Penelitian Dosen Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat
PADANG, Suara Muhammadiyah – Tren minuman kekinian terus diminati oleh Generasi Z. Namun, bagi Gen Z warga Muhammadiyah, keputusan memilih produk tidak hanya dipengaruhi tren, tetapi juga nilai keislaman dan pengalaman digital.
Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Sri, Nova, Rahmad bersama timnya. Penelitian tersebut melibatkan 65 responden Generasi Z yang aktif di lingkungan Muhammadiyah/’Aisyiyah di Sumatera Barat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman digital, seperti kemudahan pemesanan, tampilan media sosial, dan ulasan konsumen, berpengaruh signifikan terhadap loyalitas. Selain itu, nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan seperti kehalalan, kebersihan, dan kejujuran juga menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan.
Sebanyak 73% responden mengaku sangat mempertimbangkan aspek halal saat membeli minuman kekinian. Sementara itu, 81% responden menyatakan sering terpengaruh oleh konten digital seperti TikTok dan Instagram sebelum membeli. Adapun 67% responden mengaku lebih loyal terhadap brand yang menampilkan nilai keislaman.
“Gen Z Muhammadiyah tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga sangat selektif terhadap nilai yang terkandung dalam produk,” ujar Sri dan tim
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kombinasi pengalaman digital dan nilai keislaman mampu membentuk loyalitas konsumen secara signifikan. Hal ini menandakan bahwa strategi pemasaran tidak cukup hanya mengandalkan promosi digital semata.
“Brand perlu menghadirkan pengalaman digital yang baik sekaligus menjaga nilai halal dan etika agar dapat membangun kepercayaan konsumen,” tambahnya.
Temuan ini menjadi masukan penting bagi pelaku usaha minuman kekinian untuk lebih memahami karakter Gen Z Muhammadiyah yang menggabungkan gaya hidup digital dengan nilai religius dalam keputusan konsumsi.
