Dosen UMJ Tegaskan Pentingnya Gizi Seimbang bersama Diaspora Indonesia di Jepang

Suara Muhammadiyah

21 April 2025

1297
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menegaskan pentingnya gizi seimbang dan pangan aman bersama Diaspora Indonesia di Sendai, Jepang. Hal ini disampaikan pada diskusi ceramah yang diselenggarakan secara hybrid dan dihadiri oleh 20 peserta luring yang hadir di Meeting Room A, International House Sanjo, Sendai, Jepang, pada Sabtu (19/04/2025).

Kegiatan ini merupakan implementasi dari hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tim Dosen UMJ. Tim ini diketuai oleh Dr. Rosyanne Kushargina, S.Gz, M.Si, dan beranggoatakan, Walliyana Kusumaningati, S.Si, MKM Dr. Nunung Cipta Dainy, S.P., M.Si dari Program Studi Sarjana Gizi Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK), dan Mustakim, MKM, P.hD dari Program Studi Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat.

Hibah ini merupakan hibah PkM Internasional Riset Muhammadiyah (RisetMu) Batch VII Tahun 2024 dari Majelis Diklitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Mitra kegiatan ini adalah warga Diaspora Indonesia yang berada dalam Komunitas Muslim Indonesia Sendai (KMIS) Jepang.

Kegiatan PkM yang dipandu oleh Nunung, yang juga melakukan penjajakan kerja sama dengan KMIS dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di Sendai, Jepang. Ia berharap kerjasama ini dapat selaras dengan caturdarma perguruan tinggi. Kerja sama meliputi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional.

“Kerja sama ini merupakan wadah dakwah bagi warga Muhammadiyah yang tinggal di Jepang, sekaligus berkontribusi memperkenalkan konsep Islam Berkemajuan kepada masyarakat Jepang,” ujarnya.

Ketua KMIS Jepang, Kemal Aziez, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan edukasi gizi ini. “Informasi gizi seperti ini sangat penting, terutama bagi keluarga baru yang akan tinggal di Jepang,” ujar Kemal dalam sambutannya.

Kegiatan ini di moderatori oleh Mustakim yang menghadirkan dua narasumber utama. Materi pertama disampaikan oleh Rosyanne, ia menegaskan tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang dalam keluarga, serta keselarasan antara pedoman gizi di Jepang dan Indonesia yang sama-sama merujuk pada standar WHO.

Kemudian dilanjutkan oleh Walliyana yang menyampaikan prinsip-prinsip keamanan pangan di rumah tangga dan pentingnya memperhatikan aspek pangan halal bagi muslim yang tinggal di Jepang. (n)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah  – Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) bekerja sama ....

Suara Muhammadiyah

2 April 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Momentum Idul Fitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai titik trans....

Suara Muhammadiyah

22 March 2026

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah — Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah resmi diluncurkan melalui acara....

Suara Muhammadiyah

4 May 2026

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

2 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada Rabu (17/1), Tim Pengabdian Universitas Ahmad Dahlan (UAD) men....

Suara Muhammadiyah

24 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah