LONDON, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia berkolaborasi dengan Masjid Indonesian Islamic Centre (IIC) London, Clifford Way, Neasden, dan mengikuti pertama kalinya kampanye nasional Visit My Mosque yang diselenggarakan Dewan Muslim Inggris (Muslim Council of Britain/MCB), Sabtu-Ahad (19-20/9)
Acara ini diikuti 114 masjid di seluruh Britania Raya dengan mengusung tema "Open Doors. Open Minds". kampanye tahunan MCB ini mengajak masyarakat dari berbagai latar belakang untuk mengenal Islam dan kehidupan Muslim secara langsung.
Salah satu momen penting hari itu adalah kehadiran rombongan Persatuan Kristen Indonesia United Kingdom (Perki UK) yang dipimpin ketuanya, Marlon Gabriel Tambunan. Ini merupakan kunjungan pertama Perki UK ke Masjid IIC London.
Kegiatan ini juga dihadiri warga lokal Inggris dari berbagai penjuru London. Dua di antaranya rutin mengikuti Visit My Mosque setiap tahun. Mereka mengaku senang tahun ini dapat mengunjungi masjid Indonesia yang baru pertama kali ikut serta dalam kampanye.
"Tempat ini sangat ramah dan menyenangkan. Sangat menarik, dan orang-orangnya sangat baik," ujar salah satu pengunjung. Ia juga menilai suasana masjid bersahaja dan sangat berorientasi pada komunitas. "Senang sekali melihat komunitas ini berkembang dengan baik," tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Muhammadiyah menghadirkan guided mosque tour, sesi tanya jawab seputar Islam, serta sesi "Discover Indonesian Muslim Life" yang memperkenalkan kehidupan Muslim Indonesia kepada pengunjung. Para peserta juga disuguhi coffee and taste of Indonesia, termasuk hidangan dengan sambal yang tingkat kepedasannya mengejutkan sebagian tamu.
"Kami ingin masyarakat Inggris mengenal Islam langsung dari kehidupan sehari-hari Muslim Indonesia: dari keramahannya, budayanya, sampai makanannya," ujar Syahirul Alim Ritonga, Ketua Panitia Visit My Mosque 2026 di IIC London.
Ketua Yayasan IIC London, Djamal Djamalullail menyebut, gedung ini punya sejarah panjang sebagai rumah ibadah. Sebelum menjadi masjid, bangunan ini adalah gereja, dan sebelum itu merupakan sinagoga bagi komunitas Yahudi di Neasden.
“Kini kami membuka pintunya bagi siapa saja yang ingin mengenal Islam," ujarnya.
Muhammadiyah juga menghadirkan Eco Bhinneka Muhammadiyah melalui agenda interfaith action for our planet. Agenda ini memperkenalkan kepedulian lingkungan sebagai ruang kolaborasi lintas iman dan komunitas.
Masjid IIC London berdiri dari hasil patungan berbagai kalangan: warga dan mahasiswa Indonesia di Britania Raya, para dai dan tokoh di Tanah Air, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga donatur perorangan dari berbagai negara. Dananya dihimpun melalui beragam kanal, mulai dari tablig akbar daring, lelang amal, Wakaf Mozaik dan Wakaf Gotong Royong, hingga penggalangan dana digital.
Dalam ikhtiar bersama tersebut, Muhammadiyah tercatat sebagai salah satu kontributor utama. Melalui skema Wakaf Mozaik Masjid Indonesia, Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama LazisMu menjadi wakif dengan nilai wakaf £60.000 atau setara sekitar Rp1,5 miliar, kategori paket wakaf terbesar yang ditawarkan panitia. Ikrar wakaf tersebut ditandatangani pada 14 Januari 2022.
Pada 25 November 2022, setelah hampir tiga dekade penggalangan dana, IIC berhasil memperoleh properti yang menjadi masjid Indonesia pertama di London. Bangunan bekas gereja di kawasan Neasden itu dibeli senilai £1,44 juta atau sekitar Rp27,2 miliar. Syukuran digelar pada 4 Desember 2022, menandai terwujudnya ikhtiar yang dirintis sejak 1996.
"Bagi kami, ini sebuah tonggak: untuk pertama kalinya Islam Indonesia hadir dalam kampanye nasional keterbukaan masjid di negeri ini, dan kami berencana menjadikannya agenda tahunan," ujar Ince Dian Aprilyani Azir, Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia. (Bhisma)

