Gerakan Ayah Mengantar Anak Jadi Upaya Kurangi Fenomena Fatherless

Suara Muhammadiyah

13 July 2026

662
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen Prodi PIAUD Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Rizka Saputri menilai gerakan ayah mengantar anak di hari pertama sekolah seharusnya tidak dipandang sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, gerakan tersebut perlu menjadi pintu masuk untuk membangun budaya pengasuhan yang menempatkan ayah sebagai sosok yang hadir secara utuh dalam tumbuh kembang anak.

Menurut Rizka, kehadiran ayah pada hari pertama sekolah memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar mengantar anak ke gerbang sekolah. Momen tersebut menjadi simbol keterlibatan ayah dalam proses pendidikan sejak usia dini, sekaligus upaya memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.

Ia mengungkapkan, keterlibatan ayah dalam pengasuhan menjadi isu yang penting di Indonesia. Berdasarkan data UNICEF tahun 2021, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam fenomena fatherless. Oleh karena itu, Gerakan Ayah Mengantar Anak dinilai dapat menjadi salah satu langkah awal untuk mengurangi minimnya keterlibatan ayah dalam kehidupan anak.

"Gerakan ini penting karena bisa menjadi salah satu upaya meminimalisasi fenomena fatherless di Indonesia. Kehadiran ayah pada hari pertama sekolah bukan sekadar mengantar, tetapi menunjukkan bahwa ayah juga memiliki peran dalam pendidikan anak," ujarnya, di sela-sela kegiatan akademik di Kampus UM Bandung, Senin (13/07/2026).

Rizka menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa ketidakhadiran ayah dalam pengasuhan dapat berdampak pada perkembangan psikologis anak. Anak berpotensi mengalami penurunan rasa percaya diri, berkurangnya rasa aman, hingga kesulitan membangun kemampuan sosial saat berinteraksi dengan lingkungan.

Menurutnya, hari pertama sekolah merupakan fase transisi yang tidak mudah bagi anak. Mereka memasuki lingkungan baru, bertemu guru dan teman-teman yang belum dikenal, sehingga membutuhkan dukungan emosional dari kedua orang tuanya, terutama ayah yang kehadirannya sering kali kurang optimal dalam proses pengasuhan.

"Anak kita sedang memasuki lingkungan yang baru. Nah, kehadiran ayah akan membantu menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa aman sehingga anak lebih siap beradaptasi dengan lingkungan sekolah," katanya.

Rizka menegaskan, gerakan ayah mengantar anak akan memberikan dampak yang lebih besar apabila tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis. Hal yang dibutuhkan adalah perubahan cara pandang, dari sekadar menjadikan momen ini sebagai seremoni menjadi komitmen jangka panjang dalam pengasuhan.

Menurutnya, keterlibatan ayah seharusnya dimulai sejak masa kehamilan, seperti mendampingi ibu saat pemeriksaan kehamilan, memenuhi kebutuhan ibu, hingga hadir saat proses persalinan. Peran tersebut kemudian berlanjut ketika anak lahir, mulai dari mendampingi proses pengasuhan, berbagi tanggung jawab merawat anak, hingga aktif mengikuti perjalanan pendidikan anak di sekolah.

"Bukan hanya mengantar di hari pertama sekolah. Ayah juga perlu mengetahui siapa guru anak, mengikuti perkembangan belajarnya, hadir saat pembagian rapor, dan bersama-sama mengevaluasi tumbuh kembang anak," jelasnya.

Ia menambahkan, dalam keluarga, ayah dan ibu memiliki peran yang saling melengkapi. Oleh karena itu, pengasuhan yang ideal tidak dapat dibebankan hanya kepada ibu, tetapi membutuhkan kolaborasi yang konsisten antara keduanya.

Rizka berharap gerakan ayah mengantar anak dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa pendidikan anak dimulai dari keluarga. Semakin aktif keterlibatan ayah sejak usia dini, semakin besar pula peluang anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, memiliki kemampuan sosial yang baik, dan siap menghadapi berbagai tahapan perkembangan di masa depan.*(FA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah – Lembaga Sensor Film (LSF) RI menggelar sosialisasi budaya sensor ma....

Suara Muhammadiyah

7 December 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta (FEB....

Suara Muhammadiyah

25 August 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Gerakan Muhammadiyah di bidang Kesehatan Masyarakat menemukan momentum....

Suara Muhammadiyah

24 September 2024

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional tidak selalu tentang datang ke....

Suara Muhammadiyah

3 September 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah– Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Arif Satria....

Suara Muhammadiyah

5 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah