum Bisnis Uhamka dalam pengajuan judicial review ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Upaya mendorong keterbukaan informasi, akuntabilitas, dan transparansi dalam proses penegakan etik lembaga negara merupakan bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, menjamin akses publik terhadap informasi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi demokrasi.

Buat kamu yang penasaran dengan keunggulan fasilitas-fasilitas Uhamka dan program-program studinya sudah terakreditasi Unggul, Kampus dengan taraf kurikulum Internasional yaitu Kurikulum Outcome Based Education (OBE), dan penawaran beasiswa serta potongan biaya kuliah menarik hingga 45%, kamu bisa cek dan daftarkan dirimu secara langsung di link https://pmb.uhamka.ac.id/ dan kamu bisa kuliah mulai dari harga 680 ribu per bulan dan total dana beasiswa yang ditawarkan Uhamka sebesar 40 miliar.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Angkatan Muda Muhammadiyah Kota Banda Aceh menggelar Perkader....

Suara Muhammadiyah

7 March 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prodi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan (TRP) PoltekMu Makassar ....

Suara Muhammadiyah

17 October 2025

Berita

SERANG, Suara Muhammadiyah - Gubernur Banten Andra Soni pada pembukaan Tanwir Nasyiatul Aisyiyah (NA....

Suara Muhammadiyah

4 September 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prodi S3 Agribisnis Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berha....

Suara Muhammadiyah

27 March 2024

Berita

Dorong Ekonomi Berkelanjutan dan Pelestarian Budaya Lokal BANTUL, Suara Muhammadiyah - Balai Budaya....

Suara Muhammadiyah

9 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah