Eco Bhinneka Branding 207 Ribu UMKM Lewat Program Prabuwangi dan Si Kedip Wangi

Publish

5 June 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
69
Eco Bhinneka

Eco Bhinneka

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah - Komitmen Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi dalam menggerakkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi lintas agama mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Kabupaten Banyuwangi menilai langkah yang dilakukan Eco Bhinneka menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pendampingan UMKM hingga ke tingkat desa.

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Bidang Usaha Mikro Diskop Umdag Banyuwangi, Cici, saat menerima peserta Youth Interfaith Branding Ecosociopreneur di Pusat Layanan Kemasan Kabupaten Banyuwangi, Selasa (2/6). Kegiatan ini mempertemukan pemuda lintas agama, organisasi perempuan, pemerintah desa, dan pelaku UMKM untuk belajar bersama mengenai legalitas usaha, branding produk, desain kemasan, hingga strategi pemasaran digital.

Dalam sambutannya, Cici menyampaikan bahwa Banyuwangi saat ini memiliki sekitar 207.000 UMKM yang tersebar di berbagai wilayah. Jumlah tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang besar, namun sekaligus tantangan karena tidak semua pelaku usaha dapat dijangkau secara langsung oleh pemerintah.

“Kami sangat terbantu dengan kegiatan Eco Bhinneka Muhammadiyah ini. Teman-teman menjadi kepanjangan tangan pemerintah untuk menyampaikan informasi dan pendampingan kepada masyarakat desa. Dengan keterlibatan pemuda lintas agama dan perangkat desa, informasi mengenai pengembangan UMKM dapat tersebar lebih cepat dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.

Menurut Cici, kolaborasi yang dibangun Eco Bhinneka Muhammadiyah memiliki nilai lebih karena tidak hanya berfokus pada penguatan ekonomi, tetapi juga membangun semangat gotong royong lintas agama dan generasi dalam mendukung usaha masyarakat. Ia mengaku bangga melihat anak-anak muda dari berbagai latar belakang agama duduk bersama untuk memikirkan bagaimana produk-produk lokal Banyuwangi dapat berkembang dan mampu memasuki pasar digital yang semakin kompetitif.

“Ini bukan sekadar pelatihan UMKM. Saya melihat ada semangat kolaborasi yang sangat kuat. Ketika anak-anak muda lintas agama bergerak bersama, dampaknya akan jauh lebih besar karena mereka memiliki jejaring yang luas dan dekat dengan perkembangan teknologi digital,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Cici juga memperkenalkan berbagai layanan gratis yang tersedia di Pusat Layanan Kemasan Banyuwangi. Fasilitas yang mulai beroperasi sejak akhir tahun 2024 itu hadir sebagai pusat pendampingan terpadu bagi UMKM, mulai dari konsultasi usaha, pengurusan legalitas, pembuatan logo, fotografi produk, hingga desain dan cetak kemasan.

Melalui Pusat Layanan Kemasan, pelaku UMKM dapat memperoleh pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikasi Halal, PIRT, desain identitas produk, fotografi produk, hingga pengembangan kemasan yang lebih menarik dan sesuai kebutuhan pasar.

Lebih lanjut, Cici menjelaskan sejumlah program unggulan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan UMKM. Salah satunya adalah Si Kedip Wangi (Siaga Keliling Dampingi UMKM Banyuwangi), sebuah program jemput bola yang membantu pelaku usaha mengurus legalitas usaha secara gratis langsung di desa-desa.

“Melalui Si Kedip Wangi, masyarakat tidak perlu bingung atau jauh-jauh datang ke kantor. Kami hadir langsung untuk membantu pengurusan legalitas usaha seperti NIB, PIRT, dan sertifikasi halal sehingga UMKM bisa berkembang dengan dasar yang kuat,” jelasnya.

Selain itu, Diskop Umdag juga memiliki program PRABUWANGI (Packaging dan Branding UMKM Banyuwangi) yang fokus membantu UMKM memperkuat identitas produknya melalui desain logo, kemasan, dan strategi branding yang lebih profesional.

Program tersebut mengusung slogan yang mudah diingat masyarakat, yaitu “Kemasane Anyar, Dodolane Lancar.” Melalui program ini, pemerintah berharap UMKM Banyuwangi tidak hanya memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga mampu tampil menarik dan memiliki daya saing tinggi di pasar.

“Sering kali produk UMKM sebenarnya bagus, tetapi kalah karena kemasannya kurang menarik atau belum memiliki identitas yang kuat. Karena itu branding menjadi sangat penting agar produk lebih mudah dikenal dan dipercaya konsumen,” ungkapnya.

Menanggapi dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Focal Point SMILE Eco Bhinneka Banyuwangi, Zahrotul Janah, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Pusat Layanan Kemasan merupakan langkah strategis untuk mempertemukan potensi desa dengan akses pengetahuan, legalitas, dan pasar yang lebih luas.

Menurutnya, banyak produk lokal yang sebenarnya memiliki kualitas baik, namun belum mampu berkembang secara optimal karena terkendala perizinan, kemasan, dan strategi pemasaran yang tepat.

“Kami percaya bahwa produk-produk lokal yang lahir dari desa memiliki peluang yang sama untuk berkembang. Tantangannya bukan hanya pada kualitas produk, tetapi bagaimana produk tersebut memiliki legalitas, kemasan yang menarik, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Karena itu kami sengaja mengajak pemuda lintas agama, pemerintah desa, organisasi perempuan, dan pelaku UMKM untuk belajar langsung di Pusat Layanan Kemasan Banyuwangi,” ujar Zahrotul.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan Youth Interfaith Branding Ecosociopreneur merupakan bagian dari proses inkubasi ecosociopreneur yang sedang dikembangkan Eco Bhinneka Muhammadiyah di Desa Temurejo. Program tersebut tidak hanya bertujuan mengembangkan produk olahan buah naga sebagai komoditas unggulan lokal, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang inklusif melalui kolaborasi lintas iman.

Melalui program ini, Eco Bhinneka menghadirkan pemuda Hindu, Katolik, Kristen, kader Nasyiatul Aisyiyah, organisasi perempuan, pemerintah desa, serta pelaku UMKM untuk bersama-sama belajar dan merancang strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun desa. Ketika anak muda lintas agama duduk bersama memikirkan masa depan UMKM, yang lahir bukan hanya ide-ide pemasaran, tetapi juga semangat gotong royong, saling percaya, dan kepedulian terhadap kemajuan masyarakat,” katanya.

Zahrotul menambahkan bahwa dukungan Diskop Umdag Banyuwangi melalui program Si Kedip Wangi dan Prabuwangi menjadi peluang besar bagi UMKM dampingan Eco Bhinneka untuk naik kelas dan memasuki pasar yang lebih luas.

“Kami berharap produk-produk lokal Temurejo yang selama ini diproduksi dari dapur-dapur rumah tangga dapat berkembang menjadi produk yang memiliki identitas kuat, legalitas lengkap, dan mampu menembus pasar digital maupun jaringan oleh-oleh khas Banyuwangi. Ini bukan hanya tentang menjual produk, tetapi juga tentang membangun kebanggaan terhadap potensi desa sendiri,” pungkasnya.

Cici menilai produk selai buah naga yang dibawa peserta Eco Bhinneka Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk berkembang. Sebagai warga Bangorejo sekaligus petani buah naga, ia memahami bahwa buah naga merupakan salah satu komoditas unggulan Banyuwangi yang memiliki banyak peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Ia berharap pendampingan yang dilakukan Eco Bhinneka Muhammadiyah tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi berlanjut hingga lahir produk-produk baru yang siap masuk pasar, memiliki legalitas lengkap, dan mampu menjadi bagian dari gerakan UMKM Naik Kelas yang tengah didorong Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

“Kami menunggu lahirnya lebih banyak produk-produk unggulan dari desa. Pusat Layanan Kemasan terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar, berkonsultasi, dan mengembangkan usahanya. Semoga kolaborasi ini menjadi awal lahirnya UMKM-UMKM baru yang lebih kuat, lebih kreatif, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Eco Bhinneka Muhammadiyah, pemuda lintas agama, dan pelaku usaha lokal, Banyuwangi menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi masyarakat dapat tumbuh lebih inklusif. Ketika legalitas, branding, dan pemasaran diperkuat secara bersama-sama, UMKM tidak hanya menjadi penggerak ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Bantuan Logistik Darurat Bencana dan Daerah 3T SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilay....

Suara Muhammadiyah

28 May 2026

Berita

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah - Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Wilayah Jawa Tengah menggelar kegiat....

Suara Muhammadiyah

12 June 2024

Berita

TUBAN, Suara Muhammadiyah - SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban mengadakan Workshop Pembuatan Kurikulum....

Suara Muhammadiyah

22 July 2024

Berita

Kukuhkan Komitmen Dakwah dan Penguatan Kelembagaan Muhammadiyah BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - P....

Suara Muhammadiyah

22 November 2025

Berita

Siswi SD Muhammadiyah 2 Kota Samarinda Raih Tiket Nasional FLSN SAMARINDA, Suara Muhammadiyah -&nbs....

Suara Muhammadiyah

27 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah