Dosen Manajemen UM Bandung: Hadapi Masalah dengan Kedewasaan Berpikir

Publish

29 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
333
Istimewa

Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Dosen Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Dr Megha Sakova SMB MM mengatakan bahwa kemampuan memecahkan masalah secara praktis merupakan bekal penting bagi mahasiswa untuk bertahan dan berkembang di dunia kampus yang dinamis. Hal itu dikatakan Megha saat mengisi materi dalam kegiatan Orientasi Mahasiswa Manajemen UM Bandung di Auditorium KH Ahmad Dahlan pada Kamis (22/01/2026).

”Masalah sejatinya adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang dihadapi mahasiswa. Kesenjangan inilah yang kerap menimbulkan ketidaknyamanan, mulai dari stres akademik hingga kebingungan mengambil keputusan, sehingga tidak bisa dibiarkan tanpa solusi yang jelas,” ujar Megha.

Megha mencontohkan berbagai persoalan nyata yang sering dialami mahasiswa, seperti penurunan indeks prestasi, kurang tidur akibat manajemen waktu yang buruk, keterbatasan finansial, hingga kesulitan beradaptasi secara sosial. Menurutnya, masalah-masalah tersebut bukan tanda kegagalan, melainkan sinyal bahwa mahasiswa perlu memperbaiki strategi dalam menjalani kehidupan kampus.

Untuk membantu mahasiswa menghadapi persoalan tersebut, Megha memperkenalkan pendekatan problem solving dengan kerangka 5W+1H. Melalui pertanyaan apa, mengapa, siapa, kapan, di mana, dan bagaimana, mahasiswa diajak memahami masalah secara utuh sebelum terburu-buru mengambil keputusan. Pendekatan ini dinilai efektif agar solusi yang diambil lebih tepat sasaran.

Selain itu, Megha juga memaparkan framework ABCDE sebagai langkah praktis penyelesaian masalah. Mahasiswa didorong untuk berani mengakui masalah, menguraikannya menjadi bagian kecil, memilih solusi terbaik, menjalankannya secara konsisten, dan mengevaluasi hasilnya. Proses ini, kata Megha, melatih kedewasaan berpikir sekaligus tanggung jawab pribadi.

Dalam konteks mahasiswa baru, Megha menyoroti lima jenis permasalahan utama yang kerap muncul, yakni akademik, sosial, finansial, manajemen waktu, serta emosional dan mental. Dia menegaskan bahwa setiap mahasiswa pasti pernah mengalaminya, sehingga yang terpenting bukan menghindari masalah, melainkan belajar mengelolanya dengan bijak.

 

”Di sinilah pentingnya pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Keputusan ideal itu harus berbasis data, mempertimbangkan konsekuensi jangka pendek dan panjang, jujur pada diri sendiri, serta berani menanggung risiko dari pilihan yang diambil. Sikap inilah yang akan membentuk karakter mahasiswa yang tangguh,” tandas Megha.

 

Menutup materinya, Megha mengingatkan bahwa masalah bukan untuk ditakuti, melainkan diselesaikan. Setiap masalah yang berhasil dihadapi akan menjadi satu tingkat kenaikan dalam keterampilan hidup mahasiswa. Dia pun menantang peserta orientasi untuk mulai mempraktikkan langkah problem solving dalam kehidupan sehari-hari agar masa studi di kampus menjadi lebih bermakna dan berdaya guna.***(FA)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

LAMANDAU, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamandau terus berupaya meng....

Suara Muhammadiyah

25 February 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Selasa pagi, (9/9/2025), Aula Utama PWM DIY mulai dipenuhi pe....

Suara Muhammadiyah

10 September 2025

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Ramai kunjungan stand SMP Muhammadiyah 1 (Mutu) Plus Cilacap membuka s....

Suara Muhammadiyah

20 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) me....

Suara Muhammadiyah

28 November 2023

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Pengembangan olahraga, baik dalam ranah pendidikan, prestasi, maupun ....

Suara Muhammadiyah

30 May 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah