FAI Unismuh Perkuat AIK Mahasiswa Muhammadiyah Maumere

Suara Muhammadiyah

6 July 2026

338
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAUMERE, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Maumere menggelar Kuliah Tamu Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di Aula Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Maumere, Senin, 6 Juli 2026.

Kegiatan bertajuk “Strategi Pendidikan Karakter Mahasiswa Muhammadiyah” itu menghadirkan Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Makassar Amirah Mawardi sebagai pemateri utama.

Kuliah tamu tersebut diikuti mahasiswa dan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Maumere. Forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai AIK sekaligus membangun karakter mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Dalam pemaparannya, Amirah mengatakan, pendidikan karakter mahasiswa Muhammadiyah tidak dapat dilepaskan dari Al-Qur’an, As-Sunnah, dan ideologi gerakan Muhammadiyah. Karakter, kata dia, bukan sekadar soal perilaku baik secara personal, tetapi juga menyangkut kesiapan mahasiswa menjadi kader umat dan bangsa.

Menurut dia, mahasiswa Muhammadiyah perlu tumbuh sebagai pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan berkemajuan. Karena itu, pendidikan karakter harus masuk ke dalam ruang akademik, organisasi kemahasiswaan, budaya kampus, hingga kehidupan digital mahasiswa.

“Pendidikan karakter mahasiswa Muhammadiyah harus dibangun secara integratif antara nilai-nilai Al-Qur’an, hadis, dan ideologi Muhammadiyah. Melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, budaya akademik Islami, organisasi kemahasiswaan, pengabdian kepada masyarakat, serta literasi digital yang berakhlak, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi insan yang beriman, berilmu, berakhlak, mandiri, peduli sosial, dan berkemajuan,” ujar Amirah.

Ia menegaskan, AIK merupakan ruh penggerak dalam pembentukan karakter sivitas akademika di Perguruan Tinggi Muhammadiyah. "Nilai-nilai AIK harus menjadi fondasi dalam membangun tauhid yang kuat, akhlak mulia, semangat keilmuan, kedisiplinan, kepemimpinan, kepedulian sosial, kemandirian, semangat dakwah, dan komitmen kebangsaan," terangnya.

Amirah memaparkan sejumlah strategi yang dapat dilakukan kampus Muhammadiyah dalam memperkuat pendidikan karakter. Di antaranya, integrasi nilai AIK dalam kurikulum, keteladanan dosen dan pimpinan kampus, pembiasaan ibadah berjamaah, serta penguatan organisasi kemahasiswaan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat. Dengan cara itu, mahasiswa tidak hanya belajar konsep di ruang kelas, tetapi juga dilatih memahami persoalan sosial dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Di tengah transformasi digital, Amirah memberi perhatian khusus pada literasi digital berakhlak. Ia mengingatkan, mahasiswa harus mampu menggunakan teknologi sebagai sarana dakwah, penyebaran ilmu, dan penguatan nilai kebaikan.

Menurut dia, media sosial tidak boleh menjadi ruang penyebaran hoaks, ujaran kebencian, atau perilaku yang bertentangan dengan akhlak Islam. "Mahasiswa Muhammadiyah justru perlu hadir sebagai teladan dalam membangun komunikasi digital yang santun, kritis, dan bertanggung jawab," tandasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Setiap tanggal 24 Maret, seluruh negara memperingati Hari Tub....

Suara Muhammadiyah

27 March 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DIY bersama Forum Pen....

Suara Muhammadiyah

10 February 2025

Berita

LAMTENG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) resmi memperoleh izi....

Suara Muhammadiyah

1 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perubahan sosial, ekonomi, hingga pesatnya perkembangan teknologi d....

Suara Muhammadiyah

28 May 2026

Berita

Fokus pada Islam Moderat dan Kepemimpinan Wanita  SOFIA, Suara Muhammadiyah - Dalam upaya untu....

Suara Muhammadiyah

26 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah