Eidul Adha dan Tanggung Jawab Menjaga Lingkungan

Publish

26 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
205
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Eidul Adha dan Tanggung Jawab Menjaga Lingkungan

Oleh: Rijal Ramdani, Ph.D., Majelis Lingkungan Hidup PP. Muhammadiyah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ أُوصِينِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَىٰ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Jamaah shalat Idul Adha yang dirahmati Allah

Alhamdulillah, pada kesempatan pagi hari ini, di tanggal 10 Dzulhijjah, bersamaan dengan saudara-saudara kita yang menunaikan ibadah haji bergerak untuk melakukan lempar jumrah aqabah setelah mabit di Muzdalifah dan juga wukuf di Arafah, kita di sini bisa menunaikan salah satu ibadah sunnah muakkadah yang kita miliki, yaitu shalat Eidul Adha dilanjutkan dengan rangkaian khutbahnya.

Mudah-mudahan ibadah shalat Id, puasa Arafah kita, dan sembelihan hewan qurban yang akan kita lakukan diterima dan dicatat oleh Allah sebagai amalan saleh.

Tidak lupa kita juga panjatkan doa untuk orang tua kita, saudara, kerabat, dan barangkali tetangga yang sedang menunaikan ibadah haji di Mekkah al-Mukarramah. Semoga mereka diberikan kekuatan, kesehatan, kembali ke tanah air dengan selamat, dan Allah anugerahkan kepada mereka predikat tertinggi “Hajjan Mabruron”. Sebagaimana di dalam hadis Nabi bersabda: Al-Hajju mabrurun laisa lahu jazaa’ illal jannah.

Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada baginda agung kita, Nabi Muhammad SAW.

Sebagai khatib, kami berwasiat khusus bagi diri kami sendiri dan jamaah sekalian untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah. Fainna khairazzadi taqwa, wattaqunī yā ulil albāb.

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

Jamaah shalat Idul Adha yang dirahmati Allah

Eidul Adha bagi kita kaum Muslimin erat kaitannya dengan dua aktivitas ibadah yang agung, yaitu ibadah haji dan ibadah qurban. Di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 197 Allah berfirman:

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

Artinya:

“Ibadah haji itu ditetapkan pada bulan-bulan yang telah ditentukan. Barangsiapa menetapkan niat untuk melaksanakan ibadah haji, maka tidak boleh rafats (bicara kotor dan jorok), berbuat fasik (kasar dan bohong), dan juga berbantah-bantahan dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal.” (QS. Al-Baqarah: 197)

Di dalam surat Ash-Shaffat ayat 100–102, yang berhubungan dengan ibadah qurban, Allah juga berfirman:

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ ۝١٠٠ فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ ۝١٠١ فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ ۝١٠٢

Artinya:

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang saleh.” Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang sangat penyantun. Maka ketika anak itu sampai pada umur balig, Nabi Ibrahim berkata: “Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Ismail menjawab: “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

Jamaah shalat Idul Adha yang dirahmati Allah

Bagi kita, haji merupakan puncak dari ibadah. Penyempurna dari rukun Islam. Kita menabung, menjual harta yang kita miliki untuk bisa menunaikan panggilan Allah dan menyempurnakan agama kita. Tidak semua juga yang memiliki harta bisa mendapatkan panggilan itu. Di dalam hadis Nabi dikatakan:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
«بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالْحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ»

Artinya:

Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Islam dibangun atas lima dasar: pertama adalah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, ibadah haji, dan puasa Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Begitupun dengan keutamaan qurban. Di dalam hadis dari Imam At-Tirmidzi diriwayatkan:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:
«مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ، وَإِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا، وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ، فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا»

Artinya:

Dari Aisyah RA, Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah daripada menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu akan datang pada hari kiamat lengkap dengan tanduk, bulu, dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya darah qurban itu telah sampai di sisi Allah sebelum jatuh ke tanah, maka ikhlaskanlah diri kalian dalam berqurban.” (HR. Tirmidzi No. 1493)

AKAN TETAPI, bagi sebagian kalangan, khususnya komunitas global, haji dan qurban itu memunculkan kekhawatiran dampak ekologis atau kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya. Misalkan di dalam ibadah haji, setiap tahun tidak kurang dari 2 juta kaum Muslimin melaksanakan ibadah haji secara bersamaan di kota Mekkah. Dengan jumlah 2 juta tersebut, di mana 200 ribu di antaranya dari Indonesia sebagai negara dengan jemaah haji terbesar, menimbulkan dampak ekologis seperti produksi gas rumah kaca, sampah, serta konsumsi air dan energi listrik yang berlebihan.

Tidak kurang setiap hari di musim haji sebanyak 4,6 ribu ton sampah dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Mekkah, di mana mayoritas sampah itu berasal dari sisa makanan, kertas, karton, tas plastik, dan botol plastik. Belum lagi sampah cair dari tinja dan juga baju sisa ihram yang kebanyakan dibuang begitu saja. Setiap musim haji tidak kurang dari 7.000 pesawat mendarat di Jeddah dan Madinah yang datang dari hampir 120 negara yang diperkirakan menghasilkan 1,5 miliar CO2-e. Belum lagi kendaraan darat seperti bus, mobil pribadi, juga penggunaan energi listrik. Lebih-lebih konsumsi air zamzam meningkat drastis, tidak kurang dari 5 juta botol dan konsumsi air untuk keperluan mandi dan wudhu yang berasal dari penyulingan sebesar 900 ribu m³ per hari.

Begitupun dengan penyembelihan hewan qurban, apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan, seperti limbah darah dan kotoran hewan yang mencemari air, tanah, dan sungai, bau tidak sedap, meningkatnya sampah plastik dari pembagian daging, serta gangguan kebersihan di sekitar tempat penyembelihan yang memicu munculnya banyak lalat dan risiko penyakit.

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

Jamaah shalat Idul Adha yang dirahmati Allah

Di dalam menjawab tantangan dampak lingkungan tersebut, Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membuat satu buku panduan yang berjudul Responsible Green Hajj: Panduan Ibadah Haji Ramah Lingkungan. Alhamdulillah, kebetulan kami menjadi ketua tim dalam penulisan buku ini dan sekarang sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan juga bahasa Arab. Begitupun dengan qurban, setiap tahunnya MLH PP. Muhammadiyah menginisiasi program Green Qurban dalam mendorong ibadah qurban yang ramah lingkungan.

Tanggung jawab bagi kita dalam menjalankan ibadah haji dan ibadah qurban yang ramah lingkungan didasarkan pada perintah Allah di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 30, di mana Allah menjadikan kita sebagai khalifah penjaga keseimbangan bumi:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ

Artinya:

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.’”

Di dalam ayat lain, surat Al-A’raf ayat 56, Allah juga melarang kita untuk berbuat fasad, kerusakan, dan merusak lingkungan di sekitar kita.

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Artinya:

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan (fasad) di muka bumi setelah (Allah) menyeimbangkan dan menyempurnakan penciptaannya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Begitupun di dalam Risalah Islam Berkemajuan, keputusan hasil Muktamar Muhammadiyah ke-48 tahun 2022, dinyatakan bahwa Islam merupakan rahmat bagi semesta alam dan lingkungan di sekitarnya. Oleh karenanya, warga Muhammadiyah di berbagai lapisan harus aktif terlibat dalam menjalankan hidup yang ramah lingkungan.

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

Jamaah shalat Idul Adha yang dirahmati Allah

Lalu bagaimanakah bentuk dari Responsible Green Hajj itu? Bagaimanakah bentuk pelaksanaan dari ibadah haji ramah lingkungan itu? Bagaimanakah bentuk dari Green Qurban, pelaksanaan ibadah qurban yang ramah lingkungan itu?

Responsible Green Hajj memiliki makna bahwa kita sebagai jemaah haji memiliki kesadaran untuk berusaha meminimalisasi dampak lingkungan, mulai dari packing untuk keberangkatan, di perjalanan, selama proses ibadah haji, maupun saat kembali dan setelah melaksanakan ibadah haji. Misalkan saat packing, kita membawa barang secukupnya, mempersiapkan tas belanja dari kain supaya tidak menggunakan tas plastik, membawa tumbler tempat minum, saputangan, dan pembalut dari kain bagi ibu-ibu.

Di perjalanan, kita tidak ramai-ramai mengajak keluarga, sanak saudara, dan tetangga ke tempat keberangkatan untuk meminimalisasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), menghabiskan makanan saat di pesawat, dan juga cukup melakukan tayamum untuk melaksanakan shalat. Saat di Mekkah, kita mengutamakan berjalan kaki apabila memungkinkan, wudhu dan mandi dengan air secukupnya, mematikan listrik ketika tidak diperlukan, mengambil makanan secukupnya, dan menghormati tanah suci dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Saat kembali, kita tidak membawa oleh-oleh yang berlebihan, memanfaatkan kembali pakaian sisa ihram, dan menanam atau berdonasi pohon untuk mengganti jumlah carbon dioxide yang kita hasilkan selama perjalanan ibadah haji. Bapak/Ibu bisa mendonasikan pohon tersebut melalui program Wakaf Hutan MLH PP. Muhammadiyah. Keinginan untuk melakukan penanaman pohon bisa menjadi bukti dari ciri haji mabrur, di mana di dalam hadis Nabi dinyatakan:

قالوا: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ؟ قال: "إِطْعَامُ الطَّعَامِ، وَإِفْشَاءُ السَّلَامِ"

Artinya:

“Wahai Rasulullah, apakah ciri dari haji mabrur itu?” Memberi makan, dermawan, dan menyebarkan keselamatan.”

Menanam pohon merupakan bukti dari menyebarkan keselamatan untuk lingkungan, dan pohon yang berbuah akan bisa dirasakan manfaat buahnya oleh orang lain.

Sementara itu, di dalam berqurban kita pun memiliki tanggung jawab untuk berusaha meminimalisasi penggunaan tas plastik sekali pakai, mengelola limbah seperti darah dan kotoran dengan baik, menjaga kebersihan lokasi penyembelihan, menghemat penggunaan air, dan mengutamakan kesehatan lingkungan. Memilih lokasi penyembelihan sangat penting, seperti memiliki saluran pembuangan yang baik, tidak mencemari sungai atau lingkungan, memiliki tempat pembuangan untuk darah, jeroan, dan limbah organik, misalkan dengan membuat lubang yang dalam, termasuk tersedia tempat mencuci tangan dan sanitasi bagi panitia. Begitupun dengan plastik, apabila memungkinkan kita bisa menggantinya dengan besek bambu, daun pisang, atau tas ramah lingkungan.

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

Jamaah shalat Idul Adha yang dirahmati Allah

Sebagai penutup, marilah kita sama-sama berdoa kepada Allah, mudah-mudahan kita diberi kekuatan menjadi pribadi, seorang Muslim, yang selalu berperilaku dan berbuat ramah terhadap lingkungan, baik di dalam aktivitas ibadah mahdhah seperti haji, qurban, wudhu, shalat, dan juga puasa. Begitupun dalam aktivitas sehari-hari kita, Allah menggerakkan mata hati kita untuk bisa memperbanyak berjalan kaki, bersepeda, mengurangi penggunaan botol plastik, berbelanja menggunakan tas kain, mematikan listrik saat tidak diperlukan, dan juga menghijaukan lingkungan sekitar kita dengan menanam pohon dan tumbuhan.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ وَقَاضِي الْحَاجَاتِ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبِّ اهْدِنِي مِنَ الصَّالِحِينَ

رَبِّ اهْدِنِي مِنَ الصَّالِحَاتِ

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سُوءِ الْخَاتِمَةِ

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا طَيِّبًا مُبَارَكًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ ۝ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ ۝ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Khutbah

Oleh: Niki Alma Febriana Fauzi, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah & Dosen Prodi ....

Suara Muhammadiyah

28 November 2024

Khutbah

Oleh: Sidik Saiful Anwar إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَ....

Suara Muhammadiyah

7 December 2023

Khutbah

Takwa, Jalan Kemudahan Hidup Oleh: Alfarabi, Dosen STIKes Muhammadiyah Bojonegoro اَلْـحَم....

Suara Muhammadiyah

12 February 2026

Khutbah

Oleh: Lulus Bektiono, Anggota PCM Tebet Barat إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْ....

Suara Muhammadiyah

14 November 2024

Khutbah

Puasa Syawal: Melanjutkan Estafet Kebaikan Pasca Ramadhan Oleh: Ahmad Farhan Juliawansyah, S.Ag, Al....

Suara Muhammadiyah

19 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah