Fenomena The Anxious Generation, Generasi Digital Kian Rentan Secara Sosial

Suara Muhammadiyah

20 October 2025

786
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Generasi muda masa kini menghadapi tantangan besar di tengah derasnya arus digitalisasi. Mereka tumbuh dalam lingkungan sosial yang berpindah ke layar gawai, sehingga proses pencarian jati diri kerap terhambat. Fenomena ini dikenal sebagai “generasi cemas” atau The Anxious Generation, yakni generasi yang tumbuh dengan tingkat kecemasan dan ketidakstabilan mental yang tinggi.

Menurut Prof. Faris Al-Fadhat, M.A., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Pengembangan Universitas dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), fenomena tersebut berakar pada perubahan mendasar dalam pola tumbuh kembang anak.

“Anak-anak yang tumbuh antara tahun 2010–2015 kini menjadi mahasiswa UMY. Mereka mengalami pergeseran dari play-based childhood menjadi fun-based childhood. Tidak lagi bermain bersama teman di lapangan atau lingkungan rumah, melainkan di bermain sendiri melalui layar ponsel. Akibatnya, kemampuan sosial, empati, dan pengendalian diri berkembang dalam konteks yang sangat berbeda,” jelasnya saat diwawancarai tim Humas UMY, Sabtu (18/10), di Kampus Muda Mendunia.

Kondisi ini membuat generasi muda lebih mudah merasa cemas dan kesepian, meskipun secara digital mereka tampak terhubung dengan banyak orang. Paparan media sosial yang berlebihan turut memperburuk keadaan karena membentuk standar kebahagiaan dan kesuksesan yang semu.

“Terlalu banyak waktu di depan layar mengubah cara berpikir, cara berinteraksi, bahkan cara seseorang menilai dirinya sendiri. Generasi digital sering tampak percaya diri di dunia maya, tetapi rapuh ketika berhadapan dengan kenyataan sosial di dunia nyata,” tambah Faris.

Selain kecemasan, tantangan lain yang dihadapi generasi muda adalah krisis kepemimpinan dan lemahnya kemampuan sosial. Faris menyoroti hasil penelitian yang menunjukkan bahwa sebagian besar lulusan muda gagal bertahan di dunia kerja bukan karena kurangnya kemampuan teknis, tetapi karena lemahnya soft skills.

“Dari sepuluh lulusan baru yang memasuki dunia kerja, enam di antaranya gagal bertahan karena kurang memiliki keterampilan kepemimpinan, komunikasi, dan pengalaman sosial. Mereka tidak terbiasa bekerja dalam tim, berorganisasi, atau menghadapi tekanan sosial. Ini menjadi alarm bagi dunia pendidikan agar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik,” terangnya.

Menurut Faris, perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai ruang pembentukan karakter dan kesiapan sosial mahasiswa. Kampus harus menjadi tempat tumbuhnya relasi yang sehat, empati, serta kepemimpinan yang berakar pada nilai moral dan akhlak karimah.

“Akhlak karimah hanya dapat tumbuh jika seseorang hidup di tengah masyarakat, berinteraksi, dan memberi manfaat bagi orang lain. Kepemimpinan tidak muncul dari teori atau pelatihan singkat, melainkan dari proses panjang untuk belajar, mendengarkan, dan meneladani,” ujarnya.

Lebih lanjut, Faris menegaskan bahwa solusi terhadap krisis sosial generasi muda bukanlah menjauh dari teknologi, melainkan menggunakannya dengan kesadaran dan keseimbangan. Generasi muda perlu diarahkan memiliki growth mindset agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Menjadi manusia terbaik tidak mungkin tanpa proses belajar terus-menerus. Manusia yang bermanfaat adalah mereka yang mau tumbuh, mau berinteraksi, dan mau memberi makna bagi lingkungannya,” tutup Faris. (NF)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bulan Ramadhan 1445 H. tinggal beberapa hari lagi. Umat Islam bersi....

Suara Muhammadiyah

8 March 2024

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Sudan menyelenggar....

Suara Muhammadiyah

30 March 2026

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

12 July 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Tindakan mitigasi risiko korupsi dalam pemerintahan daerah, lang....

Suara Muhammadiyah

31 January 2026

Berita

PERLIS, Suara Muhammadiyah - Rapat kerja diawali dengan seminar Internasional yang bertemakan Pengua....

Suara Muhammadiyah

6 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah