PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah (PW) Forum Keluarga Alumni (FOKAL) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Kalimantan Tengah, menggelar Konsolidasi (silaturahmi) dan diskusi dengan mengusung tema “Semangat Berkolaborasi, Bergerak dan berdampak untuk Kalimantan Tengah,” yang dilaksanakan pada Senin, 4 Mei 2026 di Nice One Caffe, Jalan S. Parman, Palangka Raya.
Hal ini dilakukan dalam rangka perpanjangan serta pengesahan susunan pengurus pimpinan wilayah Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kalimantan Tengah Periode 2023-2028, yang surat keputusannya langsung diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Forum Keluarga Alumni IMM, DR. Yusuf Warsyim, S.Ag., M.H.
Ketua Pimpinan FOKAL IMM Provinsi Kalimantan Tengah, Sigit Abi Priyanto, S.T., M.T., menyampaikan bahwa sinergi antara FOKAL IMM dan DPD IMM merupakan langkah strategis dalam membangun gerakan kolektif alumni untuk mendukung kemajuan Muhammadiyah, umat dan bangsa.
“FOKAL IMM itu bukan semacam otoritas baru yang mengambil alih peran ortom, apalagi IMM. Kita adalah lembaga taktis yang bertugas membantu, mendukung, melobi, dan mendorong gerakan Muhammadiyah serta kader IMM di berbagai lini yang lebih jelas kedepan,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran yang kita targetkan 50 orang yang hadir pada forum ini, ternyata melampaui target yaitu 150 orang bahkan dari kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) juga hadir, ini merupakan bukti bahwa semangat sinergi dan kolaborasi di kalangan alumni IMM Kalimantan Tengah masih sangat tinggi. Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia dan rekan-rekan IMM Cabang Palangka Raya yang telah mempersiapkan acara ini.
Lebih lanjut, DR. Yusuf Warsyim, S.Ag., M.H., menjelaskan empat garis besar peran strategis FOKAL IMM :
1. Sebagai lembaga taktis pendukung gerakan Muhammadiyah: FOKAL hadir untuk memperkuat sinergi antara alumni dan struktur Muhammadiyah, tanpa mengambil alih peran ortom.
2. Menjadi penggerak lobi strategis : Baik di ranah eksternal maupun internal, FOKAL berperan dalam menjembatani ide dan aksi nyata.
3. Membangun opini publik : FOKAL didorong menjadi kekuatan intelektual dan digital yang mampu memengaruhi kebijakan dan wacana publik.
4. Transformasi sosial : Dalam konteks politik nasional, ia menilai bahwa kepemimpinan nasional ke depan harus dijadikan momentum untuk konsolidasi kekuatan alumni IMM di berbagai sektor.
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Forum Keluarga Alumni IMM yang sekarang juga menjabat sebagai KOMPOLNAS RI, menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan silaturahmi dan kolaborasi lintas daerah. “Silaturahmi ini jangan berhenti di sini saja. Kita dorong terus, sehingga IMM Kalimantan Tengah punya kekuatan besar dan harus terus terorganisir, serta kader militan,” pungkasnya. (mf)

