Dosen Muhammadiyah Sabet Riset Terbaik pada Forum Internasional 9th WIEFC

Suara Muhammadiyah

10 February 2026

553
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah- Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhamad Subhi Apriantoro, Lc., M.H., mempresentasikan hasil risetnya tentang persepsi publik terhadap perbankan syariah. Dengan riset tersebut, Subhi berhasil menyabet best paper dalam forum internasional World Islamic Economics and Finance Conference (WIEFC) 2026.

Riset Subhi bertajuk “Public Perception of Islamic Banking: A Social Network Analysis” tersebut ditulis bersama mahasiswanya, Eva Triyulianti. Karya ilmiah itu masuk dalam sesi teknis bertema Digitalization, Public Perception, and Equity Market Performance in Islamic Finance dan tercantum sebagai salah satu makalah terpilih dalam buku program konferensi.

Dalam penelitiannya, Subhi menggunakan pendekatan Social Network Analysis (SNA) untuk memetakan percakapan publik di media sosial terkait perbankan syariah di Indonesia. "Metode ini memungkinkan analisis hubungan antarakun, sentimen, hingga pola diskusi digital secara lebih terstruktur," kata Subhi saat diwawancarai pada Senin (9/2/2026).

Hasil riset menunjukkan sentimen publik terhadap bank syariah bersifat fluktuatif dan sangat dipengaruhi isu aktual. Diskusi juga didominasi kelompok usia 25-34 tahun sebagai demografi paling aktif, serta ditemukan kesenjangan pemahaman antara laki-laki dan perempuan.

Selain itu, penelitian ini memetakan tema pembicaraan, hashtag populer, serta aktor kunci atau influencer yang berperan besar dalam membentuk opini publik tentang layanan keuangan syariah. Menurut Subhi, temuan tersebut bersifat tidak hanya deskriptif, tetapi juga diagnostik karena membantu mengidentifikasi persoalan literasi, tingkat kepercayaan, dan efektivitas strategi komunikasi perbankan syariah di ruang digital.

“Data percakapan media sosial bisa menjadi bahan evaluasi bagi bank syariah dan regulator untuk menyusun strategi komunikasi yang lebih tepat sasaran,” ujar dia. Subhi berharap riset ini dapat menjadi rujukan akademik dalam pengembangan kajian perbankan syariah berbasis data digital sekaligus memperluas penggunaan metode SNA dalam penelitian hukum dan ekonomi syariah.

Subhi juga menekankan pentingnya kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam penelitian. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam publikasi ilmiah dapat memperkuat budaya riset di perguruan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang ekonomi dan hukum Islam.

Konferensi WIEFC yang diikuti Subhi terselenggara di Minhaj University Lahore, Pakistan, 24-25 Januari 2026. Dihadiri para pakar ekonomi Islam dari berbagai negara. 

Melalui temuan tersebut, dirinya berharap hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai luaran akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi peningkatan literasi keuangan syariah dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan syariah. (Genis/Humas)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menorehkan presta....

Suara Muhammadiyah

22 June 2025

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Menyambut arus mudik tahun 2026, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PD....

Suara Muhammadiyah

17 March 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada Sabtu (25/5/2024), Ketua PWM DIY Ustaz Ikhwan Ahada melaunchin....

Suara Muhammadiyah

25 May 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Kantor Humas, Perpustakaan, dan Bahasa Universitas Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

31 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi meluncurkan Pusat Studi Kebija....

Suara Muhammadiyah

30 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah