Dudung Abdurachman: Belajar Berkhidmat dari Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

5 September 2026

123
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kepala Kantor Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyatakan bergabung dengan Muhammadiyah bukan semata-mata sebuah kehormatan, melainkan amanah untuk belajar dan berkhidmat kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Dudung sesaat setelah menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Muhammadiyah dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam acara Hari Bermuhammadiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (4/9/2026). Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.

Menurut Dudung, ukuran kebesaran seseorang maupun organisasi tidak semata-mata terletak pada apa yang dikatakan, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan dan dirasakan masyarakat.

“Bagi sebagian orang, mungkin ini hanya sebuah kartu. Namun bagi saya, ini adalah sebuah amanah. Amanah untuk belajar. Amanah untuk berkhidmat,” ujar Dudung.

Ia mengatakan, Muhammadiyah telah membuktikan pengabdiannya kepada bangsa selama lebih dari satu abad. Ketahanan organisasi tersebut, menurut dia, bukan terutama karena memiliki gedung yang megah atau tokoh-tokoh besar, melainkan karena Muhammadiyah lebih memilih bekerja daripada sekadar berbicara.

Ketika masyarakat membutuhkan pendidikan, Muhammadiyah membangun sekolah. Ketika pelayanan kesehatan belum mudah dijangkau, Muhammadiyah mendirikan rumah sakit. Ketika anak-anak yatim membutuhkan perlindungan, Muhammadiyah membangun panti asuhan. Demikian pula ketika bencana terjadi, relawan Muhammadiyah hadir memberikan pertolongan.

“Itulah dakwah. Bukan hanya dakwah yang terdengar dari mimbar, tetapi dakwah yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Dudung juga menyinggung keteladanan KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, yang menurutnya mengajarkan pentingnya menerjemahkan iman ke dalam amal nyata. Dari semangat tersebut kemudian lahir berbagai amal usaha Muhammadiyah, mulai dari lembaga pendidikan, rumah sakit, perguruan tinggi, panti asuhan, lembaga zakat hingga gerakan kebencanaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menilai Muhammadiyah menunjukkan bahwa organisasi kemasyarakatan dapat menjadi mitra strategis negara tanpa kehilangan independensi moralnya.

“Negara memiliki kewenangan, tetapi masyarakat memiliki kekuatan sosial. Negara memiliki regulasi, tetapi masyarakat memiliki kepercayaan. Ketika keduanya berjalan bersama, pembangunan menjadi lebih cepat, lebih kuat, dan lebih membumi,” ujarnya.

Sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Dudung mengaku melihat pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, tantangan Indonesia saat ini tidak cukup dijawab hanya dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui pembangunan manusia.

Pendidikan, kesehatan, kepedulian sosial, dan keteladanan moral, kata Dudung, merupakan bidang yang selama lebih dari satu abad menjadi kekuatan Muhammadiyah.

Karena itu, ia berharap Muhammadiyah terus menjadi salah satu kekuatan penting dalam kehidupan bangsa, bukan karena kedekatannya dengan kekuasaan, tetapi karena kedekatannya dengan rakyat.

Dudung menegaskan, menerima KTA Muhammadiyah bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menghidupkan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari.

Ia kemudian mengutip pesan KH Ahmad Dahlan, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.”

Menurut Dudung, pesan tersebut relevan bagi siapa pun yang memilih jalan pengabdian.

“Jabatan hanyalah titipan. Kehormatan bukanlah apa yang kita miliki, melainkan apa yang kita berikan,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kartu anggota yang diterimanya bukan sekadar tanda administratif, melainkan pengingat agar kehidupannya semakin bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Konsolidasi Antara RS Puluhan pegawai RS Islam PKU Muhammadiyah P....

Suara Muhammadiyah

14 April 2026

Berita

‎‎MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan PNF Pimpinan D....

Suara Muhammadiyah

15 August 2026

Berita

PAYAKUMBUH, Suara Muhammadiyah – Menanggapi permintaan masyarakat untuk menggunakan masjid dan....

Suara Muhammadiyah

10 February 2025

Berita

BULUKUMBA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) kembali mence....

Suara Muhammadiyah

31 July 2025

Berita

Dowanload Logo Milad Nasyiatul Aisyiyah ke-93 / 96 YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Nasyiatul Aisyi....

Suara Muhammadiyah

16 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah