FKM Unimus Buka Puasa Bersama, Tekankan Puasa Harus Dijalani dengan Gembira

Suara Muhammadiyah

Penulis

1
254
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar kegiatan pengajian dan buka puasa bersama, Rabu (4/3) di Ruang Rapat FKM 815 Lantai 8 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 3 Unimus. Dengan mengusung tema “Puasa Ramadan dengan Gembira untuk Meraih Berkah, Sehat, dan Ketakwaan.”

Dekan FKM Unimus Sayono mengajak seluruh sivitas akademika untuk mensyukuri nikmat Allah dengan terus melakukan kebaikan dalam setiap aktivitas. Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan di bulan Ramadan.

“Nikmat Allah itu tidak terhingga. Karena itu kita perlu mensyukurinya dengan melakukan yang terbaik dalam setiap aktivitas. Biasanya pada waktu seperti ini dosen dan tenaga kependidikan sudah pulang untuk berbuka bersama keluarga,” ujarnya.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Agus Siswanto menyampaikan bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu ditentukan oleh kekayaan, melainkan oleh kualitas iman dan ketakwaan seseorang.

“Tidak setiap orang bisa menjadi kaya, tetapi setiap orang diberi kesempatan untuk bahagia. Bahagia dan kemuliaan sejati dibangun di atas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar manusia tidak terlarut dalam kesedihan hingga melupakan berbagai nikmat yang telah Allah berikan.“Jangan sampai satu kesedihan membuat kita melupakan seluruh nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita,” pesannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa esensi takwa adalah kesadaran bahwa manusia tidak pernah benar-benar sendirian, karena Allah senantiasa mengetahui dan melihat setiap perbuatan hamba-Nya.

“Takwa adalah kesadaran bahwa kita tidak pernah benar-benar sendiri. Kita mungkin merasa tidak ada yang melihat, tetapi Allah selalu melihat kita,” jelasnya.

Dalam konteks menjalani Ramadan, Ustadz Agus mengajak jamaah untuk menjalankan puasa dengan penuh kegembiraan dan dilandasi ilmu. Menurutnya, ilmu memiliki peran penting dalam membimbing amal.

“Cara menjalani puasa dengan gembira adalah berpuasa dengan ilmu. Jangan sampai rajin beribadah tetapi tanpa ilmu. Ilmu adalah pemimpin, sedangkan amal adalah makmum yang mengikutinya,” tandasnya. (Agung)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

ACEH TAMIANG, Suara Muhammadiyah – Anak-anak di usia wajib belajar menjadi perhatian Lazismu k....

Suara Muhammadiyah

10 March 2026

Berita

ASAHAN, Suara Muhammadiyah - Musyawarah Ranting (Musyran) ke 13 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Lubuk P....

Suara Muhammadiyah

25 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah sejak awal menunjukkan keterkaitan erat antara g....

Suara Muhammadiyah

13 January 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Assoc Prof Dr Jeb....

Suara Muhammadiyah

18 January 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sebuah langkah sangat maju “hadir” dalam gerakan dak....

Suara Muhammadiyah

27 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah