KLATEN, Suara Muhammadiyah — SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara (MPlus Klara) berkolaborasi dengan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Klaten Utara dan Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) menggelar screening dan pembinaan kesehatan mental bagi santri dan santriwati kelas VII, Rabu 7 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan psikologis peserta didik sekaligus melakukan deteksi dini terhadap kondisi psikologis siswa.
Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) UMKLA, Sulistiono Shalladdin Albany, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan screening dilakukan melalui pengisian kuesioner secara daring menggunakan telepon seluler masing-masing siswa. Selain screening, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental serta keseimbangan kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan belajar.
“Hasil screening selanjutnya akan dievaluasi oleh tim yang kompeten dan menjadi salah satu bahan bagi sekolah untuk memetakan kebutuhan pendampingan peserta didik,” ujarnya.
Koordinator AMM Klaten Utara, Innani Mar’atus Shilichah, M.E., mengatakan program RAGAM HATI (Gerakan Generasi Muda Sehat Jiwa) ini diharapkan menjadi wadah kepedulian terhadap kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah.
“Alhamdulillah, program RAGAM HATI di SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara dapat menjadi angin segar dalam isu kesehatan mental. Harapannya, program ini menjadi instrumen dan wadah yang baik bagi siswa,” katanya.
Kepala SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara, Sudarwanto, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan bahwa screening bukan merupakan ujian dan tidak berkaitan dengan penilaian akademik siswa.
“Kegiatan ini merupakan langkah preventif dan edukatif untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik,” tegasnya.
Sementara itu, Pengampu BK MPlus Klara, Fulaihatu Daroini, S.Psi., menilai kegiatan tersebut membantu tim BK mengenali dan memetakan kondisi psikologis siswa sehingga pendampingan dapat dilakukan secara lebih tepat dan terarah.
Menurutnya, hasil screening juga penting untuk membantu siswa mengenali kondisi dirinya secara lebih objektif serta mencegah kecenderungan self-diagnosis berdasarkan informasi yang diperoleh dari media sosial.
“Kesehatan mental merupakan bagian penting dari keberhasilan pendidikan. Anak yang sehat secara fisik dan psikologis akan lebih siap belajar, berkembang, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan,” ujarnya.
Hasil screening akan diberikan dalam bentuk deskripsi dan menjadi bahan evaluasi Tim BK. Bagi siswa yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, sekolah akan memberikan pendampingan sesuai kebutuhan dan melakukan rujukan apabila diperlukan.
Kolaborasi MPlus Klara, AMM Klaten Utara, dan UMKLA tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya bersama membangun lingkungan pendidikan yang peduli terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis generasi muda. (Sudar)

