Efisiensi Bukan untuk Menghilangkan Kenyamanan, Tapi Bagaimana Menciptakan Produktivitas

Suara Muhammadiyah

12 November 2025

582
ToT Kader Pintar 1000 Cahaya Muhammadiyah

ToT Kader Pintar 1000 Cahaya Muhammadiyah

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Alih-alih menjelaskan sesuatu yang mudah menjadi rumut. Keduanya malah membuat sesuatu yang sejatinya rumit menjadi sangat sederhana, yaitu terkait dengan bagaimana efisiensi energi dilakukan. Mereka adalah Abiliansyah Putra dan Ade Djunainah. Secara bergantian, keduanya saling berbagi panggung dalam Kegiatan Training Of Trainer Kader Pintar – Pionir Transisi Energi Indonesia Raya yang berlangsung di Balai Pemerintahan Desa, Kalasan, Sleman (12/11). Dalam sesi tanya jawab, mereka sepakat bahwa tujuan utama pendidikan selain mengubah mindset (pola pikir) juga untuk mengubah perilaku. 

Abiliansyah mengatakan bahwa untuk melakukan efisiensi energi, dibutuhkan suatu kesadaran kolektif. Kesadaran yang mengarah pada tindakan konkrit sekecil apapun untuk melakukan penghematan energi, dimana sebagian besar energi listrik kita saat ini masih bersumber dari bahan yang tidak ramah lingkungan, yakni batu bara. 

“Dalam hal ini mindset kita harus berubah. Terkait dengan efisiensi energi ini bukanlah tugas individu, tapi perlu menjadi sebuah gerakan kolektif seluruh warga bangsa,” ujarnya. 

Gerakan yang dimaksudpun sangat sederhana. Mulai dari mematikan alat elektronik yang tidak dipakai hingga menggunakan daya listrik sesuai kebutuhan. Menurutnya, poin penting dari upaya ini bukan terletak pada bagaimana melakukan penghematan semaksimal yang masyarakat mampu lakukan. Melainkan, sebuah efisiensi yang tidak mengorbankan kenyamanan dan produktivitas. 

“Poin dari hemat energi itu menurut saya tidak mengurangi kenyamanan serta mengganggu produktivitas,” tegasnya. 

Ia pun mencontohkan bagaimana agar upaya efisiensi energi tidak perlu mengorbankan kenyamanan dan produktivitas masyarakat. Baginya, suhu AC yang nyaman berada di angka 24 sampai 29 derajat celcius. Ketika ada yang menggunakan AC dengan suhu di bawah atau di atas angka tersebut, pria dari Indoesian Institute for Energy Economics (IIEE) itu menghimbau masyarakat untuk menyetelnya kembali dalam suhu nyaman. Hal ini menurutnya langkah kecil yang penting dalam upaya efisiensi energi tanpa harus menghilangkan apek kenyamanan. 

Senada dengan itu, Ade Djunainah menekankan bahwa, cara jitu untuk memulai terwujudnya efisiensi energi adalah dengan cara mengubah perilaku masyarakat secara berkesadaran. Banyak cara dapat dilakukan, salah satunya melalui pelatihan-pelatihan dan sosialisasi di berbagai lembaga maupun instansi. 

“Upaya ini perlu dukungan dari berbagai pihak. Pendidikan, intinya adalah mengubah karakter,” tegasnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah – MTs Muhammadiyah Blimbing Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo....

Suara Muhammadiyah

27 May 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) berkelindan dengan ko....

Suara Muhammadiyah

23 August 2025

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus berkomitmen dalam menebar man....

Suara Muhammadiyah

9 January 2026

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Sekitar 300 tenaga pendidik dari PAUD dam Pendidikan Dasar Aisyiyah....

Suara Muhammadiyah

5 July 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali mengukuhkan dirin....

Suara Muhammadiyah

23 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah