Festival Anak Asuh Lazismu dan MKS PDA Kota Yogyakarta, Lestarikan Permainan Tradisional di Era Digital

Suara Muhammadiyah

18 July 2026

272
Pembukaan Festival Anak Asuh Lazismu dan MKS PDA Kota Yogyakarta. Foto: Cris

Pembukaan Festival Anak Asuh Lazismu dan MKS PDA Kota Yogyakarta. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Anak harus diberi ruang kreasi sebagai bentuk aktualisasi talenta yang dimiliki. Penguatan argumen ini dikemukakan Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta Rowiyah saat Festival Anak Asuh se-Kota Yogyakarta.

“Kita ingin memberikan ruang untuk anak, ruang untuk berkreasi, ruang untuk berpotensi diri, ruang untuk bergembira, mengenal teman-teman,” terangnya, Sabtu (18/7) di Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Lowanu, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta.

Baginya, festival yang berkolaborasi antara Lazismu Kota Yogyakarta dengan Majelis Kesejahteraan Sosial PDA Kota Yogyakarta ini menjadi sangat penting untuk memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak.

“Ada permainan anak yang dia tidak tahu baik yang tradisional ataupun yang modern. Artinya hampir punah,” tuturnya.

Buktik empirisnya, anak-anak era sekarang tercekoki oleh dunia gadget. Dunia itu telah menggeser dunia anak yang pada hakikatnya ekuivalen dengan aktivitas bermain, termasuk bermain permainan tradisional.

“Kita harus memunculkan lagi agar anak tidak tidak terfokus dengan gadget,” tekannya.

Lebih fundamentalnya, membentuk anak shalih dan shalihah dengan memantulkan akhlak mulia. Sehingga lahir anak mandiri, berani, dan berprestasi, tapi tetap santun dan rendah hati.

“Anak seperti inilah yang akan menjadi pemimpin yang menjaga dan membawa perubahan pada kemajuan Kota Yogyakarta dan bangsa esok hari,” tegasnya.

Seturut itu, Budi Santosa Asrori mengaksentuasi, pentingnya menanamkan pendidikan sejak. Kenapa begitu? “Itu lebih mudah kita tanamkan kepada anak-anak dibanding ketika anak-anak itu sudah beranjak dewasa,” beber Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta ini.

Menurut Budi, jika anak-anak sejak dini telah ditanamkan pendidikan, maka tampilan dipermukaannya akan menjadi kebiasaan positif secara berkelanjutan.

“Insyaallah itu menjadi kebiasaan dari anak-anak kita dan akan terus dilaksanakan ketika anak-anak kita sudah menginjak dewasa,” terangnya, yang juga Anggota Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal PDM Kota Yogyakarta.

Sisi lain, Harjanti Dian Nurani, Sekretaris Lazismu Kota Yogyakarta menyampaikan, terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung program ini. Di sinilah titik temu peran Lazismu Kota Yogyakarta sebagai penghimpunan dan pentasarufan kepada yang berhak.

“Semoga memberi manfaat bagi para penerima dan doa dan doa untuk mereka sudah semestinya semoga mereka eh diberikan rezeki yang berlimpah,” harapnya.

Janti menyebut, festival ini diikuti 210 anak dari 14 cabang se-Kota Yogyakarta. “Per cabang ada 15 anak,” katanya. Ditambahkan, turut memperlombakan dengan cabang lomba; mewarnai, mewarnai kaligrafi, cerdas cermat agama, dakon, engklek, dan gobag slodor. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Korps Mubalighat ‘Aisyiyah (KMA) merupakan wadah bagi para Mu....

Suara Muhammadiyah

31 August 2025

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Pelantikan empat Organisasi Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STI....

Suara Muhammadiyah

1 June 2024

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah - Tampil dihadapan warga Muhammadiyah ranting Samata, kabupaten Gowa, dalam....

Suara Muhammadiyah

28 June 2026

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Perjalanan mudik sejauh 750 kilometer dari Tangerang menuju Ked....

Suara Muhammadiyah

30 March 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah — Di tengah pragmatisme gerakan, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ikata....

Suara Muhammadiyah

13 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah