Efisiensi Anggaran: Peluang Baru atau Ancaman bagi Perekonomian Indonesia?

Suara Muhammadiyah

12 February 2025

2408
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pemerintah Indonesia mengumumkan kebijakan efisiensi anggaran di sejumlah departemen dan lembaga pemerintah, dengan tujuan memperbaiki pengelolaan keuangan negara yang selama ini disorot karena dianggap tidak efisien dan sering tidak tepat sasaran.

Menurut Guru Besar Ilmu Manajemen UMS, Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, M.Si., kebijakan efisiensi anggaran ini dapat dimaknai sebagai langkah positif karena beberapa departemen dan lembaga pemerintah selama ini disinyalir kurang cermat dalam menggunakan anggaran, bahkan seringkali tidak tepat sasaran.

"Langkah efisiensi ini sangat penting agar anggaran yang ada benar-benar digunakan untuk kegiatan yang memberikan dampak maksimal bagi masyarakat," ungkap Anton, Rabu (12/2).

Namun kebijakan ini, lanjutnya, juga membawa tantangan dari sisi ekonomi. Salah satunya adalah pengurangan belanja pemerintah atau government spending yang sangat dibutuhkan dalam situasi perekonomian yang sedang lesu seperti saat ini. Dalam konsep ekonomi makro, belanja pemerintah berperan penting untuk mendorong aktivitas ekonomi, terutama ketika sektor swasta tidak mampu bergerak optimal karena rendahnya daya beli masyarakat.

"Ketika daya beli masyarakat lemah, kita tidak bisa berharap banyak pada sektor swasta. Pemerintah harus menjadi motor penggerak ekonomi dengan belanja pemerintah yang cukup besar. Dengan mengurangi anggaran, kita justru berisiko mengurangi daya dorong tersebut," ujar Anton.

Ada sisi positif dari kebijakan efisiensi anggaran tersebut. Salah satu contoh yang disorot adalah program pemberian makan siang gratis, bisa menjadi salah satu cara untuk menggerakkan aktivitas perekonomian dengan catatan anggaran tersebut bisa digunakan untuk membeli makanan dari mitra penyedia layanan yang umumnya berasal dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, langkah ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi mikro, meningkatkan permintaan agregat, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Anggaran yang dikeluarkan dalam jumlah besar dan dibelanjakan di sektor dalam negeri, seperti untuk program makanan gratis ini, dapat memberikan dampak positif pada perekonomian. Ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan permintaan domestik dan mendorong pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Namun, di sisi lain, banyak pembiayaan untuk proyek-proyek penting yang terpaksa harus tertunda. Beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) yang seharusnya memberikan dampak positif bagi perekonomian dalam jangka menengah dan panjang, kini terhambat akibat kebijakan pengurangan anggaran. Proyek infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi juga mengalami keterlambatan, yang berpotensi memperlambat laju pemulihan ekonomi.

Dengan kebijakan efisiensi anggaran ini, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto perlu membuktikan bahwa kebijakan tersebut mampu mendorong aktivitas ekonomi. Pada tahun pertama pemerintahannya, pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa tercatat di atas 5%.

"Saya pesimis bahwa kita akan bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5% tahun ini. Namun, kita tetap perlu menunggu hasil dari kebijakan efisiensi anggaran ini. Apakah kebijakan ini akan berdampak positif pada perekonomian, atau justru memperburuk kondisi ekonomi?," pungkasnya dengan penuh refleksi kondisi perekonomian Indonesia. (Al/n)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)....

Suara Muhammadiyah

22 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kiprah Muhammadiyah dalam berbagai sektor seperti pendidikan, keseh....

Suara Muhammadiyah

15 March 2024

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Hari raya Idul Adha 1447 Hijriyah, RS Islam PKU Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

31 May 2026

Berita

Strategi Penguatan Kaderisasi Berbasis Komunitas SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Baitul Arqam Ja....

Suara Muhammadiyah

18 February 2025

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Dengan semangat “Wujudkan Nyala Daya Perempuan Memajukan Pe....

Suara Muhammadiyah

25 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah