SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Permasalahan klasik UMKM, mulai dari legalitas perizinan, standardisasi produk, hingga kendala permodalan, kini mendapat solusi terpadu di Kota Semarang. Melalui Rapat Kerja I, Lembaga Pengembangan UMKM (LP UMKM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang menetapkan program akselerasi tiga bidang yang akan diimplementasikan mulai tahun 2026, ditopang komitmen bantuan dana dan stimulan modal dari Lazismu Kota Semarang.
Langkah ambisius ini merupakan upaya nyata untuk mengangkat derajat produk rakyat. Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini menjadi target sasaran pendampingan intensif dari LP UMKM PDM Kota Semarang. Tujuannya adalah memastikan produk mereka berlabel halal dan siap bersaing secara optimal di pasar digital, sekaligus memastikan produk yang beredar adalah produk yang baik dan berkualitas (thayib).
Inisiatif besar untuk standardisasi UMKM ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja (Raker) I LP UMKM PDM Kota Semarang yang dilaksanakan pada Rabu, 26 November 2025. Program yang terfokus pada standardisasi mutu, penguatan legalitas, hingga penambahan modal kerja ini akan dikukuhkan melalui Deklarasi Produk Halal dan Thayib UMKM Persyarikatan yang rencananya digelar pada 21 Desember mendatang di Balai Kota Semarang.
Mengenai komitmen tersebut, Dr. AM Jumai, Pembina UMKM PDM Kota Semarang sekaligus Wakil Ketua PDM Kota Semarang, menekankan bahwa akselerasi ekonomi umat harus diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak langsung pada pemerataan ekonomi serta menjamin kualitas produk bagi konsumen.
Menanggapi arahan itu, Ketua LP UMKM PDM Kota Semarang, Fajar Arifin, menjelaskan bahwa hasil Raker segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah terukur di lapangan. Ia menyebut, langkah awal yang paling mendasar adalah pendataan ulang peserta UMKM binaan.
"Yang pertama yang paling inti hasil dari raker ini adalah pendataan, me-review kembali para peserta UMKM di masing-masing pimpinan cabang Muhammadiyah di Kota Semarang," ujar Fajar Arifin.
Data sementara mencatat ada sekitar 100 UMKM yang sudah menjadi binaan Muhammadiyah. Pendataan ini dilakukan secara terperinci melalui surat edaran dan formulir digital untuk memetakan kebutuhan mereka secara akurat.
Setelah proses pendataan selesai di tingkat cabang, program kerja nyata akan segera digulirkan. Fajar Arifin menyatakan bahwa fokus aksi akan dimulai di tahun berikutnya. "Setelah proses pendataan selesai nanti, baru kita di tahun 2026 sudah mulai action ke tiga bidang yang sudah kita rencanakan," jelasnya.
Fokus Tiga Bidang dan Backup Permodalan
Fajar Arifin menjabarkan, fokus utama program akselerasi tersebut meliputi: "Pertama, pengembangan sumber daya insani. Yang kedua, pengembangan usaha. Yang ketiga legalitas perizinan usaha dan standardisasi produk para UMKM."
Khusus pada bidang Pengembangan Usaha, kendala permodalan turut diatasi secara serius. Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Semarang, Agus Alwi Mashuri, yang turut hadir dalam Raker, menyatakan komitmen lembaganya untuk ikut mem-backup sumber dana permodalan serta memberikan stimulan modal bagi UMKM rintisan maupun yang sudah berjalan.
Sementara itu, bidang Legalitas, Perizinan Usaha, dan Standardisasi Produk akan memfasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikasi Halal. Fajar Arifin memastikan adanya kolaborasi erat dengan pihak lain.
"LP UMKM PDM Kota Semarang prinsipnya nanti akan menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah. Apalagi (program) yang terkait dengan dinas-dinas pemerintah, ataupun dengan pihak-pihak yang lain terkait untuk pembinaan sertifikasi halal baik secara reguler maupun non-reguler," terangnya.
Seluruh rangkaian program ini telah disahkan dengan target terukur. Sebagai penutup, Fajar Arifin menetapkan target terukur untuk mewujudkan ekonomi umat yang berkeadilan. "Kami berharap di akhir periode kepengurusan tahun 2027, itu sudah ada kepastian bahwa UMKM di Kota Semarang itu jumlahnya berapa, pembinaannya berapa, pendampingannya berapa," tutupnya.
Raker LP UMKM ini dipimpin oleh Ketua Fajar Arifin, didampingi Sekretaris Bambang Sugiono dan wakilnya Ihwanto, serta Bendahara Aik Sholihati. Kegiatan konsolidasi program ini juga dihadiri oleh perwakilan bidang pengembangan UMKM di cabang-cabang Muhammadiyah se-kota Semarang.


