ICMI dan UM Bandung Satukan Gagasan Cendekia untuk Ketahanan Bangsa

Suara Muhammadiyah

5 July 2025

886
Istimewa

Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah– Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Arif Satria menegaskan bahwa teknologi Artificial Intelligence (AI) kini tengah merombak banyak aspek kehidupan manusia, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga struktur sosial masyarakat. Ia menyebut percepatan teknologi ini meningkat signifikan sejak tahun 2020.

”AI bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kebijaksanaan. Wisdom harus menjadi pengawal agar teknologi membawa maslahat, bukan mudarat,” ujar Arif dalam sambutan virtualnya saat menjadi pembicara pada acara ICMI Goes To Campus yang digelar di Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Selasa (01/07/2025).

Menurut Arif, keluarga merupakan entitas yang paling terdampak dari perkembangan AI. Oleh karena itu, dibutuhkan ketahanan keluarga yang kokoh agar bangsa tetap kuat menghadapi berbagai tantangan zaman. ”Keluarga yang kuat adalah fondasi bangsa yang kuat. Melalui forum ini, kita berharap bisa merumuskan langkah-langkah strategis menjaga peran keluarga di era AI,” tandasnya.

Acara yang berlangsung khidmat di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung ini mengangkat tema penting dan kontekstual, yakni ”Ketahanan Keluarga di Era Artificial Intelligence (AI).” Kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis untuk membahas peran keluarga sebagai benteng utama dalam menghadapi era digital.

Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto yang turut menyampaikan pandangannya terkait peran mahasiswa dalam membangun ketahanan moral dan intelektual di tengah gempuran teknologi. Menurutnya, Islam telah menyediakan panduan hidup sempurna yang seharusnya menjadi pegangan di era modern.

”Mahasiswa adalah duta keluarga yang dikirimkan oleh orang tua. Maka, jadilah pribadi yang paripurna dan istimewa. Jangan hanya kuliah, tetapi juga pahami tantangan zaman,” pesan Herry kepada para peserta.

Ia juga mengingatkan bahaya informasi sesat yang muncul akibat algoritma AI yang kian menyerupai cara berpikir manusia. Tanpa bekal nilai dan prinsip Islam yang kuat, seseorang akan mudah tersesat dan menerima kesimpulan yang keliru.

”Jika kita tidak punya pegangan hidup yang kuat, maka kita bisa tersesat oleh kesimpulan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam,” pungkas Herry. Kegiatan ini pun menjadi penegasan bahwa penguatan karakter keluarga dan mahasiswa harus menjadi prioritas utama di tengah gelombang perubahan teknologi yang terus berlangsung.***(FK)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi hadirnya SM Corner Lamo....

Suara Muhammadiyah

13 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perbedaan antara fidyah dan qadha dalam puasa Ramadan masih ke....

Suara Muhammadiyah

10 March 2026

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti meng....

Suara Muhammadiyah

16 November 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) berhasil mempertahankan s....

Suara Muhammadiyah

14 October 2025

Berita

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah - Peringatan Milad Muhammadiyah ke-112 di Pimpinan Daerah Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

7 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah