Eco Bhinneka Gelar Pelatihan Pengelolaan Limbah

Suara Muhammadiyah

4 June 2024

1315
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Pemuda Lintas Iman dan PKK Joyotakan Surakarta Bersemangat 

SOLO, Suara Muhammadiyah - Eco Bhinneka Nasyiatul Aisyiyah Solo menggelar pelatihan pengelolaan limbah rumah tangga yakni minyak jelantah agar dapat dimanfaatkan sebagai produk sabun dan lilin aroma terapi. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kelurahan Joyotakan, Surakarta, Jawa Tengah, pada Minggu 26 Mei 2024 ini, dihadiri 30 orang peserta yang berasal dari pemuda lintas iman anggota komunitas Sederek Eco Bhinneka, Ibu-Ibu penggerak PKK, dan pemuda Karang Taruna Joyotakan. 

Kegiatan ini disambut dan diresmikan secara langsung oleh Sandi Mulyanto, selaku Lurah Joyotakan. “Saya sungguh mengapresiasi Eco Bhinneka Nasyiatul Aisyiyah Surakarta atas inisiasi kegiatan yang dapat menyatukan masyarakat dalam berbagai latar belakang agama serta mengajak masyarakat untuk cinta dan peduli lingkungan,” ungkapnya. “Eco Bhinneka bisa menjadi penggerak perubahan dalam isu lingkungan, karena kegiatan semacam ini masih jarang, sehingga ini bisa menjadi teladan dan contoh bagi masyarakat,” lanjut Sandi.

Yayu Fatmah, penggerak dan pemilik Bank Sampah Joyotakan, dipercaya sebagai Trainer kegiatan pelatihan pengelolaan limbah minyak jelantah menjadi produk ekonomi sirkuler, yakni sabun dan lilin aroma terapi ini. “Apapun yang ada di rumah bisa kita kembangkan dan kita olah kembali agar tidak berakhir hanya jadi sampah, asal tahu cara mengolahnya,” kata Yayu, yang kini juga aktif di Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Serengan, Surakarta. 

Dilansir dari Low Carbon Development Indonesia, Kementerian PPN/ Bappenas, ekonomi sirkular merupakan model yang berupaya memperpanjang siklus hidup dari suatu produk, bahan baku, dan sumber daya yang ada agar dapat dipakai selama mungkin. Prinsip dari ekonomi sirkular mencakup pengurangan limbah dan polusi, menjaga produk dan material terpakai selama mungkin, dan meregenerasi sistem alam (Ellen Macarthur Foundation). 

Ternyata, ekonomi sirkular di Indonesia tercakup di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024, di bawah Agenda Prioritas Nasional 1: Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas dan Berkeadilan, dan Agenda Prioritas Nasional 6: Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim. 

“Kegiatan ini menjadi penting karena dapat menjadi media dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama melalui pendekatan lingkungan, memperkenalkan pada masyarakat Surakarta terkait pengelolaan sampah dapat dimanfaatkan sebagai produk berkelanjutan,” ungkap Uswatun Hasanah, regional staff Eco Bhinneka Muhammadiyah -  Nasyiatul Aisyiyah Surakarta. Selain itu, imbuh Uswatun, sebagai langkah awal dalam menghasilkan produk ekonomi sirkular bagi keberlangsungan komunitas Sederek Eco Bhinneka Surakarta di masa mendatang.

Setelah kegiatan ini, produk sabun dan lilin yang dihasilkan dari pelatihan tersebut akan dipasarkan pada event kampanye di kawasan Car Free Day Slamet Riyadi, dan juga di Festival Eco Bhinneka yang rencananya akan digelar pada bulan Agustus 2024 mendatang. (Farah)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Setelah sukses menyelenggarakan Gladian Pemimpin Kuntum (DIANPINKU) unt....

Suara Muhammadiyah

9 August 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam upaya meningkatkan akses air bersih dan memenuhi kebutu....

Suara Muhammadiyah

29 August 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung resmi membuka rangkaian Pe....

Suara Muhammadiyah

22 September 2025

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah - RSU Aisyiyah Padang menjalani survey Akreditasi oleh Lembaga Akreditasi....

Suara Muhammadiyah

28 October 2023

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Purwo....

Suara Muhammadiyah

13 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah