Didik Suhardi Singgung Daya Saing Anak Indonesia Masih Rendah

Publish

10 June 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
847
H Didik Suhardi, PhD. Foto: Cris

H Didik Suhardi, PhD. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen- PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Didik Suhardi mengatakan, daya saing anak Indonesia berdasarkan skor Programme for International Student Assessment (PISA) sangat rendah.

Hal ini disampaikan Didik saat menjadi keynote speech Seminar Pendidikan Forum Guru Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (10/6) di Grha As-Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.

"Nilai PISA kita sangat turun, anjlok. Daya nalar anak-anak kita, 99% itu bernalar rendah. Kurang dari 1% baru bernalar tinggi. Ini yang menjadi persoalan kita, kenapa daya saing kita tidak naik-naik," bebernya.

Bahkan, golongan kelas menengah masyarakat makin menurun. Sebelumnya berada di angka 24%, tetapi kini menjadi 17%.

"Artinya golongan menengah ke atas makin sedikit. Padahal syarat untuk menjadi negara maju, salah satunya memperbanyak kelas menengah paling tidak 40% dinaikkan," jelasnya.

Selain itu, Didik juga menekankan perlunya memperbaiki kualitas ekonomi. Paling tidak pertumbuhan ekonomi mesti berada di angka 7%. Juga tingkat pendapatan perkapita penduduk relatif tinggi.

"Minimal 15.000 USD (kira-kira 225.000.000 warga per tahun). Jadi tidak ada lagi guru di Indonesia yang gajinya 1.000.000, minimal 17.000.000. Itu cita-cita," jelasnya.

Bercermin dari indikator di atas dengan menjembatani realitas daya nalar anak Indonesia yang masih rendah, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI ini, berpandangan cita-cita besar--menjadi negara maju--sulit untuk diwujudkan.

"Ini yang menjadi salah satu program Astacita Pak Presiden bahwa kita harus menaikkan SDM kita dengan mengembangkan Saintek dan pendidikan karakter," tegasnya.

Dalam konteks ini, Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti merancang program Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat itu antara lain bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

"Ini artinya kalau dilakukan berarti anak-anak kita ketika berangkat ke sekolah dalam keadaan yang vit. Dan betul-betul siap untuk belajar. Kesiapan belajarnya jadi tinggi," tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berhasil me....

Suara Muhammadiyah

25 October 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara hi....

Suara Muhammadiyah

6 May 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa public relation Ilmu Komunikasi UMM yang tergabung dalam Arut....

Suara Muhammadiyah

23 June 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Ratusan mahasiswa dan dosen prodi Manajemen UM Bandung melakukan....

Suara Muhammadiyah

7 June 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sejak satu dekade yang lalu, Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga (LS....

Suara Muhammadiyah

14 December 2024