Gandeng UMY, PWM DIY Bekali Seluruh Staf Terkait Manajemen Risiko

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
76
PWM DIY

PWM DIY

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam dunia yang dipenuhi dengan tantangan dan ketidakpastian. Penting bagi sebuah institusi perkantoran, selain memiliki berbagai planning untuk menghadapi masa depan, juga memiliki manajemen risiko sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan terburuk yang terjadi di masa yang akan datang. Menurut Farid, institusi yang memiliki manajemen risiko akan dapat meminimalisir dampak-dampak tak terduka dari dinamika dunia yang penuh dengan gejolak. Pengatar ini ia sampaikan dalam Pengabdian Masyarakat Skema PKM Reguler dengan mengusung tema “Edukasi Manajemen Resiko Staf Administrasi di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY tahun 2026.” 

“Orang yang memahami manajemen risiko, mereka memiliki berbagai plan. Mulai dari plan A, plan B, hingga plan E,” ujar pria dengan nama lengkap Farid Setiawan pada Kamis (5/2). 

Wakil Sekretaris PWM DIY tersebut menegaskan bahwa terselenggaranya kegiatan ini sebagai ikhtiar PWM DIY untuk meningkatkan skill serta kemampuan para pegawainya terkait manajemen risiko di berbagai bidang. Meminjam KH Ahmad Dahlan, tantangan yang dihadapi Muhammadiyah hari ini tentu jauh berbeda dengan yang dihadapi Muhammadiyah 100 tahun lalu. Dinamika sosial, budaya, serta politik hari ini mengharuskan Muhammadiyah beradaptasi dengan berbagai perubahan di berbagai bidang kehidupan. 

“Maka pesan yang paling relevan untuk hari ini adalah teruslah belajar. Tentang apa yang dimaksud dengan manajemen resiko, termasuk bagimana kita mengembangkan budaya yang sadar akan risiko,” tegasnya. 

Ia pun tidak menampik bahwa risiko menjadi sebuah keniscayaan dalam lingkungan kerja sehari-hari. “Kalau kita melihat bagaimana kita berinteraksi, tentu banyak risiko yang kita jumpai. Memberikan pelayanan kepada orang lain juga ada resikonya. Ini bukan untuk dihindari, tapi bagaimana kemudian kita kelola dengan baik,” ungkap Farid. 

Secara lebih detail ia menjelaskan, manajemen risiko dibutuhkan agar permasalahan yang dihadapi dapat terkelola dengan baik, yang kemudian dapat meminimalisir risiko masalah di masa yang akan datang. 

“Ini momentum kita untuk meletakkan diri sebagai manusia pembelajar. Khusus dalam hal manajemen resiko,” tutupnya. 

Gita Danupranata, Wakil Ketua PWM DIY sekaligus Dosen Pengabdi dari UMY mengatakan, seiring dengan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi kepada Muhammadiyah, para staf dan karyawan perlu dibekali dengan pengetahuan serta skill manajemen risiko. Hal ini penting, selain sebagai upaya penyadaran, juga sebagai upaya untuk meningkatkan performa pelayanan kantor PWM kepada masyarakat luas.  

“Hari ini, semua bidang kehidupan hari ini harus memiliki manajemen resiko,” ujar Gita.

Berbekal pengalamannya sebagai BPH di salah satu rumah sakit di Yogyakarta, ia terinspirasi dari bagaimana RS mengelola kamar mandi yang menurutnya memiliki manajemen resiko yang baik serta memenuhi standar SOP yang telah ditetapkan.

Melalui kegiatan ini, Gita berharapan seluruh staf dan karyawan Kantor PWM DIY dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.  Karena bagaimana pun layanan di Kantor Muhammadiyah maupun AUM memiliki keterkaitan erat dengan reputasi persyarikatan. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Universitas muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar acara Wisuda Perode I ....

Suara Muhammadiyah

23 September 2023

Berita

LAMTIM, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Pekalongan mengadakan ....

Suara Muhammadiyah

11 July 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

17 February 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah– Dalam upaya meningkatkan penguasaan bahasa Arab bagi Mahasiswa y....

Suara Muhammadiyah

27 November 2024

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Aceh mene....

Suara Muhammadiyah

24 January 2024